Iklan
Obat Abal-Abal

'Solusi Ajaib' Kanker dan HIV Marak Dijual, Ternyata Isinya Cuma Kimia Pemutih

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyatakan suplemen kesehatan yang didukung kaum anti-vaksin setempat malah berisiko memicu gangguan hati.

oleh Tim Marcin; Diterjemahkan oleh Jade Poa
17 Agustus 2019, 9:31am

Foto dari arsip MMS/Facebook 

Produk Miracle Mineral Solution (MMS) alias Solusi Mineral Ajaib, marak dipromosikan di internet sebagai obat yang sanggup menyembuh segala macam penyakit berat. Dari HIV hingga kanker. Kabar buruknya, produk ini khasiatnya abal-abal. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat menyatakan bahwa konsumsi “obat” ini setara dengan konsumsi pemutih pakaian. Oleh karena itu, laporan warga AS yang melapor mengalami diare, tekanan darah sangat rendah akibat dehidrasi, gangguan hati, serta muntah-muntahan, mendadak melonjak akibat mengonsumsi mineral tersebut.

Selama nyaris sepuluh tahun, FDA telah memperingatkan warga AS tentang bahaya produk-produk macam ini, yang seringkali dijual dengan slogan bombastis “Solusi Mineral Ajaib,” “Suplemen Mineral Ajaib,” MMS, “Protokol Klorin Dioksida,” dan “Solusi Penyaringan Air.”

Produk-produk ini berupa cairan yang terdiri dari 28 persen natrium klorit yang dicampur air. Pengguna diinstruksi mencampur racikan tersebut dengan semacam asam – layaknya jus lemon atau jeruk nipis – kemudian mengkonsumsinya. Menurut FDA: ketika produknya dicampur dengan asam, ramuan berubah menjadi klorin dioksida, atau kimia pemutih.

"Solusi Mineral Ajaib dan produk-produk serupa tidak disetujui FDA, dan konsumsi produk ini setara dengan konsumsi kimia pemutih,” kata Ned Sharpless selaku komisaris FDA. "Konsumen dimohon tidak mengkonsumsi produk-produk ini dan tidak memberikannya kepada anak-anak atas alasan apapun."

Cairan ini dipromosikan di internet sebagai solusi untuk segala macam gangguan dan penyakit, termasuk autisme, kanker, HIV/AIDS, hepatitis, dan flu. Sebuah penyelidikan oleh NBC menjelaskan cara media sosial telah meningkatkan kepopuleran produk MMS. Para influencer ikut mempromosikan produk ini kepada pengikut mereka. Pada Mei 2019, Business Insider melapor bahwa sosok-sosok YouTube – termasuk laki-laki bernama Jim Humble, mantan Scientologis yang mendirikan gereja baru, dan penulis Kerri Rivera — mempromosikan produk-produk MMS kepada jutaan subscriber mereka sebelum kanalnya masing-masing dihapus oleh YouTube. Tak heran, produk MMS menjadi populer di komunitas anti-vaksin.

"Disinformasi mengenai kesehatan mulai memasuki kanal informasi arus utama," ujar Dr. Brittany Seymour selaku guru besar di Harvard University, kepada NBC News. "Selama ini kita mengandalkan anjuran para ilmuwan. Di masa lalu terdapat faktor yang membatasi penyebaran disinformasi, layaknya faktor geografi dan komunikasi. Berkat media sosial, faktor-faktor tersebut telah hilang."

Nyatanya produk-produk ini masih bertahan di pasar, dan tinggal tunggu waktu sampai dipasarkan di benua lain. Sejenis MMS masih dijual di situs web Walmart, supermarket terpopuler di AS. Di halaman produknya terdapat peringatan bahwa informasi produk berasal langsung dari pabrik produknya.

Data dari Persatuan Pusat Keracunan Amerika Serikat mengungkap bahwa selama lima tahun terakhir terdapat 16.000 kasus terkait “obat ajaib” ini, menurut NBC.

Artikel ini awalnya dimuat di VICE News.