Pernikahan

Di Jogja Ada Nikah Virtual Pakai Green Screen, Opsi Menarik Pasangan Kebelet Pesta

Konsepnya livestreaming, tetap bisa pesta mewah, ramai undangan, makan-makan, bisa nerima sumbangan, dan yang penting: patuh protokol kesehatan. Malah, konsep ini bisa dipakai sesudah pandemi berlalu.
13 Mei 2020, 5:42am
Menikah virtual pakai green screen solusi alternatif resepsi kawinan
Screenshot dari arsip pernikahan virtual akun instagram WO Alleyaweddingcenter

Ini saatnya normal yang baru. Dikutuk dengan pemerintah yang telat menanggapi corona namun pengin kelar paling dulu, kita enggak akan pernah tahu kapan pandemi ini berakhir.

Dua bulan swakarantina, penggemar musik udah mulai berdamai dengan nonton konser via livestreaming. Kemarin (12/5), giliran sebuah wedding organizer (WO) asal Yogyakarta bernama GM Production mencoba menerapkan konsep serupa di lahan industrinya: nikah virtual!

Rekaman acara ini viral di media sosial karena mereka pakai green screen sebagai pengganti dekorasi pelaminan dan meski tanpa kehadiran tamu secara fisik, undangan tetap bisa terlibat dalam acara, dapat makanan katering, dan ngasih yang sumbangan.

Fix deh, dua clue gimana hidup normal yang baru udah ditemukan. Berkat teknologi video live streaming dan green screen, macam-macam peristiwa yang biasanya offline bisa dipindahkan hampir seutuhnya ke dunia virtual.

Video percontohan nikah virtual ini direkam di studio GM Production selama 2,5 jam. Direktur GM Production Yurry Apreto kepada Kumparan mengklaim menjalankan protokol kesehatan dalam proses pembuatan video. Melalui post Instagram GM Production, ada gambaran gimana maksud konsep nikah virtual usulan WO tersebut.

Pertama, g__reen screen berfungsi agar latar dekorasi kayak gebyok pelaminan enggak perlu dibangun fisiknya beneran, tetapi "ditempel" dan hanya muncul di video. Soalnya, paket yang dijual ini mewajibkan proses pernikahan direkam di studio GM Production. Si green screen jadi nilai plus banget karena pengantin bisa memilih latar pelaminan sesuka hati mereka.

Kedua, hadirinnya terbatas. Hanya kedua mempelai, orang tua mereka, petugas KUA, dan tim WO yang akan memandu prosesi. Undangan akan dikirimi tautan video live streaming yang cara kerjanya kayak kita rapat online, dengan jumlah undangan maksimal seribu orang. Di studio nanti akan dipasang videotron berukuran 3 x 4 meter untuk menampilkan wajah-wajah undangan yang online buat nonton. Acara salaman akan diganti dengan momen pengantin menyapa pemirsa satu per satu.

Ketiga, suvenir dan makanan untuk undangan akan dikirimkan WO lewat kurir ke rumah masing-masing. Terakhir, selama prosesi pernikahan, ada ada teks berjalan di layar yang menampilkan nomor rekening yang punya acara biar undangan tetap bisa ngasih "amplop".

Untuk bikin video percontohan ini, Yurry ngajakin sejumlah pihak seperti MC dan make-up artist, yang langsung disambut gembira. Doi berharap geliat industri kreatif, terutama para EO dan WO, bisa muter lagi.

"Dua atau tiga minggu yang lalu kita ditantang untuk kasih ide kreatif untuk bangkitin industri kreatif di tengah pandemi corona. Salah satunya adalah [dengan] virtual wedding. [Tantangannya] kita berusaha menghadirkan [nuansa] khidmat, momen yang emosional dari resepsi. Alhamdulillah dapet. Kemarin kita coba [hasilnya] amazing," kata Yurry Apreto.

Begitu video contoh nikah virtual ini viral, Yurry berharap pasangan yang tidak bisa mengundurkan tanggal ijab qabul di tengah corona mau mempertimbangkan opsi nikah virtual.

Emang bisa dibilang target pasar ini cukup menjanjikan. Selama bulan Ramadan, Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama mencatat hampir tiga ribu pasangan yang menikah. Hikmah corona: proses daftar mendaftar pernikahan jadi lebih efektif karena cukup masuk ke laman simkah.kemenag.go.id saja. Selain itu, syarat pendaftaran macam sertifikat layak kawin juga ditiadakan karena bimbingan kawin enggak bisa dilaksanakan.

"Bulan April sampai Mei 2.743 [yang menikah] di bulan Ramadhan ini. Kemudian yang mendaftar nikah di bulan Mei [ada] 15.651," ujar Kasubdit Mutu Sarana Prasarana dan Sistem Informasi Kemenag Anwar Saadi dilansir Detik.

Lihat, ada lima belas ribu orang tidak gentar menikah di masa-masa sulit ini. Corona nol, cinta sejati satu.

Iklan