militer

Lumba-Lumba Prajurit Ukraina Memilih Mati daripada Membelot Ke Rusia

Mereka menolak membelot ke Rusia dan memilih menjalani mogok makan. Sungguh sekumpulan lumba-lumba yang cinta tanah air.
18 Mei 2018, 6:23am
Ilustrasi oleh tim VICE News

Sekumpulan Lumba-lumba milik angkatan bersenjata Ukraina sangat cinta tanah air. Buktinya, ketika ditangkap tentara Rusia, lumba-lumba itu memilih mati kelaparan daripada membelot.

Setidaknya, begitu kata Perwakilan Ukraina di Krimea.

Okay, mari kita mundur barang sejenak: Ukraina rupanya punya proyek senjata rahasia yang melatih mamalia agar bisa menjalankan tugas-tugas kemiliteran seperti mencari torpedo dan bertugas sebagai hewan pemberi terapi. Intinya sih proyek ini mirip Sea World yang dikhususkan untuk mengganyang musuh negara.

Sampai 2014, sepasukan Lumba-lumba milik militer Ukraina ini ditahan di Oceanarium Pusat Riset Tentara Ukraina yang dulunya didirikan menggunakan dana dari Uni Soviet. Makhluk-makhluk mamalia laut ini jatuh ke tangan tentara Rusia setelah Negeri Beruang Merah itu menganeksasi wilayah Krimea.

Angkatan Laut Ukraina

Ukraina mendesak Rusia untuk mengembalikan lumba-lumba tentara mereka. Permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Rusia. Rumor yang menyebar di sana mengatakan bahwa Rusia ingin memelihara lumba-lumba tersebut dan mengubahnya menjadi tentara betulan yang siap membunuh (padahal dalam proyek militer Ukraina, lumba-lumba ini tak pernah diajarkan membunuh.) Sebuah sumber bahkan mengatakan pada kantor berita Rusia RIA Novosty bahwa para ilmuwan Rusia “tengah mengembangkan teknologi akuarium baru untuk melatih lumba-lumba agar bisa bertugas lebih efektif di bawah permukaan air,” seperti yang dilansir Guardian.

Namun, empat tahun berselang setelah disita Rusia, mayoritas lumba-lumba yang ditahan Rusia sudah tak bernyawa. Uniknya, Boris Babin, perwakilan pemerintah Ukraina di Krimea mengatakan bahwa kematian lumba-lumba ini bukanlah kematian biasa. Ini adalah cara mati terhormat yang dipilih mamalia laut itu. Intinya, mereka menolak membelot ke Rusia dan memilih menjalani mogok makan. Sungguh sekumpulan lumba-lumba yang cinta tanah air.

Angkatan Laut Ukraina

“Lumba-lumba ini, yang dilatih di pangkalan angkatan laut di Sevastopol, berkomunikasi dengan pelatihnya menggunakan peluit khusus,” ujar Babin kepada surat kabar Ukraina Obozrevatel . “Pihak militer Rusia berhasil merampas peluit-peluit khusus dan beberapa perkakas milik militer Ukraina lainnya. Tapi, hewan-hewan yang sudah terlatih ini tak hanya menolak berkomunikasi dengan pelatih Rusia. Mereka juga menolak makan dan akhirnya mati!”

Babin menyatakan pasukan lumba-lumba ini lebih setia dan patriotis ketimbang kebanyakan prajurit Ukraina.

“Hewan-hewan terlatih ini tak cuma menolak berkomunikasi dengan pelatih Rusia, tapi juga menolak makan dan akhirnya mati,” ujar Babin. “Sayangnya, kebanyakan prajurit Ukraina yang dikirim ke Krimea pada 2014 tak sungguh-sungguh menjalankan janji prajurit mereka dan menunjukkan kesetiaan seperti lumba-lumba ini.”

Sebenarnya, tak jelas betul apa yang sesungguhnya terjadi pada pasukan lumba-lumba prajurit ini. Memang, lumba-lumba dikenal sebagai hewan yang setia. Mereka bahkan dapat mengenali siulan kawan satu tankinya setelah 20 tahun berpisah. Beberapa ekor lumba-lumba dikabarkan menangisi kematian kawannya. Sayangnya, beberapa pengamat, salah satunya dari politikus Ukraina Vladimir Oleinik, mengklaim kalau sejatinya lumba-lumba prajurit itu tak pernah diperlakukan dengan baik, entah itu di bawah pemerintah Ukraina atau Rusia, dan pada akhirnya meninggal karena kesehatannya merosot.

Iklan