Iklan
Politik Internasional

Gambar Satelit Tunjukkan Armada Militer Tiongkok Mendekat ke Hong Kong

Foto-foto ini semakin menambah kekhawatiran adanya campur tangan Tiongkok untuk membubarkan paksa demonstran di Hong Kong.

oleh Gavin Butler; Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
16 Agustus 2019, 6:30am

Gambar kepungan militer di Hong Kong via Reuters

Kendaraan tempur lapis baja Tiongkok telah tiba di dekat perbatasan Hong Kong. Gambar satelit menunjukkan ada lebih dari 100 armada yang terparkir di sekitar stadion sepakbola di Pusat Olahraga Teluk Shenzhen. Stadionnya terletak di utara distrik niaga Hong Kong, yang merupakan tempat demonstran berkumpul melawan pemerintah Beijing selama hampir tiga bulan terakhir.

The Guardian melaporkan beberapa melihatnya sebagai ancaman dari Beijing yang ingin meningkatkan pengamanan terhadap massa aksi Hong Kong.

Maxar Technologies merilis fotonya beberapa hari setelah penasihat politik senior Alexandre Krauss dari Renew Europe memposting video ke Twitter yang menunjukkan momen-momen kendaraan tempur lapis baja memasuki stadion. Perusahaan teknologi luar angkasa AS ini berspesialisasi di "pengamatan Bumi".

“Video ini diambil di #Shenzhen tepat di seberang perbatasan #HongKong,” tulis Krauss. “Ada hal buruk yang akan terjadi.”

Media nasional Tiongkok mengabarkan awal pekan ini bahwa pasukan bersenjata berkumpul di kota perbatasan Shenzhen untuk latihan militer dan sudah direncanakan jauh sebelum terjadinya demonstrasi Hong Kong. Meskipun demikian, orang-orang sudah telanjur ketakutan dengan rumor Beijing akan turun tangan.

Pada Senin, Tiongkok menuding unjuk rasa pro-demokrasi yang tak kunjung reda mulai menunjukkan “tanda-tanda terorisme”. Awal bulan ini, Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menyebut aksi protesnya “merusak hukum dan ketertiban Hong Kong, dan membahayakan kota tercinta kami.”

Demonstrasi Hong Kong dimulai awal Juni lalu, setelah pemerintahan Lam mengusulkan disahkannya RUU Ekstradisi—yang memungkinkan Beijing mengirim tahanan Hong Kong ke Tiongkok daratan. Kebanyakan orang menganggap RUU ini bisa membuat Hong Kong, yang sudah lama dipandang sebagai entitas terpisah dari Tiongkok daratan, kehilangan status otonominya di bawah keotoriteran Tiongkok.

Pemerintah Hong Kong telah menunda RUU-nya, tetapi para aktivis khawatir akan diusulkan kembali suatu saat nanti. Telah ada kekhawatiran akan campur tangan Tiongkok berhubung belum jelas kapan aksi protesnya berakhir. Label teroris yang dilontarkan Beijing pada Senin semakin menambah ketakutannya.

“Demonstran radikal Hong Kong telah berulang kali menyerang polisi dengan benda tajam,” kata Yang Guang, juru bicara Kantor Urusan Publik Hong Kong dan Makau. “Mereka telah melakukan kejahatan berat dan mulai menunjukkan tanda-tanda terorisme. Tindakan pelanggaran hukum ini bisa membahayakan warga Hong Kong lainnya.”

Follow Gavin di Twitter atau Instagram

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.