10 Pertanyaan Penting

10 Pertanyaan Penting yang Ingin Anda Ajukan Pada Pawang Harimau

Gimana sih cara menjinakkan harimau biar selalu nurut sama manusia? Ternyata harimau punya ikatan batin yang kuat dengan pawangnya lho. Kami ngobrol sama penjaga harimau, mengajukan pertanyaan yang selama ini bikin kita penasaran.

oleh Asad Asnawi
02 Juni 2018, 5:06am

Semua foto oleh Andriana

Di Indonesia, pawang adalah jenis pekerjaan yang tak pernah bisa dianggap biasa. Seakan-akan cuma orang dengan kemampuan adikodrati, sulit dipelajari sembarangan, bisa menjadi "pawang". Lihat saja pawang hujan, pawang ular, atau yang akan diajak ngobrol oleh VICE kali ini: pawang harimau. Ini jenis profesi sekilas tampak berbahaya. Secara alamiah, harimau adalah karnivora yang dapat mematikan siapapun di habitat aslinya. Tiga bulan lalu, sempat diberitakan di Provinsi Riau, buruh bangunan tewas diterkam harimau. Yah, walaupun bukan salah harimaunya sih. Berdasarkan data, penyebab puluhan insiden orang di Tanah Air tewas akibat diserang hewan liar macam harimau atau ular adalah dampak ekspansi lahan yang dilakukan manusia sendiri. Manusialah yang lebih dulu merebut habitat binatang-binatang tadi.

Namun tak bisa dipungkiri, butuh nyali ekstra menjadi perawat binatang yang bisa melukaimu ketika ia semakin dewasa. Susilo, pawang harimau di komplek Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, termasuk yang punya keberanian lebih. Kepada VICE, dia berbagi cerita bagaimana bisa akhirnya memilih profesi sebagai pawang.

Lelaki kelahiran 21 Februari 1995 ini, bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan iseng dan nyeleneh yang ditanyakan oleh VICE. Tentu pertanyaan ini mewakili keingintahuan awam tentang seluk beluk profesinya. Mulai dari apakah dia sempat tergoda membawa pulang bayi harimau untuk dirawat sendiri di rumah, berapa kali dia dicakar atau digigit anak asuhnya, dan apa yang paling ditakuti seorang pawang harimau, manusia yang kita pikir sudah putus urat takutnya.

Berikut cuplikan obrolan kami:

VICE: Bagaimana cerita awalnya kamu bisa menggeluti pekerjaan sebagai penjaga harimau di Taman Safari Prigen?
Susilo: Baru lima tahunan kok. Waktu itu, saya baru lulus dari sekolah. Kebetulan, saya sekolah di SMK jurusan peternakan. Tadinya saya masih ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Tapi terkendala biaya. Daripada menganggur, saya coba cari informasi lowongan pekerjaan di internet, ternyata di Taman Safari ini lagi buka lowongan. Jadi, saya iseng-iseng mencobanya, ternyata diterima. Kebetulan juga, saat itu harimaunya baru melahirkan. Si Yoan (harimau yang ikut diajak saat Susilo diwawancarai VICE-red) ini dan dua saudaranya yang lain. Oleh pihak manajemen, ternyata saya langsung ditaruh di bagian harimau.

Harimau dikenal sebagai binatang buas, bagaimana menjinakkannya? Pernahkah merasa takut atau grogi?
Saya memang suka dengan binatang. Di rumah, saya punya beberapa ekor kucing. Tapi ini kan harimau. Jadi, kalau grogi itu pasti. Apalagi pas awal-awal dulu. Ada proses belajar dari yang sudah-sudah. Terus baca-baca referensi bagaimana tips menghadapi binatang buas seperti harimau ini. Untuk pemula, tidak mungkin langsung disuruh jadi penjaga harimau. Bisa-bisa penjaganya yang malah dimakan. Proses pendekatannya dari nol. Kalau ada harimau yang baru melahirkan, biasanya penjaga langsung melakukan pendekatan dengan merawatnya. Memang harus begitu.

Biar terjadi kedekatan, merawatnya harus dimulai dari masih bayi itu. Harus ikut merasakan, benar-benar menjiwai. Bahkan, saya juga pernah beberapa hari ngeloni, ikut tidur dengan bayi harimau ini di kandangnya sewaktu masih kecil dulu. Dari sana, hubungan emosi itu akan terjalin. Karena sering dielus-elus, diperlakukan dengan halus, si harimau juga pasti akan nurut sama kita.

Kenapa kamu memilih menekuni pekerjaan ini?
Saya rela menekuni ini, jauh dari keramaian, tiap hari yang dilihat hanya binatang, ya karena suka. Saya memang suka dengan binatang.

Pernahkan kamu berpikir membawa pulang bayi harimau untuk dirawat sendiri?
Kalau itu ya pasti. Setiap orang yang suka binatang, pasti memiliki khayalan jika rumahnya banyak hewan-hewan. Apalagi ini harimau. Membayangkan punya harimau, pasti ada. Rasanya seperti apa begitu membayangkan punya harimau di rumah. Karena kan memang tidak semua orang punya keberanian berdekatan dengan harimau. Tapi itu tidak mungkin. Selain merawatnya susah karena harus kasih makan daging tiap hari, harimau juga masuk satwa yang dilindungi. Bisa-bisa masuk penjara saya. Akhirnya ya, itu seperti mimpi yang enggak bakal terwujud. Dan lagi, sekarang ini kondisi populasi harimau juga semakin sedikit. Biar di sini saja, lebih terjamin karena juga ada dokter hewannya.


Tonton dokumenter VICE soal tren hobi berbahaya orang super tajir di Arab memelihara singa ataupun harimau di rumah:


Apa yang paling tidak kamu sukai dari pekerjaan ini?
Sepertinya tidak ada. Paling ya terkadang bosan karena hari-hari hanya di kandang, kan agak jauh juga dengan permukiman. Yang dijumpai juga binatang. Tapi, soal tidak suka adalah ketika ada pengunjung yang agak usil. Namanya juga pengunjung. Kadang-kadang kan ada saja yang usil dengan melempar makanan ke satwa yang lagi ditunjukin.

Seberapa dekat hubunganmu dengan harimau yang dirawat?
Saya sih merasa sangat dekat. Saking dekatnya, terkadang si Yoan itu bisa merasakan apa yang dirasakan penjaganya. Jadi begini, mungkin karena sudah saya rawat sejak masih bayi, jadi saya dianggap seperti bapaknya ya. Jujur, kalau Yoan itu tidak pernah rewel. Yang terjadi itu biasanya malah dari saya. Kalau saya lagi nggak enak hati atau lagi badmood, Yoan mendadak jadi pendiam, tidak banyak bertingkah. Kalau sudah begitu, biasanya cuma duduk, diam, sambil narik-narik.

Jika harimau sakit, apa yang kamu lakukan?

Selama saya menjadi penjaga sih belum pernah ada harimau yang sakit. Kebetulan, di sini kan ada klinik kesehatannya juga. Lengkap dengan fasilitas dan dokter hewannya. Jadi, secara berkala juga selalu kita bawa ke klinik untuk kontrol kondisinya, berat badannya, dan lain-lain juga. Selebihnya, perawatan rutin seperti biasa. Memandikannya, memberinya makan setiap hari dua kali, serta memberinya susu.

Kalau ada tanda-tanda sedang tidak enak badan, ya langsung segera dibawa ke klinik. Di Taman Safari sini, saat ini ada dua jenis harimau. Yakni, harimau Benggala dan harimau Sumatera yang memang khas Indonesia. Totalnya ada enam ekor.

Berapa kali dirimu dicakar atau digigit sampai luka?
Tidak pernah. Ya karena dari kecil selalu saya perlakukan dengan baik, jadinya ya penurut. Kalau sekadar gigitan-gigitan kecil, itu sih biasa. Karena bagi harimau seperti Yoan, itu adalah kode untuk mengajak bermain. Makanya, selain menggigit, kadang juga sampai naik-naik ke badan, seperti minta digendong begitu. Karena sudah lama, jadi saya juga sudah mengerti apa maunya.

Pernahkah terbersit pikiran mencari pekerjaan lain?
Sementara ini belum pernah sih. Ya, karena saya juga tidak punya pengalaman kerja di bidang lain. Selain itu, saya juga sudah terlanjur senang. Pekerjaan seperti saya ini kan seperti bermain, tapi dibayar. Anggap saja seperti itu, seperti main dengan kucing di rumah.

Apa perasaanmu melihat harimau di Indonesia masih sering jadi sasaran pemburu liar?
Itu yang sangat disayangkan. Masih saja ada yang berburu harimau untuk tujuan komersial. Bagi orang-orang dengan kantong tebal, rela membayar ratusan juta untuk seekor harimau. Karena bagi mereka, sebuah kebanggan tersendiri bisa memiliki harimau. Ya, semacam gengsi sebagai orang berduit lah. Sekarang ini, harimau di Indonesia sudah terancam punah. Satu-satunya yang masih tersisa itu ya harimau Sumatera. Dulu kita punya tiga jenis harimau. Yakni harimau Bali, harimau Jawa dan harimau Sumatera.

Dua jenis yang saya sebut pertama itu sudah punah karena banyak diburu, salah satunya. Sekarang yang masih ada harimau Sumatera itu. Itu pun, kondisinya makin terpojok karena permukiman juga semakin padat dan luas. Makanya, kapan hari sampai ada yang berkeliaran di permukiman ya karena harimau-harimau itu makin tidak nyaman habitatnya semakin terbatas. Padahal, harimau menjadi salah satu satwa kebanggaan Indonesia, bisa menjadi simbol. Makanya, yang masih ada ini ayo benar-benar dijaga. Jangan malah diburu.


10 Pertanyaan Penting adalah kolom VICE Indonesia untuk mengajak pembaca mendalami wawancara bersama sosok yang jarang disorot, padahal sepak terjangnya bikin penasaran. Baca juga wawancara dalam format serupa dengan topik dan narasumber berbeda di tautan berikut:

10 Pertanyaan yang Selalu Ingin Kamu Sampaikan Pada Polisi Pembakar Narkoba

10 Pertanyaan Ingin Kalian Ajukan Pada Pengacara Teroris

10 Pertanyaan Penting Untuk Pengusaha Judi Online Tanah Air