The VICE Guide to Right Now

Kalian Akan Bisa Memantau Sudah Berapa Lama Buang-Buang Waktu Ga Jelas di Instagram

Manajemen Instagram sendiri yang menyediakan fitur tersebut. Bagi sebagian orang, fitur ini bisa bikin jauh lebih sedih dibanding lihat postingan orang tajir pamer di feed.
02 Agustus 2018, 4:18am
Photo via Hero Images / Getty

Orang cenderung lupa waktu kalau sudah buka Instagram. Saking asyiknya nge-scroll postingan teman, kita tak sadar sudah menghabiskan waktu berjam-jam di Instagram. Selain itu, kita dipaksa mengunggah foto dengan filter yang bagus agar feed terlihat rapi dan disukai banyak orang.

Aplikasi berbagi foto ini juga membuat kita mudah iri dengan "kebahagiaan" orang lain dan merasa hidup kita membosankan karena jarang jalan-jalan atau nongkrong bareng teman. Melihat ini, tak heran kalau Instagram menyandang gelar platform media sosial terburuk bagi kesehatan mental pengguna.

Setelah sebelumnya mengeluarkan fitur “mute” yang berguna menyembunyikan postingan orang tanpa berhenti mengikuti mereka, kali ini tim well-being Instagram—yang sekarang dimiliki Facebook—akan meluncurkan fitur baru yang membantu pengguna membatasi waktu mereka di Instagram dan Facebook.

Buzzfeed News melaporkan bahwa Facebook dan Instagram akan segera menampilkan dashboard yang dapat menunjukkan berapa lama waktu yang kamu habiskan setiap harinya di aplikasi tersebut. Fitur ini juga akan memberikan informasi rata-rata waktu main Facebook dan Instagram per minggu. Kamu dapat mengatur batas waktu yang diinginkan, dan nanti akan ada notifikasi "pengingat harian" saat waktu mainmu habis. Kamu juga bisa membisukan push notificationnya hingga delapan jam.


Tonton dokumenter VICE mengenai bisnis livestreaming mirip BIGO yang bikin perempuan-perempuan di Cina tajir mendadak:


"Fitur ini bisa membantu pengguna mengetahui berapa lama waktu yang mereka habiskan di Facebook dan Instagram. Dengan begitu, mereka bisa mengatur seberapa lama mereka ingin membuka aplikasi," ujar Ameet Ranadive, kepala tim kesejahteraan Instagram, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Fiturnya akan dirilis dalam beberapa minggu ke depan. Ini adalah upaya Facebook untuk menangani masalah citra tubuh negatif, kesepian, kecemasan dan depresi yang dialami pengguna setelah terlalu lama memainkan kedua aplikasi tersebut.

Akankah pengguna memanfaatkannya? Mampukah fitur ini mengatasi kecanduan pengguna? Kita lihat saja nanti. Menurut saya pribadi, pengguna bisa saja menghapus aplikasi dari ponselnya dan menghabiskan waktu di luar rumah kalau memang merasakan dampak negatif Facebook dan Instagram.

Follow Lauren Messman di Twitter.