Health

Sedikit Lagi, Malaria Bisa Diberantas

Kita sudah sangat dekat dengan pembasmian malaria, tapi masih kurang sedikit lagi. Kalau kita tidak meningkatkan pendanaan secara signifikan, ada resiko kita akan kehilangan semua kemajuan yang telah dicapai.

oleh Kaleigh Rogers
13 September 2016, 10:46am

Foto oleh iStock

Artikel ini muncul di majalah VICE edisi Juni.

Bulan lalu, saya mengunjungi Tanzania untuk melaporkan malaria. Nama malaria datang dari bahasa Italia mal'aria, yang artinya "udara yang buruk." Nama ini diberikan di saat kita masih suka memberi moniker yang puitis untuk penyakit dan kita masih percaya bahwa infeksi yang bersifat parasitik menyebar melalui udara, dan bukan gigitan nyamuk yang menular. Ini bukti bahwa malaria merupakan salah satu musuh kita yang paling purba dan sulit untuk dibasmi. Namun dalam dekade terakhir, dorongan global yang sangat serius untuk mengalahkan penyakit ini telah mengalami kemajuan yang luar biasa. Untuk pertama kalinya, kita dapat melihat masa depan yang bebas dari infeksi yang bisa membunuh sekitar setengah juta orang setiap tahun.

Di 15 tahun terakhir, kematian akibat malaria di dunia telah jatuh sebanyak 60 persen. Di Afrika, dimana sebagian besar infesi terjadi, kematian akibat malaria jatuh sebanyak 66 persen. Tahun lalu, untuk pertama kalinya sama sekali tidak ada laporan kasus malaria di Eropa dan setiap tahunnya daftar negara-negara yang bebas malaria terus bertambah.

Namun hal ini bukanlah tugas yang mudah. Ini bisa terjadi berkat sebuah komitmen yang diciptakan dalam sebuah pertemuan PBB di awal millenium. Didukung oleh lembaga-lembaga swadaya masyarakat, pemerintah-pemerintah dari berbagai negara menetapkan target dan menciptakan sebuah rencana untuk meng-KO-kan malaria. Salah satu strategi yang paling signifikan ternyata adalah salah satu yang paling sederhana : Semua orang yang tinggal di daerah rawan malaria harus tidur di dalam jala insektisida. Di tahun 2000, kurang dari 2 persen rumah di Afrika mempunyai jala insektisida ini. Sekarang, lebih dari setengah rumah punya. Kemampuan kita untuk mendiagnosa dan mengobati malaria juga telah meningkat; strategi teruji seperti chemoprevention musiman malaria, memberikan anak-anak obat anti malaria, dan mengontrol populasi nyamuk dengan penyemprotan insektisida di dalam rumah.

Kita sudah sangat dekat dengan pembasmian malaria, tapi masih kurang sedikit lagi. Kita mempunyai sebuah rencana yang akan memanfaatkan semua hal yang telah kita pelajari. Termasuk membiayai penelitian untuk menemukan pengobatan baru, seperti sebuah vaksin - mimpi yang mungkin bisa dicapai. Ada lebih dari 30 kandidat vaksin yang sedang diuji sekarang. Namun kita juga perlu memperhatikan ide-ide yang lebih mudah dilaksanakan, seperti membantu negara-negara mendirikan sebuah sistem untuk mengawasi malaria, terutama apabila penyakit tersebut sudah hampir bisa diberantas sendiri.

Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa pendanaan malaria tahunan perlu meningkat lebih dari tiga kali lipat di 15 tahun kedepan, dari 2.7 milyar dollar sekarang hingga 8.7 milyar dollar di tahun 2030. Kalau kita tidak meningkatkan pendanaan secara signifikan, ada resiko kita akan kehilangan semua kemajuan yang telah dicapai. Dengan kedatangan virus Zika, kita diingatkan bagaimana rasanya ketika seekor nyamuk bukan hanya sekedar hama, tapi resiko kesehatan yang sah. Untungnya kita mempunyai peluang untuk mengakhiri salah satu penyakit bawaan nyamuk yang tertua.

Artikel ini muncul di majalah VICE edisi Juni.