Iklan
budaya bugil

Pengunjung Tak Mau Makan Sambil Telanjang, Restoran Nudist Ini Akhirnya Tutup

Untuk apa makan di restoran bugil kalau bisa merasakannya gratis di rumah?

oleh Jelisa Castrodale
10 Januari 2019, 4:57am

makan sambil telanjang

Maret lalu, Association des Naturistes de Paris (Association of Naturists of Paris) menawarkan tur keliling museum Palais de Tokyo sambil bugil di laman Facebooknya. Postingan ini sukses menggaet 22.000 orang untuk membuka pengumumannya karena tertarik dengan tur yang terbagi dalam kelompok kecil tersebut. “Ini membuktikan bahwa nudisme dan kesejahteraannya memiliki daya tarik yang lebih luas daripada yang kami bayangkan,” tulis ANP, sebagaimana dilansir dari The Guardian. “Kami ingin menyatakan dengan lantang bahwa permintaannya besar di Paris. Belum banyak tempat yang membebaskan orang untuk bertelanjang bulat.”

Sejauh ini, ada kira-kira 460 lokasi yang memperbolehkan telanjang di depan publik, termasuk 155 tempat berkemah, 73 pantai, taman, sarana rekreasi, dan tur museum musiman atau turnamen bowling tanpa busana. Lebih dari 2,7 juta penduduk Prancis menganggap dirinya sebagai naturis atau penganut nudis. Paris sendiri bahkan disebut sebagai salah satu kota ramah nudis di Eropa. Bukankah mengherankan apabila O’Naturel, satu-satunya restoran bugil di Paris, sepi pengunjung?

The Local melaporkan bahwa O’Naturel akan ditutup pada Februari mendatang karena jarang didatangi pengunjung. “Dengan amat menyesal kami memutuskan untuk menutup O’Naturel pada Sabtu, 16 Februari 2019,” tutur pemilik restoran, Mike dan Stéphane Saada. “Kami juga ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan Anda di O’Naturel. Kami tak akan melupakan masa-masa indah, bertemu orang-orang hebat, dan memiliki pelanggan yang senang berbagi momen luar biasa.”

Saada—saudara kembar yang bukan naturis—membuka restoran pada November 2017 di arondisemen ke-12 kota itu. Restoran ini menerapkan kode etik yang ketat. Semua pengunjung harus menanggalkan pakaiannya (kecuali remaja yang ditemani orang dewasa, pelayan dan staf dapur). O’Naturel juga secara tegas melarang “perilaku eksibisionis dan seksis,” dan meminta pengunjung untuk menyimpan ponsel dan kameranya di ruang ganti. Setiap pengunjung akan diberikan sarung bangku hitam dan sepasang sandal jepit.

Lauren Luft, presiden ANP, memberi tahu MUNCHIES bahwa restoran tersebut menghadapi musim turis yang rendah dan harga menu yang tinggi. “Layaknya sebagian besar restoran di Paris, restoran itu bergantung pada sektor pariwisata sejak awal dibuka. Ribuan turis membatalkan perjalanannya ke sini, sehingga kemerosotan Desember lalu amat berdampak pada mereka. Saya yakin banyak bisnis lain yang sedang melewati masa-masa sulit setelah dua bulan penuh malapetaka,” katanya.

“Banyak penduduk setempat yang segan mendatangi restoran itu karena harga makanannya. Harganya sih tidak mahal apabila kita melihat dari kualitasnya, tapi itu di luar anggaran orang Paris kalau mau jadi pengunjung tetap. Sebenarnya banyak orang yang datang dan suka dengan makanan dan pelayanannya, tapi mereka tidak mampu bayar kalau harus kembali lagi.”

Harganya bisa mencapai €49 atau setara dengan Rp795 ribu untuk menu prix fixe tiga jenis hidangan ( three-course meal). Akan tetapi, banyak yang memberikan ulasan positif untuk O’Naturel di internet. Misalnya seperti seorang pengguna TripAdvisor yang memuji staf restoran karena merekomendasikan beberapa pilihan makanan bebas gluten.

“Banyak anggota baru kami yang tahu tentang naturisme dari O’Naturel,” kata Luft. “Mungkin awalnya mereka datang hanya untuk merasakan sensasinya dan menceritakan pengalamannya ke anak cucu mereka nanti, tapi ternyata mereka malah menyadari kalau telanjang di tempat umum itu rasanya lebih baik daripada berpakaian. Karena itu, mereka memutuskan untuk menyeriuskan ini.” (Tepatnya, sekelompok anggota ANP merupakan tamu pertama restoran.)

O’Naturel mengumumkan di Facebook bahwa mereka membuka pintu bagi calon naturis yang ingin “menikmati makan malam sambil telanjang” di Paris untuk terakhir kalinya. Mereka akan menerima reservasi sampai hari terakhir restoran itu dibuka.

Enggak bisa datang? Tenang, kalian masih bisa main bowling tanpa busana kok.