Standar Kecantikan

Proyek Foto Berusaha Mengubah Secara Radikal Kesalahpahaman Soal Down Syndrome

Seri foto terkonsep matang ini menggambarkan para pengidap down syndrome sebagai manusia yang berdaya.

oleh Shannon Peter
07 November 2018, 11:03am

Nicholas Welvere berpose untuk Radical Beauty Project

Sekilas, foto-foto dari Radical Beauty Project tidak jauh berbeda dengan fotoshoot avant garde yang kamu lihat di majalah-majalah fashion kekinian. Proyek ini memanfaatkan bakat fotografer-fotografer terbaik di industri dan menampilkan gaya penataan dan make-up eksperimental—yang diarahkan secara kreatif dan konseptual. Tetapi mereka menunjukkan satu hal yang kamu pasti jarang lihat di majalah. Semua modelnya mengidap Down Syndrome.

Dari kolektif di balik Drag Syndrome, pertunjukan drag underground yang menampilkan orang dengan Down Sindrom, dan Culture Device Dance Project, kolektif penari eksperimental untuk penari profesional dengan Down Sindrom. Radical Beauty Project, menurut bio Instagramnya, “menantang opini dan pengertian kecantikan dalam kebudayaan kontemporer. Hanya menampilkan model dengan Down Sindrom.”

Kami ngobrol bareng direktur kesenian Daniel Vaid tentang apa yang dia ingin capai lewat proyek ini.

i-D: Ide ini muncul dari mana?
Daniel Vaid: Aku sudah sering bekerjasama dengan pengidap Down Sindrom. Ide ini tiba-tiba muncul pas aku lagi jalan-jalan di Hackney. Tiba-tiba, sebuah visi terbayang-bayang dan ide serta konsep muncul di otak. Aku pulang dan mencatat apa yang aku tadi bayangkan. Setelah memikirkan konsep tersebut, aku yakin ingin membuatnya menjadi kenyataan. Aku ingin bekerja dengan seniman dan fotografer top untuk membuat karya yang benar-benar istimewa. Sudah tiga tahun aku mengerjakan proyek ini.

Samuli Karala for Radical Beauty Project
Samuli Karala jadi model untuk Radical Beauty Project

Kenapa kamu memilih untuk fokus pada model dengan Down Sindrom?
Aku juga koreografer dan beberapa tahun lalu aku menggelar workshop menari untuk orang yang mempunyai Sindrom Down. Aku melanjutkan konsep itu dengan beberapa proyek lain, terus aku sadar sebagian besar dari karyaku fokus pada orang dengan Sindrom Down. Itu bukan maksudku pada awal, tapi memang ujung-ujungnya kayak gitu karena aku terinspirasi oleh orang-orang kreatif yang aku temui saat bikin proyek.

Bagaimana kamu melakukan casting untuk model?
Aku selalu bertanya pada orang dan mencari model di mana-mana. Aku mencari di jalanan, aku memasang iklan. Aku bukannya mencari model yang mempunyai gaya tertentu; siapapun bisa menjadi model. Karena proyek ini sudah lumayan terkenal, ada orang dengan Down Sindrom yang menghubungiku langsung. Model-model ini belum tentu berpengalaman di dunia modelling. Ada yang punya pengalaman seperti Sarah Gordy, yang akan menerima gelar MBE dari ratu Inggris minggu depan dan gelar doktor honorer bulan depan.

Sarah adalah aktris terkenal yang punya pengalaman di depan kamera, tapi aku juga bekerjasama dengan orang yang kurang berpengalaman. Sebenarnya setelah sepuluh menit, model-modelku menjadi nyaman di depan kamera dan berperilaku sangat profesional, seakan-akan mereka pernah menghabiskan berjam-jam di fotoshoot profesional. Aku juga melihat bahwa orang biasanya mengharapkan hasil tertentu dari orang dengan Down Sindrom dan percaya bahwa ada banyak yang mereka enggak sanggup lakukan. Nyatanya mereka salah.

Roger Weis for Radical Beauty Project
Roger Weis berpose Radical Beauty Project

Siapa dari tim kreatifmu yang paling menginspirasi kamu?
Daftarnya panjang banget; ada fotografer seni dan fotografer fashion. Setiap shoot yang kami lakukan sangat menginspirasi dan memberdayakan. Aku bisa menulis satu buku hanya tentang fotoshoot yang kami lakukan.

Bagaimana kamu menentukan konsep untuk setiap foto?
Setiap fotoshoot pasti berbeda. Dengan fotografer tertentu, kami akan merencanakan fotoshootnya beberapa minggu sebelumnya. Kadang fotografernya datang membawa idenya sendiri. Lalu ada penata rambut dan makeup yang berkontribusi -- konsepnya selalu boleh diinterpretasi. Aku enggak suka nyuruh-nyuruh orang, aku suka ngasih orang kebebasan untuk berkreasi. Semua tim kreatif penting dalam proyek ini. Sebagai tim kami menciptakan imej. Kadang, dalam prosesnya, make-up artist lah yang menentukan penampilan model kami. Di proyek ini, seorang make-up artist tak cuma diundang untuk menata rambut, mengurusi make-up, mereka bisa menentukan bentuk akhir penampilan sebuah model.

Eva Losana for Radical Beauty Project
Eva Losada berpose untuk Radical Beauty Project

Proyek ini bakal dibukukan, kira-kira kapan bukunya diluncurkan?
Bukunya bakal keluar jika kami punya uang. Saya berusaha menghindari crowdfunding karena orang mengasosiasikannya dengan sumbangan. Saya ingin merombak pandangan ini. saya tak mau orang memandangnya sebagai cara mereka membantu orang lain. Proyek ini lebih kuat dari itu. Makanya, seperti proyek seni lainnya, saya sekarang sedang mencari penerbit yang berminat dengan proyek ini.

Kunjungi website Radical Beauty Project untuk melihat foto-foto lainnya.

Artikel ini pertama kali tayang di i-D UK.