Emo Versi Anak Muda Masa Kini

Kami Minta Penggemar Hasley Menyusun Daftar Album Emo Terbaik Sepanjang Masa

"Emo sudah bangkit kok. Buktinya, Kendall Jenner aja sekarang pakai kaos Metallica." Oke deh bos!

oleh Annie Lord
30 September 2018, 4:54am

Semua foto oleh penulis.

Emo adalah genre yang paling sering disalahpahami, terutama oleh mereka yang tak pernah mendengarkan band-band dari awal subkultur ini. Para orang tua was-was gara-gara emo. Genre musik satu ini konon bisa menyebabkan anak-anak mereka bunuh diri dengan jalan memotong nadi, mencat hitam rambut dan bikin jadi gay. Saking seramnya imej emo, surat kabar yang sering menaikkan berita abal-abal macam The Daily Mail pernah menurunkan naskah dengan judul luar biasa seram Why no child is safe from the sinister cult of emo. Biar pembacanya makin merinding, tulisan itu dibuka dengan kalimat seperti ini: "Hannah cuma seorang bocah perempuan berumur 13 tahun. Hidupnya bahagia sampai dia kenal emo—tren baru menyeramkan di kalangan remaja yang meromantisir kematian."

Artikel itu jelas ngaco abis, emo sejatinya jauh lebih cupu dari itu. Jadi anak emo itu enggak harus senang meromantisir ajal. Untuk jadi anak emo—setidaknya anak emo mallcore alias bukan anak trve emo—itu gampang kok. Kamu cukup punya poni lempar, mengulaskan eyeliner yang tebal dan memakai celana panjang kondor sampai kelihatan boxernya. Kalian pikir anak emo menjadikan kesedihan sebagai raison d’etre mereka? Enggak lah. Yang mereka pentingkan cuma bagaimana cara bikin poni lempar yang hakiki dan trick mungulas eyeliner dengan efektif.

Sayangnya, untuk beberapa saat, emo pernah dianggap mati digantikan oleh tropical house atau folk senja. Padahal, emo belum sepenuhnya mampus. Bentuknya saja yang berubah. Kini, emo menyusup melalui track-track melankolis Lil Peep, Lil Uzi Vert dan Nothing,Nowhere. Lebih dari itu, emo juga sudah merasuki musisi pop masa kini. Salah satunya adalah Halsey, yang mengaku tumbuh dewasa dengan diiringi musik emo. Hasley juga mengatakan bahwa dirinya “dengan taat menghadiri Warped Tour dan rajin curhat di LiveJournal.” Lagian, sebenarnya lagu-lagu Hasley macam " Sorry" atau " Colors" bakal terdengar emo abis jika ditambahkan teriakan dan raungan gitar penuh distorsi.

Berangkat dari pemikiran ini, rasanya tak berlebihan jika kita mendampuk penggemar Hasley sebagai pihak yang paling berhak ngobrol panjang lebar tentang emo. Makanya, saya hadir dalam konser Hasley di Hammersmith Apollo dan menyempatkan mencari tahu apa album favorit versi para penggemar Hasley.

Beth (18) dan Jess (22)

Noisey: Hai penggemar Hasley, album emo favorit kalian apa sih?
Beth: Album The Black Parade-nya My Chemical Romance apalagi track "Teenagers." Aku juga suka album The All American Rejects yang Move Along. Intinya sih, semua album yang asik disetel pas patah hati adalah album terbaik sepanjang masa.
Jess: Enter Shikari yang Take to The Skies selalu dapat sambutan ramai kalau diputar di pesta rumahan. Kalau enggak, ya paling album Taking Back Sunday yang Louder.

Baisanya kalian dengerin album-album itu sambil ngapain sih? Jangan kalian memandang keluar jendela kamar atau jendela bus yang kami tumpangi sambil meresapi liriknya?
Jess: Yaelah, semua orang bakal melakukan hal yang sama kali. Semua orang juga pengin masuk film. Semua orang pengin cepet-cepet pulang dan menjelajahi Tumblr cuma buat ngeliat-liat kaus kaki sedengkul dan tatto sleeve. Tapi maaf ya, kebiasan macam itu udah ketinggalan zaman—semua orang sekarang jadi perek Instagram. Tapi tenang kok, masih ada orang yang menganggap berdiri di luar ruangan saat hujan turun itu puitis banget. Nah orang-orang macam ini biasanya mikir "Emo tuh dalem banget, makanya gue suka Emo."

Kalau albumnya Hasley itu emo bukan?
Jess: Halsey itu baru berumur 20 tahunan, makanya menjadi anak emo itu nostalgia banget buat dia. Kami senang sih pas tahu dulu dia dianggap anak aneh di sekolah—banyak fannya mengalami kejadian serupa. Musik Hasley sih biasa aja, enggak emo-emo banget. Tapi, penampilan Hasley sih emo banget. Itu mungkin tuntutannya sebagai penyanyi. Agar kelihatan menjual, musisi masa kini harus punya vibe yang khas. Rambut pirang dan tampak manis saja enggak cukup.

Hetty, Avalon, dan Hexan (Semuanya 18 Tahun)

Noisey: Album emo kesayangan kalian apa sih?
Hexan: Album Sleeping With Sirens yang mana saja, apalagi yang Let's Cheers To This—Aku suka banget lagu "Fire." Chorusnya bikin nagih, kayak tiba-tiba nongol di tengah lagu gitu. Aku biasanya mewek di bagian vokalisnya nyanyiin lirik "You know you can't remaaaain the same." Dulu, aku sering ngedengerin lagu ini sambil membereskan catatan pelajaran. Makanya, buku pelajaranku sering basah kena air mata.
Hetty: Take Off Your Pants and Jacket-nya Blink-182. Kalau kamu sedang belajar mendengarkan emo, kamu harus mencoba band Amerika yang vokalisnya kedengaran cengeng. Nah, di antara band-band macam ini, Blink-182 adalah rajanya.
Avalon: Albumnya You Me At Six yang Take off Your Colours.

Kalau album Hasley itu emo bukan?
Hetty: aku enggak ngerti kenapa orang kesel pas Hasley ngaku kalau dirinya Emo. katanya, Hasley itu mencuri emo lah. Padahal, foto-foto lama Hasley jelas ngeliatin kalau dia bergaya emo sejak dulu.
Dexan: Mirip kayak kasus Demi Lovato sih—Sorry, aku juga fannya Lovato. Hasley pernah dan masih ngedengerin emo. Masalahnya, dia itu penyanyi pop makanya orang kesel. Maksudku begini, orang terkenal tuh referensi musiknya luas banget. Kita mungkin enggak tahu sebagian band yang mereka dengerin. Eh tapi, aku enggak follow akun Spotify Hasley.
Hetty: Kalau aku sih percaya tiap musisi itu enggak boleh dikotak-kotakan soalnya banyak musik-musik keren justru enggak jelas jenis genrenya.
Dexan: Emo sudah bangkit kok. Buktinya, Kendall Jenner aja sekarang pakai kaos Metallica.

Eloise dan Taylor (Keduanya 17 Tahun)

Noisey: Apa album emo favoritmu?
Eloise: Nothing Personal-nya All Time Low. Aku suka band yang suara musisi laki-lakinya kayak perempuan. Kadang aku juga suka mendengarkan Bring Me The Horizon, tapi musik mereka terlalu keras. Aku biasanya pura-pura ngefans supaya dibilang keren.
Taylor: Aku enggak pernah dengar musik emo, tapi aku suka XXXTentacion dan Lil Uzi Vert. Aku kangen X. Jujur, aku enggak suka musik keras tapi aku suka musiknya X. “Jocelyn Flores” atau “Ayala” lagu favoritku dari album 17. Lagunya kalem dan sangat emosional. Sekarang cuma rap yang musiknya benar-benar emo.

Siapa musisi emo yang kamu suka?
Eloise: Aku ngefans sama Oli Sykes. Oh ya, waktu itu aku juga pernah nonton All Time Low dan penonton perempuannya melempar bra ke atas panggung. Vokalisnya langsung menggantung bra-bra itu di stand mic sampai ketutupan saking banyaknya. Aku pengin ikutan melempar, tapi aku masih SMP dan nonton ditemani ayah.

Kalian bakalan moshing di konser Halsey nanti?
Eloise: Aku suka moshing, enggak kayak Taylor. Enaknya nonton konser emo itu penontonnya peduli dengan yang lain. Pasti ada saja yang menolong kalau aku jatuh atau kehilangan ponsel. Fansnya baik semua.

Dave dan Richard (Keduanya 25 Tahun)

Noisey: Kalian paling suka album emo apa, nih?
Richard: From Under the Cork Tree Fall Out Boy, Tell All Your Friends Taking Back Sunday, dan Homesick-nya A Day to Remember. Aku masih suka memutar lagunya pas pre-drink, karena album-album ini memang bagus banget. Aku masih remaja waktu emo lagi ngetren. Aku masih emosional waktu itu. Biasalah… Masih jerawatan, ada masalah cewek, dan punya orang tua yang menyebalkan. Aku bisa bertahan hidup karena musik emo.

Apa kamu masih emo sekarang?
Richard: Sudah enggak, tapi emo akan selamanya menjadi bagian hidupku. Teman sekolah sering mengejek karena emo, jadi ya enggak akan bisa melupakannya… Minum cider dengan orang asing sebelum nonton konser dan sebagainya. Aku kayaknya enggak berani tatap mata sama orang lain selama tujuh tahun.

Menurutmu apa tren fesyen yang paling buruk?
Richard: Pakai banyak sabuk motif kotak-kotak biar lebih modis. Padahal pakai satu saja sudah cukup. Paling malas kalau sabuknya tersangkut. Waktu itu aku pernah ketarik sepanjang jalan karena sabukku nyangkut di kardigannya.

Dave: Aku sering meluruskan rambut selama setahun penuh.
Richard: Masa emo adalah masa terbaik buat maskulinitas. Laki-laki bebas berdandan seperti perempuan dan mengekspresikan dirinya sendiri.

Ellie (20)

Noisey: Hai, Ellie. Kamu punya album emo favorit?
Ellie: Aku suka albumnya Panic! At the Disco yang A Fever You Can't Sweat Out, karena “I Write Sins Not Tragedies” adalah lagu emo terbaik sepanjang masa. Aku mau nonton mereka tahun depan. Musik P!ATD yang sekarang memang lebih ngepop, tapi aku tetap suka. Kan enggak mungkin kalau band menciptakan musik yang itu-itu saja. Vokal Brendon lebih menonjol di album barunya, Prey For The Wicked. Album barunya Paramore, After Laughter, juga bagus tapi kayaknya enggak bisa dibilang emo ya? Soalnya lebih ke elektro atau synth gitu.

Kamu pernah jadi anak emo?
Ellie: Dulu aku bersekolah di sekolah Katolik yang isinya perempuan semua. Kami biasa menyisir rambut ke belakang dan pakai pin band favorit. Temanku sering dikirim ke ruang BK untuk menghapus eyelinernya. Eyelinernya sangat tebal sampai-sampai dia memanggil dirinya “Rakun.” Kami biasa pergi ke taman pakai baju serba hitam, menakuti nenek-nenek dan menyanyikan lagu Blink-182 dari speaker ponsel kami.

Kedengarannya asyik. Apa kamu sering diejek atau dimarahi karenanya?
Ellie: Kami paling menonjol, karena perempuan-perempuan di Essex biasanya suka pakai stiletto dan rambut ekstensi berwarna pirang. Semua cewek keren suka pakai rompi abu-abu berbulu. Saya dan teman-teman emo jadi semakin akrab karena kami berbeda dari yang lain.

Jordan dan Jasmine (Keduanya 18 Tahun)

Noisey: Apa kamu punya album emo favorit?
Jordan: Kami enggak terlalu suka lagu screamo. Album yang kami suka paling Let's Cheers to This Sleeping with Sirens, Stand Up and Scream Asking Alexandria, dan Collide With The Sky Pierce the Veil. Lagu “King for a Day”-nya PTV bagus banget tuh. Kami biasa memainkannya di taman The Rocket dekat rumah di Birmingham. Tamannya dekat halte bus, jadi mudah kalau mau kumpul-kumpul.

Apa hal terkeren menjadi anak emo?
Jordan: Kami minum minuman energi dan memutar lagu-lagu emo. Kalau ada ‘chavs’ yang menghampiri, kami akan bilang “enggak usah ganggu deh.” Mereka bakalan mengejek kami, nanya “lo suka nyilet pergelangan tangan ya?” Kami berhenti jadi orang emo pas mulai suka anime. Aku ke mana-mana bawa buku death note kayak di film anime Death Note. Tapi lama-lama aku berhenti melakukannya dan jadi orang normal.

Minuman energi bikin kamu sulit tidur atau enggak?
Jordan: Aku bakalan tidur nyenyak kalau habis nangis. Menangis bisa mengeluarkan semua energimu.

Charlie dan Anaya (Keduanya 16 Tahun)

Noisey: Punya album emo favorit?
Anaya: Paling suka Suicide Season-nya Bring Me the Horizon, terutama lagu “Chelsea Smile,” “Football Season is Over” dan “Diamonds Aren’t Forever.” Satu album isinya mantap banget. Orang tuaku bingung kenapa aku suka jenis musik seperti ini. Mereka sering menceramahiku, dan aku biasanya bakalan bilang kalau aku enggak akan bunuh diri. Tapi, lagu emo favoritku itu “Misery Business” punya Paramore.
Charlie: Aku suka Dead Roses-nya Blackbear . Dia emang enggak emo sih, tapi lagunya sangat mendayu-dayu.

Tertarik dengan ear stretching ?
Charlie: Aku enggak akan biarin dia melakukan itu.
Anaya: Aku bakalan menggulung uang dan memasukkannya ke lubang.

Nicole dan Sarah (Keduanya 20 Tahun)

Noisey: Apa album emo yang paling kamu suka?
Sarah: Aku suka banget The Young and The Hopeless-nya Good Charlotte, Still Not Getting Any-nya Simple Plan, All Killer No Filler-nya Sum 41. Aku dulu sangat pemalu dan penyendiri, dan lagu-lagu ini jadi pelampiasannya. Aku suka menempelkan stiker band favorit di binder.
Nicole: Kalau The Pretty Reckless termasuk, gak?

Dia pakai korset, jadi termasuk lah. Kamu dulu suka mengikuti gaya fesyen yang aneh-aneh atau enggak? Misalnya kayak pakai concealer di bibir atau pakai hoodie burgundy American Apparel?
Nicole: Enggak, aku cuma pakai kaus dan celana jins biasa.
Sarah:
Kamu sudah sadar diri dari dulu.

Kalian habis beli apa di McDonalds?
Sarah: Quarter Pounder dengan keju.
Nicole: Empat ayam mayones. Malam ini, McD penuh dengan fans Halsey. Kok bisa tahu? Ya iyalah. Mereka pada pakai eyeshadow pink dan jaket biru. Kayaknya anak emo zaman sekarang ya seperti ini.


Kalian bisa follow Annie Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey