VICE Studios

Film Animasi Pendek ‘Sitara: Let Girls Dream' Adalah Tontonan Wajib Terbaru di Netflix

Film ini disutradarai pemenang Oscar dan Emmy, Sharmeen Obaid-Chinoy. Membahas tuntutan masyarakat agar perempuan menikah muda. Menyentuh banget.

oleh Lia Savillo
17 November 2019, 5:14am

Tangkapan layar dari film Sitara. 

Film animasi kerap berfungsi sebagai alat menyoroti isu penting, sementara layanan streaming online adalah wadah yang efektif untuk menyebarkannya secara luas.

Akhir Oktober lalu, Netflix mengumumkan akan merilis film animasi baru berjudul Sitara: Let Girls Dream. Film pendek ini didanai dan diproduksi VICE Studios, dengan kru yang semuanya perempuan.

Disutradarai pemenang Oscar dan Emmy Sharmeen Obaid-Chinoy, Sitara: Let Girls Dream mengisahkan anak perempuan 14 tahun bernama Pari yang bercita-cita menjadi pilot. Dia menghadapi rintangan demi rintangan dalam mewujudkan impiannya, termasuk tuntutan masyarakat untuk menikah muda.

Pari sering bikin dan menerbangkan pesawat kertas, yang menyimbolkan impiannya. Dia juga membaca tentang Amelia Earhart setiap malam. Kisah hidup Pari diceritakan melalui sudut pandang adik perempuannya yang masih 6 tahun. Adiknya belum menyadari seberapa berat beban tradisi yang dipanggul perempuan.

“Di mana saja perempuan berada, perjuangan mereka menggapai cita-cita masih dipenuhi rintangan,” kata Sharmeen.

Sitara: Let Girls Dream ingin menggambarkan perjuangan tersebut. “Lewat film ini, kami ingin mendorong para orang tua di seluruh dunia untuk mendukung cita-cita putrinya dan berhenti menuntut mereka agar cepat menikah,” imbuhnya.

Imke Fehrmann memproduseri Sitara: Let Girls Dream. Sementara itu, posisi produser eksekutif diisi oleh CEO VICE Media Group Nancy Dubuc, aktivis HAM perempuan Gloria Steinem, pemenang Oscar Darla Anderson (produser Coco dan Toy Story 3), nominasi Emmy Ariel Wengroff, dan rumah produksi Waadi Animation milik Sharmeen.

Soundtracknya disusun oleh pemenang Grammy dan Emmy Laura Karpman.

“Setiap tahunnya, 12 juta perempuan dipaksa menikah di bawah umur dan mengubur impiannya,” ujar Ariel. Dia harap filmnya “dapat memulai perbincangan seputar mendukung anak perempuan mewujudkan impian dari perspektif berbeda.”

Bersama dengan inisiatif sosial Chime for Change garapan GUCCI, Sharmeen dan Ariel berencana meluncurkan kampanye yang mengusung tema “Let Girls Dream”. Mereka berharap gerakan ini dapat mendorong perempuan di seluruh dunia untuk membicarakan mimpi mereka dan mendapatkan inspirasi satu sama lain lewat program penyuluhan ini.

“Berkat film animasi yang universal, perempuan akan memahami mereka juga berhak bermimpi dan mewujudkannya,” kata Gloria.

Follow Lia di Instagram dan Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.

Tagged:
Netflix
Budaya
pilot
Film Animasi
Pernikahan Anak
Pemberdayaan Perempuan
Rekomendasi Tontonan