Dunia Kerja

Tips Meyakinkan Bos Agar Kalian Diizinkan Kerja dari Rumah

Ini tips buat yang kerja kantoran, dan sebenarnya bisa WFH di tengah pandemi, tapi tetep masuk gara-gara bosnya suka ga percaya sama anak buah. Ayo, beranikan diri merayu atasan yang kolot itu....

oleh Dhvani Solani
17 Maret 2020, 8:42am

Foto ilustrasi via Pexels/domain publik

Sebelum ada pembaca yang protes, coba kami tegaskan dulu: tidak semua pekerjaan bisa dilakukan dari rumah. Kami paham kok. Kebijakan work from home yang disarankan pemerintah tentunya tidak berlaku buat mereka yang bekerja di bisnis jasa, pelayanan publik, dan sektor informal. Tenang, ini bukan saran universal. Saran ini lebih tepatnya untuk mereka yang bekerja di sektor kerah putih, alias kantoran, dan sebenarnya bisa bekerja di manapun asal ada koneksi internet.

Sayangnya, bahkan di sektor-sektor yang memungkinkan untuk kerja dari rumah, ada banyak pegawai tetap masuk seperti biasa di tengah pandemi COVID-19. Salah satu pemicunya: bos yang enggak percayaan sama anak buah. Ada yang takut karyawan bakal leha-leha doang di rumah, lebih sibuk memikirkan sistem absensi kalau memang jadi WFH, atau ya enggak mau rugi dan menganggap datang ke kantor adalah syarat mutlak kalian layak digaji.

Buat anda-anda semua yang masuk kategori bos dan mengizinkan karyawannya sementara mengubah waktu produktif di rumah agar tetap sehat, semoga kalian selalu sejahtera dan masuk surga. Sementara yang ngeselin, dan tidak mengizinkan WFH padahal seharusnya bisa, ingat-ingalah azab yang menanti dari doa kaum teraniaya. Udah gitu kantornya tipe open space pula. Makin runyam deh.

Nah, buat kalian para pekerja yang tidak beruntung, karena bosnya tipe yang ngeselin dan tak mau mempercayai saran pakar kesehatan soal manfaat WFH, tips berikut sebaiknya kalian coba. Siapa tahu bosmu memang belum tahu kalau kerja dari rumah lebih bagus dilakukan dalam situasi pandemi global kayak sekarang. Berikut beberapa tips rayuan agar mereka luluh dan mengizinkanmu WFH:

Tawarkan solusi teknologi untuk memastikan produktivitas terjaga

Bos manapun pasti khawatir WFH akan membuat karyawan tidak produktif seperti biasanya. Mereka takut kalian cuma tiduran di rumah, ngemil, lalu nonton layanan streaming alih-alih bekerja. Ingat, bosmu mungkin di dari generasi X atau malah baby boomer, yang kadang lupa kalau ada solusi teknologi untuk memastikan pekerjaan tak terbengkalai. Kasih tahu mereka kalau ada aplikasi seperti Slack yang membuat diskusi real time antar divisi berjalan normal, selama ada internet. Kalian juga bisa menyarankan atasan agar menggelar video call via Google Hangout selama 10 menit di awal dan akhir jam kerja. Kalau mereka jenis yang gaptek, ajari pelan-pelan sekaligus install-kan aplikasi-aplikasi penunjang produktivitas tersebut di komputer mereka.

Rajin kirim link berita corona ke bos

Perkembangan pandemi COVID-19 mudah ditemukan saat ini, nyaris semua media massa sedunia meliputnya. Data valid juga tersedia dari situs yang dibuat Kemenkes atau kampus besar seperti Johns Hopkins. Kirim saja link atau screenshot perkembangan data terbaru, demografi pasien tertular, bahaya kalau tidak terjadi social distancing, serta artikel soal manfaat WFH ke mereka. Jangan berlebihan. Ya sehari dua kali gitu, bisa lewat WhatsApp kalau kalian cukup dekat, atau lewat email kantor.

Kipasi ego mereka supaya terdorong mengizinkan WFH

Usahakan saat si bos sedang lewat, kamu dan sesama karyawan lain pura-pura bergosip soal kantor pesaing atau instansi lain yang sudah melakukan WFH secara total tanpa masih disibukkan sama absensi berlebihan. Puji bos-bos kantor lain yang mengizinkan kerja dari rumah.Taktik ini harus kompak dilakukan karyawan berbagai lini, termasuk OB. Sebar juga kasak-kusuk soal risiko kantor yang tetap buka. Kalau sempat ngobrol santai, singgung saja betapa banyak pasien COVID-19 berusia di atas 40 tahun yang meninggal, supaya mereka tersindir, lalu sebut nama bos seusianya yang sudah memberlakukan WFH.

Biarkan mereka tetap masuk kalau emang ngotot kerja

Ada jenis bos yang gila kerja. Enggak pernah ambil jatah cuti tahunan, dan masuk selalu satu jam lebih awal dari jam kantor. Jenis yang kayak gini pasti enggak betah di rumah. Maka, justru dorong mereka untuk tetap kerja dan memantau karyawan secara intensif dari kantor saja. Yakinkan jenis bos gila kerja, bahwa justru akan lebih efektif kalau mereka tetap ngantor, ketika WFH diberlakukan. Biarkan mereka menjadi martir.

Semua tips di atas gagal? Pakai cara cerdas berikut

Bosmu masih ngeyel? Berantem sama mereka bukan opsi karena kamu butuh kerja tetap dan ada cicilan yang harus dibayar tiap awal bulan? Tidak apa-apa. Pakai jatah izin sakitmu, dikombinasikan sama jatah cuti tahunan kalau memang kamu khawatir sama persebaran COVID-19 di wilayah sekitar kantor. Jatah cuti mepet? Ya sudah, paksa dirimu datang ke kantor, tapi pasanglah muka bete, enggak usah ngobrol sama bos bahkan perlihatkan upaya kalian menghindari mereka, cuci tangan yang rajin, dan selalu ingat bahwa doa kaum teraniaya akan dikabulkan oleh Tuhan.

Follow Dhvani di Instagram.

Tagged:
Coronavirus
Work from home
Kerja Kantoran
Kerja dari rumah
Virus Corona
COVID-19
Pandemi