Iklan
Pengaruh Alkohol

Pengemudi Mabuk yang Sebabkan Kecelakaan Maut Bisa Dihukum Mati di Taiwan

Anggota parlemen juga berencana meningkatkan denda maksimum dan masa hukuman bagi orang yang menyetir dalam keadaan mabuk.

oleh Edoardo Liotta
05 April 2019, 4:35am

Foto ilustrasi dari Unsplash.

Taiwan berencana untuk memperberat hukuman kasus mengemudi di bawah pengaruh alkohol (DUI) menjadi hukuman mati. Kelompok penggiat HAM tidak menerima dengan baik usulan tersebut. Mereka mendesak agar usulannya tidak diteruskan.

Kantor berita Channel News Asia melaporkan bahwa kabinet Taiwan pada Kamis (28/03/2019) menyetujui rancangan amandemen KUHP, yang akan memaksimalkan hukuman bagi pengendara mabuk hingga hukuman mati.

Hukuman tersebut bisa diterapkan apabila tindakannya dianggap “disengaja”. Undang-undang baru ini juga akan menambah masa hukuman penjara bagi siapa saja yang berulang kali melanggar peraturan lalu lintas dalam rentang waktu lima tahun.

Kementerian Hukum Taiwan mengatakan dalam pernyataan bahwa, "Kasus kecelakaan maut karena berkendara di bawah pengaruh alkohol merajalela (di Taiwan) … pengemudi mabuk membawa kendaraannya secara serampangan sehingga akhirnya mereka menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa. Perilaku mereka membawa kerugian pada keluarga korban dan menciptakan penyesalan yang tidak dapat diperbaiki."

Meskipun rancangan tersebut belum mendapat persetujuan parlemen, kelompok HAM di Taiwan secara terang-terangan menentangnya. Bersama dengan kelompok lain, Asosiasi Hak Asasi Manusia Taiwan mengeluarkan pernyataan yang berbunyi, “Tak ada bukti dan penelitian kuat yang menunjukkan hukuman dan undang-undang berat bisa mencegah tindakan mengemudi di bawah pengaruh alkohol.”

Mereka juga menyarankan agar para politikus membuat undang-undang yang “lebih rasional untuk menuntaskan tindakan irasional seperti menyetir dalam keadaan mabuk.”

Menurut statistik pemerintah yang dikutip oleh The Taipei Times, ada lebih dari 100.000 kasus DUI di Taiwan dan 40.000 di antaranya melibatkan pelanggar berulang. Peraturan saat ini mewajibkan pelanggar pertama kali untuk mengikuti kelas “pendidikan kehidupan” selama enam jam, sementara pelanggar berulang harus mengambil kursus 12 jam selama dua hari. Pengemudi mabuk yang menyebabkan kecelakaan fatal dapat dihukum hingga 10 tahun penjara.

Follow Edoardo di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.