Iklan
The VICE Guide to Right Now

Sekelompok Lelaki Bajingan Memaksa Grup Penari Melepas Pakaian di Sebuah Festival di India

Kepolisian telah menangkap lima pelaku, dan masih mencari tersangka lain yang kabur.

oleh Shamani Joshi
18 Juni 2019, 9:49am

Foto via Shutterstock

Festival budaya di Kamrup, India berakhir kisruh setelah 500 massa memaksa sekelompok penari perempuan menari striptis. Para penari, yang merupakan anggota Rainbow Dance Crew dari Boko, dijadwalkan tampil dalam festival yang diadakan di desa Asolpara, Assam. Akan tetapi, penyelenggara menipu orang-orang agar membeli tiket mahalnya dengan menjanjikan penampilan panas dari bintang tamu asal Coochber, Benggala Barat. Padahal, para penari suku asli tersebut tak tahu-menahu soal itu. Penonton menjadi beringas ketika sekelompok perempuan naik ke atas panggung. Mereka menuntut supaya bintang tamu menari striptis. Berdasarkan laporan FIR, yakni dokumen tertulis pertama pihak Kepolisian yang diajukan penari, enam dari 35 anggota ditarik paksa ke belakang tirai timah. Di sana, massa berusaha melucuti pakaian mereka dan memaksanya menari sambil telanjang.

Mereka gagal melarikan diri karena kerumunan laki-laki melempari tempat persembunyian mereka dengan batu. “Penonton tidak mau mereka menari seperti biasa. Para perempuan dipaksa menari bugil,” kata Arup D. Rabha, direktur Rainbow Dance Group yang menjadi saksi mata, kepada Hindustan Times. “Penyelenggara malah berada di pihak mereka. Grup kami diancam akan ditusuk kalau menolak.”

Polisi berhasil menangkap beberapa tersangka setelah grup tari mengadukan penyelenggara festival. Proses penyelidikan tersebut masih berlangsung, dan polisi belum berhenti memburu pelaku lainnya. “...Kami sudah menangkap tiga orang lagi. Saat diinterogasi, mereka mengaku menjadi panitia acara,” Rupam Hazarika, kepala kantor polisi Chaygaon di Assam, kepada Hindustan Times. “Enam penyelenggara yang namanya disebut dalam FIR telah melarikan diri. Kami masih menyelidiki kasusnya, dan akan segera menangkap mereka.”

Diskriminasi dalam industri tari bukan masalah baru di India. Dua contohnya yaitu kondisi menyedihkan penari Launda dan sentimen rasisme soal siapa yang boleh tampil. Pada 10 Juni, lebih dari 1.000 orang turun ke jalan untuk mengkritik insiden memalukan ini dan menuntut hukuman berat bagi para pelaku.

Follow Shamani Joshi di Instagram .

Artikel ini pertama kali tayang di VICE India.