Iklan
The VICE Guide to Right Now

Buronan Ini Memalsukan Kematiannya Sendiri Agar Bisa Nyantai di Istana Senilai Rp51 M

Rencananya keren sih. Kekurangannya cuma satu: ketahuan

oleh Drew Schwartz
22 Oktober 2018, 10:54am

Foto via Europol

Bertahun-tahun pihak kepolisian lintas negara memburu Dmytro Malinovskiy, otak skandal korupsi di Ukraina yang pada 2015 tiba-tiba menghilang. Para penyidik terpaksa menghentikan proses hukum ketika mendengar kabar sosok tersebut sudah meninggal. Tapi pekan ini, pihak kepolisian mengumumkan bahwa si pelaku tersebut ternyata masih hidup—selama ini dia nongkrong di sebuah istana kuno berusia 800 tahun di Prancis.

Kepolisian Prancis menemukan buronan itu tinggal di Chateau de La Rochepot. Di sana, dia bisa mengumpulkan berbagai aset lainnya bernilai US$5 juta, termasuk sebuah Rolls Royce vintage dan tiga lukisan Salvador Dalí, merujuk laporan surat kabar the Independent. Berlawanan dengan apa yang tercantum pada akta kematiannya, si pelaku tersebut ditemukan dalam kondisi hidup bersama ketiga kaki tangannya yang juga dicokok aparat.

"Dalam sebuah operasi gabungan Europol antara aparat Prancis, Luxembourg, dan Ukraina, telah ditemukan bahwa tersangka bukan hanya masih hidup, tetapi juga sedang hidup mewah di Perancis," demikian dikutip dari siaran pers Europol.

Belum ada kabar dari Europol mengenai nama orang tersebut, tapi menurut BBC dan Radio Free Europe, dia telah diidentifikasi sebagai Dmytro Malinovskiy oleh pihak-pihak Ukraina. Sebelum Malinovskiy diharuskan hadir di pengadilan pada 2014, dia diduga memalsukan sebuah kecelakaan mobil.

Pelaku menyuruh istrinya untuk menyerahkan akta kematian palsu serta “abu” suaminya kepada polisi demi membuktikan kematiannya, menurut Chris Miller, jurnalis RFE yang meliputi daerah tersebut. Setelah dilaporkan mati oleh hakim Ukraina pada 2015, Malinovskiy sudah merencanakan kehidupan barunya di kota Burgundy di Rochepot yang indah.

Seharusnya orang yang telah memalsukan kematiannya setidaknya menyembunyikan diri, kan? rupanya dalam kasus ini, kepolisian Prancis memperoleh informasi berharga adanya beberapa "transaksi mencurigakan" berupa pembelian istana seharga US$3,45 juta (setara Rp51 miliar) di pedesaan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan Luxembourg milik Malinovskiy.

Sudah jelas Malinovskiy tidak mendengarkan penjelasan pakar. Para ahli menjelaskan cara terbaik memalsukan kematian adalah dengan hidup sederhana dan tidak mewah—artinya ya, jangan beli istana seharga US$3 juta di Prancis buat hidup sebagai buronan Maliiiihhhh.

Kacaunya lagi, bangunan istana itu terbuka untuk umum—kamu bisa melakukan tur istana cukup dengan membayar tiket US$10 untuk melihat aula yang megah sembari mendengar kisah sejarah istana yang diwariskan "dari generasi ke generasi." Tapi bisa disimpulkan sekarang istana tersebut bisa dijadikan museum yang menyimpan kisah seorang koruptor yang berusaha mencuci uang dan memalsukan kematiannya sendiri, walau akhirnya gagal.

Follow Drew Schwartz di Twitter.