Iklan
The VICE Evening Bulletin

Buletin Sore VICE: Aparat Akan Menyamar Demi Jebak Taksi Online Tanpa Stiker, Hingga Ketua DPR Tolak LGBT

Ada juga rangkuman berita penting lainnya, semisal soal hokinya turis Indonesia di Singapura serta kondisi darurat campak masih berlangsung di Papua.

oleh VICE Staff
22 Januari 2018, 11:18am

Petugas Dishub melewati deretan mobil taksi aplikasi dari GO-Car, Uber, dan GRAB yang disita kepolisian Jakarta. Foto oleh Muhammad Adimaja/Antara Foto via REUTERS.

Semua kejadian penting yang perlu kalian tahu dari dalam maupun luar negeri tersaji dalam bentuk rangkuman singkat, dikurasi oleh awak redaksi VICE. Selamat membaca!

Kabar Seputar Indonesia

Petugas Dishub Hendak Menyamar, Jebak Taksi Online Belum Pasang Stiker
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 tahun 2017 mewajibkan semua armada layanan taksi berbasis aplikasi untuk memasang stiker bertuliskan Angkutan Sewa Khusus (ASK). Layanan aplikasi GO-JEK, GRAB, dan Uber sudah menyatakan siap mematuhi aturan pemerintah per Februari mendatang. Batas akhir toleransi pemasangan stiker di mobil taksi online adalah 15 Februari. Sopir yang melanggar awalnya akan ditegur saja. Namun, jika sudah melewati tenggat, Dishub berencana menerjunkan petugas menyamar sebagai calon penumpang. "Nanti kita akan memesan taksi online. Bila kita temukan penge­mudi tidak memenuhi syarat, akan kita lakukan tilang," kata Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub. —Rakyat Merdeka

Turis Indonesia Sering Menang Undian di Bandara Changi
Kenapa wisatawan asal Indonesia kerap beruntung saat mengikuti undian Bandara Changi, Singapura yang sudah digelar tujuh tahun belakangan? Itu barangkali topik "penelitian" yang bisa dilakukan apabila kalian cukup iseng. Nyatanya, WNI berulang kali menang undian berhadiah 1 juta Dollar Singapura (setara Rp10 miliar) itu. Oddie Rehatta (47) asal Purwakarta, Jabar, menjadi pemenang sayembara itu pada Minggu (21/1) lalu. Dia menang undian setelah tahun lalu berbelanja di kios bandara. Oddie bukan yang pertama, malah tampaknya ini seperti tren. Pada 2016, WNI lain bernama Ade Iskandar Roni menang hadiah utama di lomba yang sama. Lalu Irvung Tio, pengusaha Indonesia, juga menang di sayembara Bandara Changi tahun 2013. —Tribunnews

Ketua DPR Baru Dukung Rencana Kriminalisasi Komunitas LGBT di Indonesia
Komisi III DPR sedang menggodok serangkaian aturan hukum tentang eksistensi Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Indonesia. Rancangan beleid itu banyak berisi kriminalisasi terhadap mereka yang dianggap "menyimpang" secara seksual. Ketua DPR yang baru dilantik, Bambang Soesatyo, menegaskan semangat revisi RUU KUHP adalah perluasan definisi perkosaan, sehingga hubungan sesama jenis dapat dipidana. Ide progresif semacam legalisasi pernikahan sejenis mustahil dibahas oleh anggota parlemen. "Kita harus menolak legalitas LGBT karena itu merusak moral bangsa," kata politikus Golkar yang menggantikan posisi Setya Novanto pekan lalu. —CNN Indonesia

Wabah Campak Meluas ke Wilayah Lain Papua
Pekan lalu, Kabupaten Asmat, Papua, menjadi sorotan setelah puluhan balita meninggal akibat wabah campak ditambah gizi buruk. Awal pekan ini dilaporkan jika kasus campak juga terjadi di Kabupaten Pegunungan Bintang, tepatnya di Distrik Okbab. Hingga laporan ini dilansir, tercatat 27 orang meninggal dunia, terdiri dari 4 orang dewasa dan 23 balita akibat wabah tersebut. Bantuan obat dan tenaga medis skala nasional saat ini masih terkonsentrasi ke Asmat. Adapun untuk penanganan wabah di Okbab, baru ditangani aparat setempat. Mobilisasi logistik mulai dilakukan dari Ibu Kota Kabupaten di Oksibil. —Liputan6

Kabar Seputar Dunia

Sindikat Penipuan Makau Ternyata Berlokasi di Thailand
Apakah Bangkok adalah pusat penipu Asia Tenggara yang beroperasi lewat telepon? Tampaknya sih begitu. Polisi Malaysia dan Thailand mencokok enam orang di Bangkok yang biasa mengaku sebagai bank asal Makau. Mereka menyasar orang-orang keturunan Tiongkok di Malaysia, mengiming-imingi mereka hadiah asal mentransfer biaya administrasi. Pelaku berkebangsaan Cina dan Taiwan. —MalaysiaKini

Pelarian Rohingya Menolak Dikembalikan ke Myanmar
Pemerintah Myanmar dan Bangladesh menjalin kesepakatan repatriasi pelarian dari etnis minoritas Rohingya yang kabur dari genosida tahun lalu. Myanmar menjamin pelarian bakal mendapat status kewarganegaraan dan dijamin bisa hidup di desa asal yang sempat dibakar militer dan milisi sipil. Namun, mayoritas dari 800 ribu pengungsi menolak kesepakatan itu. Mustafa Khatun, salah satu pengungsi muslim Rohingya, mengaku masih trauma. Banyak orang Rohingya menyatakan tak ada jaminan serangan serupa terhadap etnis mereka bakal berhenti di masa mendatang. —ABC News

Pengadilan Putar Video Tunjukkan WNI Terlibat Pembunuhan Kim Jong Nam
Pengadilan Malaysia memutar video rekaman CCTV dari Bandara Internasional Kuala Lumpur. Data tersebut dipakai jaksa untuk membuktikkan bila dua pelaku memang sengaja meracuni Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-un, tahun lalu. WNI bernama Siti Aisyah dan perempuan warga Vietnam dituduh sebagai eksekutor lapangan pembunuhan tersebut, atas suruhan lima intel Korut. Jika terbukti sengaja membunuh, dua perempuan itu terancam hukuman mati. —Associated Press

Kabar Menarik Lainnya

Banyak Musisi Terkenal Tewas Tahun Lalu Gara-Gara OD Obat Penenang
Ternyata ada kesamaan dari kematian mendadak musisi tenar tahun lalu, semisal Tom Petty, Prince, dan Lil Peep. Mereka semua mengalami overdosis akibat pemakaian opioid, alias obat depresi legal yang diberi resep dokter. Opioid sudah menjadi krisis di seluruh AS, akibat tingginya kasus kecanduan maupun overdosis. Herannya, opioid masih saja diresepkan. Salah satu jenis opioid, Fentanil, terbukti memiliki efek 50 kali lebih kuat dibanding heroin. —VICE

Lagu Toto Jadi Makin Artsy Saat Digabungkan Video Pablo Escobar
Apa jadinya bila lagu 'Africa', salah satu hits terbesar band soft rock Toto pada dekade 80'an, digabungkan dengan rekaman video Pablo Escobar bersenang-senang bareng anak buahnya? Ternyata artsy banget. Kartel narkoba legendaris Kolombia itu memberi pemaknaan baru terhadap lagu 'Africa' yang disukai om-tante generasi millenials. —Noisey

Facebook Dianggap Tak Lagi Relevan Bagi Pengguna Internet Masa Kini
Simak opini keras mengkritik kebijakan algoritma Facebook terbaru ini. Facebook sempat berubah fungsi jadi penyebar konten berita andalan. Hasilnya malah membiak hoax dan ujaran kebencian. Ketika ada perubahan kebijakan, kita tersadar. "Kalau bukan lagi untuk menyebar berita, terus buat apa masih ada Facebook sampai sekarang?" —VICE

Tagged:
LGBT+
indonesia
uber
homofobia
Berita
Singapura
Grab
Kamboja
GO-JEK
Taksi Online
Ketua DPR
Bambang Soesatyo
Kementerian Perhubungan