Iklan
10 Pertanyaan Penting

10 Pertanyaan Penting Buat Penjaga Konser yang Selama Ini Bikin Kamu Jiper

"Rokok-rokok kami yang disita anda kemanain pak?" Selain curahan hati itu, kami ngobrol seru membahas berbagai hal. Termasuk fakta tenaga pengamanan konser sangat bisa star-struck lho.

oleh Titah AW; foto oleh Umar Wicaksono
14 Agustus 2018, 5:00am

Semua foto oleh Umar Wicaksono.

Dalam setiap konser musik di Indonesia, pasti ada sosok yang bikin kita batal terlalu girang. Mereka berusaha mengintimidasi siapapun sejak awal ketemu. Tugas mereka macam-macam, mulai dari memeriksa tiket, menggeledah tas, menyita rokok, botol minum, ikat pinggang, atau benda-benda tajam yang tidak sengaja terbawa. Plus, mata mereka akan melotot ke kalian semua selama kalian asyik bernyanyi bersama musisi idola.

Tahu apa yang bikin lebih sial lagi? Merekalah yang kita temui pertama kali di gerbang venue sebelum bertemu musisi favoritmu: anggota tenaga pengamanan konser.

Bagaimanapun, petugas pengamanan menjamin konser dapat berjalan kondusif. Tanpa adanya mereka, penonton bisa seenaknya sendiri, senggol-senggolan, lalu sangat mungkin berkelahi. Kalau sudah rusuh, akhirnya kita juga yang misuh-misuh karena terganggu selagi sing a long lagu favorit.

Lucunya, kita jarang mau ngajak ngobrol tenaga keamanan konser. Mungkin kalian sudah jiper sama lirikan galaknya. Padahal banyak hal menarik yang mereka tahu lho, seperti misalnya jalur colongan untuk menyusup nonton konser, nasib barang-barang sitaan, sampai pengalaman personal mereka. Emang kamu doang yang bisa star-struck sama idola?

VICE menemui Noldi, koordinator penjaga keamanan berusia 57 tahun di venue Folk Music Festival 2018 lalu. Ia bekerja sebagai penjaga keamanan konser secara freelance seputaran Jawa Timur, meski sehari-hari tinggal di Surabaya. Tak hanya mengamankan konser, ia juga kerap dimintai mengawal artis papan atas ketika berkunjung ke Kota Pahlawan.

Mulanya wajah Noldi masih tetap dalam setelan sangar ketika VICE Indonesia mengajaknya kenalan. Setelah ngobrol lebih dari 10 menit, barulah satu per satu rahasianya terkuak. Ia akhirnya menampakkan sosok aslinya yang hangat. Di balik tubuh-tubuh tegap itu, penjaga kemaanan konser hanyalah laki-laki biasa yang humoris dan bisa panik sendiri sewaktu bertemu musisi idola.

Berikut obrolan kami tentang lika-liku profesi tenaga pengamanan konser bersama Noldi:

VICE: Kenapa sih orang-orang security konser badannya harus tinggi-besar?
Noldi: Namanya juga tenaga keamanan, yang jelas posturnya harus tinggi-besar. Soalnya standar tim keamanan itu fisik harus 1:2. Kamu dan saya, ya saya harus lebih besar. Juga harus punya skill pengamanan, orang sipil yang sudah dilatih, misalnya pelatihan standarisasi pelatihan security dari TNI atau apa, itu standarnya. Beda sama TNI atau Polri yang memang dilengkapi peralatan yang tidak mungkin dipunyai oleh orang sipil, jadi harus intimidatif.


Tonton dokumenter VICE yang mendapat akses ekslusif meliput bisnis penagihan utang di Jakarta:


Paling sebel sama jenis penonton yang seperti apa?
Penonton konser dangdut. Karena konser dangdut itu dari kalangan anak kecil sampai orang tua. Bisa dibayangin lah gimana kira-kira anak kecil yang mencari jati diri nonton dangdut, enggak mau tahu kiri-kanan, nyenggol sana-sini, akhirnya berantem. Tapi tawuran atau berantem di konser itu udah hal biasa. Ya itu tadi, kalau konser musik bebas itu paling bahaya, paling enak konser rokok. Meskipun musiknya heboh kayak apa, masih aman karena yang masuk 18+. Karena yang bikin masalah biasanya bocah-bocah kecil itu. Kalau penontonnya 18+ kan enak, minimal tahu kesopanan dan sudah bisa jaga diri sendiri.

Lebih enak jaga konser apa mengawal artis?
Kalau konser kan banyak orang, mengawal artis lebih kondusif. Apalagi yang dikawal cantik, kan enak, masuk TV, makan bareng artis [tertawa-red]. Kemarin banget saya baru ngawal Bunga Citra Lestari ke Tuban, tapi yang berkesan mengawal Mulan Jameela. Enak banget karena Mulan sangat ramah.

Pernah mengawal selebritas atau musisi yang anda idolakan?
Iwan Fals. Sampai saya pingin foto bareng malu sama diri sendiri. Yang mengawal emang tim, tapi kan yang ngawal deket cuma satu, saya. Ketika sampai di venue, saya sendiri pengin foto tapi karena lihat situasi jadi enggak sempat. Padahal kalau saya mau pasti bisa, ya itung-itung dokumentasi kan ya? [tertawa]

Noldi dan kawan-kawannya sedikit bersantai di gerbang utama sebelum konser mulai.

Ketika anda dan tim membelakangi panggung, pernahkah coba curi-curi lihat konsernya?
Sebenernya pengin sekali, tapi kan SOP-nya seperti itu. Kami kan diundang bukan buat nonton, tapi untuk mengawasi. Jangan sampai ada penonton arogan yang kami enggak tahu. Yang arogan gitu dijaga biar enggak mengganggu penonton jalannya konser. Ya sejujurnya kalau bisa pasti melihat, paling lirik-lirik dikit gitu. Saya suka musik slow, yang kayak gini (Folk Music Festival 2018-red), tapi karena sedang bertugas ya enggak bisa menikmati.

Banyak yang mengeluh barang sitaan enggak balik lagi sesudah konser. Rokok atau alkohol kami habis disita diapain?
Begini, saat digeledah kami menawarkan daripada disita mending diamankan sendiri, ditaruh kendaraan atau gimana. Tapi kalau tetap mau masuk ya kami kumpulin di sini. Tapi misalnya rokok kan enggak dikasih nama waktu dikumpulin, jadi kami nggak tahu pas ngambil itu orang ngambil punya sendiri atau orang lain. Tahunya pas disita rokok tinggal dua, eh ngambilnya yang masih penuh. Ya bukan salah saya kalau itu tidak kembali kan? Saya juga nggak bisa menghafal kalau itu rokokmu, karena kan security bukan penitipan. Harus ikhlas dong. Tapi bukan berarti kami ngambil kesempatan lho ya.

Kalau sampai akhir enggak ada yang ngambil, barang sitaan diapain?
Ya (anggota) yang merokok silahkan dirokok, masak kita buang? Toh belum expired kan? [tertawa].

Gimana sih cara tim keamanan mengantisipasi penonton selundupan dan jalan tikus?
Tim harus survey dulu, biasanya layout awal enggak sesuai dengan medan. Di layout lurus rapi, ternyata di lapangan ada selokan, ada pohon, kan jadi ada celah. Biasanya kami pasang tali. Tapi biasanya kami fokus ke pintu utama, soalnya jumlah kami terbatas dan fokusnya mengamankan tiket. Biasanya titik yang tidak ter-cover ya kita liat aja dari jauh. Soalnya kalau tidak pasti kecolongan, soalnya lubang itu pasti ada dan orang pasti melihat celah. Enggak mungkin kan mengabaikan yang murah? Sudah melihat peluang masak kita enggak ambil?

Pernah enggak sih pak anda bosan datang ke konser?
Ada dong, namanya juga pekerjaan rutin. Tidur aja bisa bosen, dengerin musik juga bisa bosen lah.

Jadi security konser apakah bayarannya layak?
Ya disesuaikan. Jaga konser, mengawal artis, sama jaga pameran pasti beda. Tergantung acaranya sih. Tapi rata-rata ya di atas rata-rata lah, yang jelas menyenangkan buat anggota.

Wawancara ini telah disunting agar lebih ringkas dan enak dibaca


10 Pertanyaan Penting adalah kolom VICE Indonesia yang mengajak pembaca mendalami wawancara bersama sosok/profesi jarang disorot, padahal sepak terjangnya bikin penasaran. Baca juga wawancara dalam format serupa dengan topik dan narasumber berbeda di tautan berikut:

10 Pertanyaan yang Selalu Ingin Kamu Sampaikan Pada Polisi Pembakar Narkoba

10 Pertanyaan Ingin Kalian Ajukan Pada Pengacara Teroris

10 Pertanyaan Penting Untuk Operator Warnet yang Tahu Semua Rahasia Pengunjung