10 Pertanyaan Penting Buat Model Tangan dari India

Menjadi model tangan ternyata tidak semudah kedengarannya.

|
06 Desember 2018, 10:52am

foto: Monika Mathew

Sadar enggak sih kalau tangan model-model di iklan selalu mulus? Sebagian besar dari kita mungkin selama ini tidak pernah memikirkan apakah itu tangan mereka sungguhan atau bukan. Padahal kenyataannya, banyak iklan dan film yang menggunakan jasa model tangan. Itu artinya tangan-tangan mulus yang pernah kalian lihat bisa jadi bukan milik model atau bintang filmnya. Profesi model tangan ini sangat umum di luar negeri, termasuk India.

“80 persen model enggak punya tangan mulus, begitu juga dengan bintang film,” kata Natasha D’Souza, model tangan yang beralih profesi menjadi agen casting model di Mumbai. “Model tangan selalu digunakan ketika kamu menjual suatu produk. Enggak ada yang mau lihat tangan jelek.” Menurut D’Souza, tangan jelek itu yang “gemuk, berjari bantet, dan tidak dimanikur.”

Kami ngobrol bareng Monika Mathew, model tangan 24 tahun asal Mangalore, untuk mengetahui lebih dalam seputar pekerjaan ini. Banyak agensi yang menginginkannya untuk jadi model tangan mereka. Sudah ada 100 iklan yang menggunakan tangannya selama tiga setengah tahun terakhir. Dia bahkan pernah main di film Shah Rukh Khan juga, lho.

VICE: Bagaimana awalnya kamu bisa jadi model tangan?
Monika: Waktu itu saya pernah mengunggah foto seluruh badan di Instagram. Ada pengguna yang memerhatikan tanganku, dan dia memintaku mengirim foto close-up tangan. Saya kirim fotonya, dan beberapa hari kemudian dia menghubungiku untuk syuting Raees. Saya sangat senang dengan tawaran ini. Si sutradara cuma merekam tanganku yang sedang mempersiapkan makan siang seharian penuh. Benar-benar pengalaman aneh.

Ketika filmnya tayang, saya menonton adegan close-up Mahira Khan yang sedang mempersiapkan makan siang. Saya baru menyadari kalau itu tanganku. Setelah itu, saya semakin sering mendapat tawaran jadi model tangan buat iklan.

1543822589736-IMG-20181203-WA0012
"You have to keep your hands stiff, and hold it in one place, for hours."

Produk apa saja yang pernah kamu iklankan?
Produk Lakmé yang modelnya Kareena Kapoor. Semua iklan Lifebuoy-nya Kajol, dan Tanishq-nya Deepika Padukone. Saya juga pernah jadi model tangan buat Sonam Kapoor dan Tamanna Bhatia di iklan lain.

Saya senang melakukan ini. Sutradara tidak pernah mendiskriminasi model tangan. Kami diperbolehkan duduk bareng mereka [para artis]. Deepika [Padukone] pernah datang dan duduk di seberangku ketika saya sedang syuting. Saya sempat gugup selama dua menit. Orang lain rela melakukan apa pun untuk bertemu dengannya, dan dia pernah duduk santai di depanku. Saya merasa sangat bangga waktu itu.

Seberapa banyak honor yang kamu dapat setiap harinya?
Awalnya saya enggak tahu berapa bayarannya. Model tangan bukan profesi umum. Tapi setelah beberapa kali menjadi model, saya bisa dapat Rs 10.000-20.000 (Rp2-4 juta) untuk empat sampai enam jam syuting. Semuanya tergantung pada [kemampuan] negosiasi dan anggaran rumah produksi. Kadang saya minta bayaran yang lebih rendah kalau syutingnya enggak begitu lama dan dekat rumah.

Sutradara kadang suka berubah pikiran. Mereka memutuskan untuk merekam produknya saja tanpa tangan, padahal kami sudah sampai di lokasi. Ini sering terjadi kalau sedang syuting iklan lipstik.

1543822934802-IMG-20181203-WA0014
Monika's hand as Gauri Khan's for an interior design ad.

Pekerjaannya berat atau enggak?
Banget! Orang-orang tidak menyadari ini. Kamu harus menahan posisi tanganmu untuk waktu yang lama. Kelihatannya memang mudah, tapi kalau yang sudah berpengalaman di industri ini pasti akan bilang sulit.

Apakah kamu selalu merawat tanganmu supaya tetap bagus?
Saya selalu ditanyakan seperti ini. Awalnya, sih, saya enggak pernah manikur dan yang lainnya. Tapi sekarang saya melakukan itu. Kuku saya enggak bisa rusak sedikit pun. Yah, namanya juga manusia. Pasti kukunya tumbuh dan patah. Saya akan mengikirnya, karena kalau dibiarkan saja bisa jadi jelek.

Bagaimana rasanya kalau kamu melihat iklannya? Apakah kamu bakalan bilang, “Itu tanganku, lho!”
Biasanya saya merasa geli. Biasanya adegannya terlalu cepat, jadi saya enggak sempat bilang, “Yeh mera haath hai (Itu tanganku) !”. Lagi pula, kalau pas saya melihat iklannya bareng orang lain, mereka enggak akan percaya kalau saya kasih tahu. Kalaupun mereka percaya, pasti mereka tanya 10 pertanyaan soal model tangan. Saya bosan menjelaskannya, jadi saya enggak pernah lagi kasih tahu kalau itu tangan saya.

Tapi saya mengunduh iklannya di YouTube buat portofolio.

Apakah kamu merasa aneh karena pembuat iklan cuma suka tanganmu?
Kadang waktu lagi syuting, ada orang yang tanya “Kenapa kamu enggak ikut audisi untuk serial? Kamu kan cantik.” Saya akan jawab kalau saya tahu jawabannya kenapa enggak ada yang undang audisi, selama ini cuma diberi tawaran jadi model tangan. Rasanya aneh. Apa yang harus kamu lakukan kalau orang lain menggunakan jasamu cuma karena ada bagian dari tubuhmu yang bagus?

Saya sedang membuat portofolio foto seluruh tubuh. Saya juga jarang mengunggah foto tangan di Instagram. Aku bisa dapat tawaran karena melakukan ini.

Apakah kamu dapat DM yang menawarkan ‘hand job’ aneh?
Pernah terjadi dulu ketika akunku masih publik, bahkan sebelum saya mulai syuting iklan. Boys kuchh bhi message kar dete hain (Laki-laki sering mengirim DM yang aneh-aneh). Saya akan memblokir mereka.

Waktu itu pernah ada laki-laki yang tinggal dekat rumah dan bilang kalau dia sangat menyukaiku. Katanya dia akan bunuh diri kalau saya enggak mau ketemu dengannya. Aneh banget. Palingan dia masih 15 tahun. Tak lama kemudian dia bilang kalau akunnya di-hack dan bukan dia yang mengirim pesan itu.

Kamu kuliah jurusan apa?
Ayahku menjual bisnis televisi kabelnya empat tahun lalu, dan dia enggak melakukan apa-apa lagi setelah itu. Kakak perempuannya mengalami gangguan kejiwaan, jadi ibu harus tinggal di rumah untuk menjaganya. Mau tidak mau, saya harus membantu keuangan keluarga.

Saya sangat beruntung mendapat tawaran syuting Raees. Waktu itu saya baru masuk tahun pertama [kuliah], tapi memutuskan untuk cuti karena ada syuting dan membantu keluarga. Saya baru mulai kuliah lagi, dan sudah tahun kedua sekarang. Saya sedang mengejar gelar Sarjana Perdagangan [Bachelor’s of Commerce].

Apakah orang-orang pernah bilang kalau tanganmu bagus ketika beranjak dewasa?
Enggak pernah sama sekali. Saya kebiasaan menggigiti kuku. Guru dan orang tua sering memarahiku karenanya. Saya mendengarkan mereka, dan mulai menumbuhkan kuku di jari kiriku. Tapi, saya tetap menggigiti kuku jari kanan. Tapi saya mulai merawat jari kanan pas melihat kalau kuku jari kirinya cantik. Enggak ada yang pernah bilang tanganku bagus dulu.

Saya bahkan enggak tahu-menahu soal model tangan. Semuanya terjadi begitu cepat.

Follow Parthshri Arora di Twitter.