Iklan
Perang Resto Cepat Saji

Secara Mengejutkan, McDonald's Kalah Dari Waralaba Burger Irlandia Soal Paten Merek 'Mac'

Jaringan cepat saji Supermac’s sukses mengalahkan raksasa global itu di meja hijau, walau lingkupnya Eropa doang. Akankah muncul kasus serupa di benua lain?

oleh Jelisa Castrodale
23 Januari 2019, 6:48am

Foto oleh  Niall Carson - PA Images via Getty Images 

Waralaba makanan cepat saji Supermac’s mempunyai sekitar 100 cabang di Irlandia dan Irlandia Utara, tetapi belum berhasil memperluaskan cabangnya ke Eropa, Inggris, atau Australia. Padahal, mereka bukannya tidak mau melebarkan sayap. Terus, apa masalahnya? Ternyata cuma gara-gara tiga huruf dalam namanya: 'Mac. Merek dagang dengan istilah Mac dianggap eksklusif milik McDonald's, raksasa siap saji asal Amerika Serikat.

McDonald’s, dengan lebih dari 37.000 cabang di seluruh dunia selama tiga tahun terakhir mendesak pengadilan agar melindungi hak mereka atas merek Mac. Perusahaan multinasional ini mengklaim pelanggan bisa bingung jika muncul restoran Supermac’s di belahan dunia lain. Pengacara McDonald's dalam sidang memasang muka serius dan bersikeras bahwa setiap restoran dengan kata “Mac” otomatis mengingatkan populasi dunia terhadap Big Mac dan roti wijen.

Ternyata Pengadilan Sengketa Kantor Hak Cipta Uni Eropa (EUIPO) memutuskan McDonald’s tak boleh lagi menguasai merek dagang istilah “Big Mac” di Benua Biru, karena belum bisa membuktikan “penggunaan asli” istilah tersebut selama lima tahun terakhir. Menurut the Irish Times, putusan ini membuka pintu untuk perluasan Supermac’s di beberapa negara lain.

McDonald’s rutin menggugat segala bisnis kuliner yang memakai “Mac” atau awalan “Mc-” (contohnya perusahaan yang memiliki MacCoffee). Jaringan global ini sudah mendaftarkan nama “Big Mac” untuk penggunaan dalam makanan dan restoran-restoran di Eropa. Akibat pendaftaran ini, McDonald’s merasa semua cabang Supermac’s akan membingungkan pelanggan mereka.

Pada 2015, rencana Supermac’s memperluas cabang terhalang oleh gugatan sepanjang 41 halaman yang diajukan McDonald’s, yang mengklaim nama Supermac’s “memanfaatkan secara tidak adil ciri-ciri unik dan prestasi nama McDonald’s. Selain itu, McDonald’s berpendapat bahwa bagian M-A-C dalam nama Supermac’s terlalu mirip dengan awalan M-C McDonald’s. (Padahal menurut Supermac’s, pelanggannya bisa membedakan kedua waralaba tersebut sejak 30 tahun terakhir.)

"Kami sadar sengketa ini menyerupai skenario Daud melawan Goliat. Tapi hanya karena McDonald’s uangnya tak terbatas, dan perusahaan kami jauh lebih kecil dibandingkan mereka, bukan berarti kami takkan berjuang," kata Pat McDonagh, pendiri dan direktur manajemen waralaba Supermac’s.

Putusan di Eropa tersebut—dan hilangnya hak cipta “Big Mac”—otomatis harus dijalankan sejak diputuskan pada Selasa pekan lalu. Tapi McDonald’s masih mengajukan banding.

"Kami akan mengajukan banding atas keputusan ini. Kami yakin hak McDonald's akan dipulihkan oleh Dewan Banding EUIPO," kata juru bicara McDonald’s saat diwawancarai RTÉ. "McDonald’s memiliki hak cipta sepenuhnya untuk merek ‘BIG MAC’ di seluruh Eropa."

Ayolah, McDonald’s, ikhlasin saja. Sukses menjajah ratusan negara, dan dapat saingan dengan nama mirip dikit di Eropa, rugi apa sih? :P

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES