Budaya

Usai 30 Tahun Memalsu Karya Seni, Lelaki AS Insyaf dan Jadi Detektif Seni Rupa

Dalam dokumenter VICE ini, Ken Perenyi membongkar trik pemalsuan benda seni yang sering terjadi di berbagai negara. Kini dia membantu kolektor menghindari penipuan.
24 Maret 2020, 4:15am

Dulu, Ken Perenyi mencari nafkah dengan cara memalsukan karya seni orang lain. Dia menjalani profesi ini selama hampir 30 tahun, sebelum akhirnya berhenti melakukannya.

Sejak dua agen FBI mengepung rumahnya di Florida, Ken menghabiskan lima tahun menjalani investigasi terkait aksi penipuannya. “Karya” Ken bisa lolos masuk rumah lelang internasional karena yang dipalsukan berasal dari seniman abad ke-19, seperti James E. Buttersworth.

“Imitasi adalah pujian paling tulus. Seniman yang saya tiru 99 persen sudah lama meninggal. Saya melakukan ini untuk menghormati mereka,” Ken memberi tahu VICE News.

Meski akhirnya Ken tidak didakwa melakukan kejahatan, dia memutuskan untuk banting setir. Ken kini secara legal menjual reproduksi asli kepada para penikmat seni yang ingin memiliki karya seni mewah dengan harga miring.

VICE News berkunjung ke rumah Ken untuk belajar lebih banyak soal kejahatan dalam dunia seni. Menurutnya, seniman kulit hitam di Amerika rentan menjadi sasaran pemalsuan.

Dokumenter ini sudah tayang lebih dulu di HBO pada 30 Agustus 2019.