Iklan
Tips Kesehatan

Efek Tak Cuci Tangan Usai Buang Air Kecil Lebih Menjijikkan Daripada Pegang Daging Mentah

Ternyata nasehat orang tua ada benarnya juga.

oleh Jelisa Castrodale
29 Oktober 2019, 8:20am

Foto ilustrasi via Getty Images 

Sewaktu kecil dulu, orang tua selalu menyuruh kita rajin cuci tangan untuk menghindari kuman. Iklan sabun bahkan sering banget memperingatkan pentingnya mencuci tangan pakai sabun. Masalahnya, kebanyakan orang terlalu malas melakukan itu. Kalaupun dicuci, biasanya tangan cuma dibasuh air saja. “Yang penting bersih,” pikiran kita.

Namun, tahukah kamu malas mencuci tangan sebenarnya berbahaya? Penelitian terbaru dari University of East Anglia di Inggris menunjukkan bakteri E. coli yang kebal antibiotik cenderung lebih cepat menyebar di “toilet kotor” daripada daging mentah.

Para peneliti tengah meneliti E. coli jenis Extended-spectrum β-lactamase (ESBL)—bakteri yang kebal obat dan menyebabkan 5.000 kasus infeksi darah bakteri setiap tahunnya di Britania Raya—ketika menyadari cara penyebaran bakteri ini. Mereka menemukan jawabannya setelah melakukan eksperimen menjijikkan.

“E. coli tak berbahaya hidup dalam usus manusia,” peneliti utama Profesor David Livermore memberi tahu The Guardian. “Ada beberapa jenis strain yang dapat menyebabkan diare, mulai dari yang ringan hingga parah. Bakteri-bakteri ini hampir tak ditemukan di dapur kotor atau pada makanan kurang matang … tetapi bakteri E. coli kebal antibiotik—penyebab infeksi aliran darah yang sulit disembuhkan—sering ditemukan di usus.”

Livermore dkk. mengambil sampel E. coli dari tinja manusia, limbah, dan bubur peternakan sapi perah. Mereka juga mengumpulkan sampel daging sapi, babi dan ayam mentah, serta buah-buahan, beri dan sayuran yang dibeli di supermarket, toserba, tukang daging, dan pengecer lokal lainnya. “Kami ingin mempelajari cara penyebaran bakteri super ini, dan mencari tahu apakah bisa menyebar dari makanan,” terang Livermore.

Hasil pengamatan menunjukkan ESBL-E. Coli tersebut ada di sampel tinja dan limbah, sedangkan strain bakteri ST131 “jarang” ditemukan pada daging atau bubur peternakan. 400 sampel buah-buahan dan sayuran tidak mengandung ESBL-E. Coli sama sekali. Menurut peneliti, hampir tak ada crossover antara strain ESBL E. coli dalam usus manusia dan strain dalam daging mentah.

“Mayoritas strain ESBL-E. Coli yang menyebabkan infeksi tidak berasal dari daging ayam atau makanan lain,” ujar Livermore. “Rute penyebaran langsung ESBL-E. coli paling mungkin terjadi dari satu orang ke orang lain lewat partikel tinja yang masuk ke mulut.”

Meskipun demikian, kita tetap harus memasak daging hingga matang dan berhati-hati saat memegang daging mentah. Namun, yang terpenting adalah jangan lupa mencuci tangan setelah habis dari kamar kecil.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES

Tagged:
toilet
Bakteri
Kebersihan
Higienis
Keamanan Makanan
daging mentah