Iklan
Cash Confession

Dilema Anak Muda Sudah Kerja Tapi Masih Aja Minta Duit Orang Tua

Tak lama habis gajian terpaksa jadi 'parasit' ortu karena gagal mengelola pengeluaran. Menurut berbagai survei, ternyata masalah kayak gini jamak dialami anak muda Indonesia.

oleh Reno Surya
07 Februari 2019, 10:10am

Ilustrasi oleh Yasmin Hutasuhut

Ketika kalender sudah masuk saat gajian, siapa sih yang enggak bahagia? Aku pun begitu. Rasanya segala hal bisa kubeli. Kaos band inceran yang kemarin belum sempat kebeli. Ampli baru buat gitar. Bawa sepeda motor ke bengkel buat dimodif. Siap-siap ngajak gebetan ke kafe yang lagi hip. Wah banyak maunya. Aku merasa jadi manusia paling percaya diri sedunia.

Masalahnya, lewat dua hari setelah tanggal gajian, kepercayaan diriku runtuh. Baru juga menuruti empat dari enam daftar keinginan bulan ini, aku ingat sisa duit buat makan dan bensin enggak akan cukup sampai tanggal gajian lagi. Oke, sekarang aku panik dikit, tapi berusaha tegar. Mendekati tengah bulan, aku sudah mulai kembang kempis. Buat ongkos transport aja surem. Terpaksalah, aku menghubungi lembaga keuangan yang bisa memberi solusi: orang tua.

Malu sih sebenarnya, di usia segini, udah mulai kerja, tapi kok masih minta duit kayak zaman kuliah.

Usut punya usut, ternyata ada banyak anak muda yang kayak aku. Maksudnya, udah kerja tapi gaji numpang lewat doang, terus akhirnya kami harus membuang harga diri dengan minta tambahan duit ke ortu. Masalah gaji enggak awet bertahan di dompet sebetulnya dialami banyak orang di Indonesia. Merujuk, survei Permata Bank, 28 persen masyarakat Indonesia memiliki pengeluaran yang lebih besar daripada pendapatan mereka. Duh, aku merasa tertohok, persis seperti itulah masalahku.

Tapi, kalau memeriksa survei lain, kayaknya persoalan sudah bekerja tapi masih jadi "parasit" ortu memang persoalan laten millenial. Coba dilihatssurvei pengeluaran konsumen yang digelar oleh Alvara Research Center pada 2016. Pengeluaran responden di usia millenial lebih banyak habis buat hiburan dan internet. Tabungan dan investasi generasi millenial Indonesia, di survei itu, masih jauh lebih rendah dibanding generasi ortu mereka yang berlatar dari baby boomers atau generasi X.

Intinya, aku beneran harus belajar mengelola uang sih. Capek juga dong kerja lantas ujung-ujungnya ngerepotin ortu lagi. Boro-boro ngomongin tabungan dan investasi, buat makan aja belum tentu nyisa... T_T

Aku ingin tahu seperti apa dilema anak muda lain yang mengalami masalah sepertiku. Ternyata beda-beda, tapi kegelisahan dan rasa malu kami sama.

Berikut cuplikan obrolan kami:

Icha Savitri, Web Developer, Surabaya

1549533794307-WhatsApp-Image-2019-01-31-at-161321

VICE: Halo Icha, gajimu sekarang cukup enggak sih buat memenuhi kebutuhan selama satu bulan?
Icha Savitri: Tergantung, sih. Kalau misal kadang suka khilaf, seperti tiba-tiba pengen sepatu atau yang lain, biasanya enggak cukup. Tapi yang banyak seringnya enggak cukup. Hahaha.

Kamu masih bisa nabung dari gajimu?
Alhamdulilah, kalau soal tabungan sih ada, cuma enggak banyak. Kadang-kadang uang tabungan tuh sering aku ambil sedikit demi sedikit, buat menuhin wishlist-ku. Aku kadang juga suka bingung deh sama orang-orang yang gaya hidupnya ‘wow’, tapi mereka masih bisa nabung.

Menurutmu tabu enggak, kalau orang sudah kerja tapi masih suka minta uang ke orang tua?
Enggak ya, itu tergantung juga. Kalau sekiranya orang tua kita masih mampu ngasih, ya enggak masalah. Asal kita enggak maksa, dan tahu diri ya. Kadang akunya sendiri yang ngerasa enggak enak, dan justru malu. Ya gimana lagi, kita kepepet.

Gimana tuh respons orang tuamu, pas kamu masih minta uang padahal udah kerja?
Kalau orang tua sih sejauh ini enggak marah. Soalnya kayak udah hafal, misal kalau akhir bulan, selalu minta uang. Tapi sekali-kali mereka kesel juga sih sama aku haha.. Suka nyeletuk, “Uang terus! Belajar hemat dong kamu!” hehehe..

Biasanya gajimu tuh mayoritas habisnya buat apa?
Aku ngerasa kok selalu habis buat hobi ya [tertawa] karena banyak banget wishlist-ku dan belum kesampaian.

Orang tua kamu pernah ngajarin prinsip soal mengelola uang enggak sih?
Enggak, orang tuaku enggak pernah ngajarin buat ngatur uang. Sama sekali. Hahaha..

Dinda Larashati, Penjaga Toko, Jakarta

1549533742785-WhatsApp-Image-2019-01-31-at-161320

VICE: Halo Dinda. Kami pengin tahu nih, gajimu biasanya cukup enggak buat mencukupi hidup sebulan?
Dinda Larashati: Enggak, sama sekali enggak. Malah kadang habis selama satu minggu. But first of all, yang paling penting dari kerja tuh cari pengalaman.

Menurut elo, tabu enggak sih minta duit ke orang tua, padahal elo sendiri udah kerja
Tergantung situasi ya. Karena kalau dengan gaji seperti gue, emang beneran enggak cukup buat menuhin hidup sehari-hari. Meskipun gue sekarang ngerasanya udah rada sungkan, sih.



Terus respons orang tuamu gimana?
Untungnya biasa aja. Karena mereka selalu ngirim ke gue sebelum gua minta. Kadang nih, dulu waktu awal-awal kerja, malah dibilang ‘Yakin elo cukup segitu? Mau di tambahin lagi enggak?’ malah gitu.

Sebenernya elo pernah diajarin prinsip ngatur duit enggak sih?
Pernah, tapi cuma di mulut doang. Karena pada dasarnya orang tua gua juga konsumtif. Misal nih, kayak waktu pertama kali kerja. Mereka ngomong kan ‘Tuh kan susah cari duit, makanya simpen yang bener, jangan dibuat jajan gak jelas’. Eh tapi mereka besoknya malah nyuruh gua beli jam tangan baru. Nah kan itu cuman omongan doang hahaha..

Gilang Wahyu Gumelar, Desainer Grafis, Bandung

1549533726207-WhatsApp-Image-2019-01-31-at-162145

VICE: Apakah gaji kamu sekarang cukup untuk menopang hidupmu selama satu bulan penuh?
Gilang Wahyu: Sebenarnya sih cukup ya. Cuma ngepres banget.

Masih bisa menabung?
Bisa sih kalau nabung. Tapi karena saya termasuk orang yang gak hemat-hemat amat—misal minum kopi dan cemilan sehari bisa dua kali—jadinya saya cuma bisa nabung sedikit. Sebenarnya kalau misal saya hidup normal, lebihan dari gaji sih bisa ditabung. Lumayan juga kalau dihitung-hitung.

Menurutmu tabu enggak sih minta uang ke orang tua, padahal udah kerja?
Ya bagiku itu enggak tahu diri, sih. Hahaha. Kalau saya sih biasanya dikasih. Orang tua mikirnya selama saya masih butuh, ya dikasih. Kan kalau dikasih mah lumayan, buat tambah-tambahan jajan.

Biasanya, gimana respons orang tuamu?
Mereka enggak langsung ngasih. Jadi ditanya dulu, 'untuk apa?' Biasanya diberi jeda sekitar 2-3 hari sebelum ngasih buat mereka mempertimbangkan. Sekaligus mereka juga memberi ruang untuk mempertimbangkan pilihanku dengan uang tersebut. Jadi aku pikir itu adalah hal yang wajar, dan itu adalah salah satu dari cara mereka mengajarkan saya dalam hal mengelola uang.

Biasanya gaji kamu tuh sering habis buat apa?
Aku suka motor. Sebenarnya uangku tuh sering habis karena aku lagi ngebangun motor. Kalau enggak sih biasanya habis buat beli rilisan [musik] fisik. Menurut saya itu adalah hal yang wajar. Memang kecenderungan saya adalah membeli hal-hal yang tidak mengutamakan sisi fungsi. Justru dari sisi kepengin. Jadi cenderung ke hobi.

Orang tua kamu sempat ngajari prinsip mengelola uang enggak?
Kalau secara langsung sih enggak ya sebenernya. Ibu biasanya yang sering memberi saya pengertian tentang mengelola uang. Misal setelah beli, saya diberi tahu lain kali kalau ada uang dibelikan hal yang lebih fungsional. Kalau patokan secara langsung harus ‘gini gitu’ enggak ada.

***

Demikianlah obrolan VICE bareng sama beberapa anak muda yang terpaksa jadi 'parasit' orang tua. Benang merahnya udah kebaca sih. Sebetulnya anak muda perlu kesadaran soal kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta jangan takut sama uang.

VICE pernah ngobrol juga lho sama tiga ortu. Kami membahas trik mereka membicarakan topik sensitif pengelolaan uang dan gaji sama anak. Silakan baca obrolan tersebut di tautan ini


Cash Confession adalah seri artikel dan video kolaborasi VICE X PermataBank untuk meningkatkan kesadaran anak muda Indonesia mengelola uang secara bijak.