Tabrakan 2 Lubang Hitam Terdeteksi dari Bumi, Mempengaruhi Ruang dan Waktu
Sumber gambar: LIGO/Caltech/MIT/Sonoma State (Aurore Simonnet)
Luar Angkasa

Tabrakan 2 Lubang Hitam Terdeteksi dari Bumi, Mempengaruhi Ruang dan Waktu

Bukan kali pertama fenomena semesta ini bisa dipantau oleh detektor di fasilitas LIGO Amerika Serikat.
09 Juni 2017, 6:25am

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Coba bayangkan deh: Dua buah lubang hitam raksasa bertabrakan—hasilnya malah jadi lubang hitam yang jauh lebih besar lagi—dan menyebabkan gelombang dalam ruang dan waktu. Fast forward tiga miliar tahun setelahnya, atau tepatnya tanggal 4 Januari lalu, riak itu terdeteksi di Bumi.

Simulasi tabrakan dua lubang hitam GW170104. Video: Max-Planck-Institut für Gravitationsphysik (Albert-Einstein-Institut)

Ini adalah kali ketiga gelombang gravitasi berhasil dideteksi oleh detektor kembar Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO), dan memberi kita cara yang benar-benar baru untuk mengamati alam semesta. Baru-baru ini, temuan gelombang gravitasi dipublikasikan dalam Physical Review Letters.

"Dari penemuan ini, kita bisa belajar lebih banyak tentang bagaimana bintang meledak," ujar Harald Pfeiffer, peneliti utama proyek ini yang berasal University of Toronto sekaligus associate professor di Canadian Institute for Theoretical Astrophysics. Pfeiffer adalah salah ilmuwan dalam kolaborasi LIGO, yang mencakup 1.000 ilmuwan di seluruh penjuru di dunia. "Temuan ini mengkonfirmasi bahwa ada banyak lubang hitam yang bersinggungan di alam semesta," ujarnya saat dihubungi lewat sambungan telepon.

Saat Albert Einstein mulai mengembangkan teori relativitas tahun 1915, tak ada yang berpikir bahwa di masa depan bakal ditemukan cara untuk mengamati gelombang gravitasi. Namun, pada tahun 2016, untuk pertama kalinya, gelombang gravitasi terdeteksi, membuktikan bahwa dugaan Albert Einstein benar. LIGO memberi para ilmuwan cara baru mengamati lubang hitam dan informasi tentang fenomena alam ini.

Tabrakan antara lubang hitam yang terakhir terdeteksi terjadi antara dua lubang hitam yang memiliki masa 31 dan 19 kali matahari. Dari tumbukan ini, muncul lubang hitam baru yang setara dengan 49 kali massa matahari dan sisa massa lainnya berubah menjadi energi graviratasi. Umur tabrakan ini dua kali lebih tua dari tabrakan lubang hitam yang pertama terdeteksi dan letaknya dua kali lebih jauh dari tabrakan pertama. Jika yang pertama terjadi 1,3 miliar tahun lalu, ledakan kedua terjadi 1,4 miliar tahun yang lampau.

"Kami mendapatkan konfirmasi keberadaan lubang hitam raksasa dan jauh lebih besar dari massa 20 matahari—obyek besar seperti ini tak pernah kita tahu ada di luar sana, sampai terdeteksi LIGO," tutur David Shoemaker dari MIT, juru bicara LIGO Scientific Collaboration, dalam sebuah pernyataan. .

Tabrakan antara dua buah lubang hitam menghasilkan lebih banyak tenaga dari semua cahaya yang dipancarkan oleh semua bintang dan galaksi di semesta ini dalam satu waktu.

"LIGO kini mulai mendapatkan tempat sebagai perangkat yang bisa diandalkan untuk mengamati bagian gelap dari alam semesta." ujar direktur eksekutif LIGO Laboratory David Reitze lewat sebuah pernyataan. LIGO Colllaboration berharap segera bisa mengamati fenomena yang lebih aneh lagi dalam waktu dekat—benturan antara neutron bintang, yang merupakan bagian yang luruh dari bintang mati.