Iklan
pengentasan kemiskinan

Skotlandia Jadi Negara Pertama yang Sediakan Pembalut dan Tampon Gratis untuk Semua Siswa Sekolah

Program senilai Rp99,2 miliar ini merupakan langkah besar dalam memberantas kemiskinan, yang menyebabkan ratusan ribu perempuan muda berjuang untuk membeli produk sanitasi dasar.

oleh Georgie Wright
03 September 2018, 4:12am

Gambar via Pixabay

Untuk pertama kalinya di dunia, Skotlandia akan menyediakan produk sanitasi secara cuma-cuma di semua sekolah dan perguruan tinggi.

Proyek sebesar Rp99,2 miliar ini merupakan langkah besar untuk memberantas kemiskinan, yang mengakibatkan ratusan ribu perempuan muda berjuang untuk membeli produk primer sanitasi. Sebuah survei yang dilakukan pada awal 2018 oleh Young Scot—badan amal anak muda dan kewarganegaraan—menunjukkan bahwa sekitar seperempat responden di sekolah menengah, universitas atau perguruan tinggi mengalami kesulitan mengakses produk sanitasi pada tahun sebelumnya.

“Ini merupakan langkah maju yang besar dalam kampanye melawan kemiskinan dalam hal menstruasi,” kata MSP Pekerja Skotlandia Monica Lennon kepada The Guardian. “Akses ke produk menstruasi seharusnya menjadi hak, terlepas dari penghasilan seseorang, itulah mengapa saya bergerak maju dengan rencana undang-undang untuk memperkenalkan sistem universal akses gratis ke produk menstruasi untuk semua orang di Skotlandia. Tidak ada yang harus menghadapi penghinaan karena tidak dapat mengakses produk penting ini untuk mengelola menstruasi mereka.”

Dan bukan hanya politisi yang berkampanye melawan kemiskinan menstruasi. Seperti yang dilaporkan oleh BBC, tiga penggemar Celtic—Orlaith Duffy, Erin Slaven dan Mikaela McKinley—telah memulai kampanye yang disebut ‘On the Ball’ yang bertujuan untuk mendapatkan produk menstruasi gratis di stadion sepak bola di seluruh Inggris.

“Saya berada di lapangan sepakbola pada awal tahun dan memperhatikan bahwa produk menstruasi terkunci di mesin, keranjang sanitasi tidak ada di setiap toilet, dan itu bukan prioritas untuk klub sepak bola,” ujar mahasiswa politik 21 tahun Erin kepada BBC Sport. “Itu bukan berarti kami dibuat merasa tidak diinginkan, tapi kami bukan prioritas klub sepakbola dan kami benar-benar sadar akan hal itu.” Inisiatif ini telah diterima di Celtic, dengan enam klub lainnya di Skotlandia dan Inggris—termasuk Tranmere Rovers, Barnsley dan Kilmarnock— segera mengikuti.

Amika George adalah wanita muda lain yang memelopori gerakan kemiskinan, dengan kampanye datang bulan gratisnya itu. Remaja berusia 18 tahun itu mengatakan kepada iD tahun ini, “Ketika saya menemukan bahwa begitu banyak gadis harus membuat alas sendiri dari kaus kaki, koran dan toilet karena mereka tidak mampu membeli produk mengatasi datang bulan saya bertekad untuk melakukan sesuatu.” Dia bertujuan untuk mendapatkan dukungan pemerintah untuk menyediakan produk menstruasi gratis untuk anak-anak pada makanan sekolah yang menggratiskan makan.

Kamu dapat membaca lebih lanjut tentang bagaimana kemiskinan merugikan perempuan selama sisa hidup mereka—dan mengapa itu harus berakhir—di bawah ini.