Iklan
Sains

Definisi Kilogram Resmi Diubah di Seluruh Dunia

Kilogram satuan unit yang selama ini dianggap setara 2,2 pound, ternyata harus mengalami revisi.

oleh Becky Ferreira
21 Mei 2019, 6:54am

Seperti inilah kira-kira wujud Le Grand K, obyek yang jadi acuan satu kilogram di seluruh dunia. Sumber foto: Greg L 

Definisi kilogram telah berubah selamanya.

Sejak 1889, kilogram ditentukan oleh logam yang terbuat dari campuran platinum dan iridium bernama Le Grand K. Logam ini disimpan secara ketat dalam brankas dengan tiga model kunci di Pavillon de Breteuil, sebuah bangunan dekat Paris yang pertama kali diresmikan oleh Raja Louis XIV pada 1672. Ini membuat kilogram menjadi satu-satunya satuan unit yang didefinisikan oleh objek fisik buat manusia.

Namun, Le Grand K baru saja kehilangan status istimewanya sebagai International Prototype Kilogram (IPK) awal pekan ini, yang bertepatan dengan Hari Metrologi Sedunia. Mulai Senin kemarin, Le Grand K tak lagi menjadi satuan dasar massa di dunia.

Berat satuan kilogram kini diukur berdasarkan sifat-sifat fisik dan atom yang mendasar. Ampere, kelvin, mol, dan candela juga akan diubah definisinya.

“Sistem Metrik dibuat dengan tujuan bisa digunakan semua orang,” kata Barry Inglis, presiden International Committee for Weights and Measures, dalam sebuah pernyataan. “Sejak awal, sistem itu berusaha memastikan stabilitas jangka panjang dengan mendefinisikan unit menggunakan ‘hukum alam’ yang disepakati secara internasional, alih-alih referensi sewenang-wenang.”

Itulah sebabnya konstanta Planck dipilih menjadi pengganti Le Grand K. Konstanta Planck adalah jumlah fundamental yang terkait dengan energi foton, partikel elementer pembentuk cahaya. Didefinisikan sebagai 6.626 x 10−34 joule-seconds, konstanta tersebut membuat kilogram ditentukan dengan kecepatan cahaya dan jam (unit pengukuran temporal).

Kilogram sekarang sama beratnya seperti 1.4755214 x 1040 foton dengan frekuensi yang menyesuaikan jam atom cesium. Sistem pengukurannya mungkin tidak begitu berhubungan, tetapi presisinya semakin bagus. Meskipun Le Grand K adalah salah satu objek paling dilindungi di bumi, logam tersebut rentan berubah massanya jika terpapar interaksi fisik.

Sentuhan manusia—atau bahkan partikel udara sekalipun—dapat menambah atau mengurangi sejumlah kecil massa logam itu. Itu berarti nilai kilogram berubah secara fungsional di mana-mana. Faktanya, pengukuran terbaru Le Grand K menunjukkan prototipenya menjadi lebih ringan daripada salinannya.

Dengan mengukur kilogram pakai konstanta Planck, yang didasarkan pada hukum alam tetap, tingkat akurasi metriknya bisa jauh lebih tinggi.

Menurut Cosmos Magazine, ampere mulai ditentukan oleh muatan dasar proton. Sementara itu, pengukuran kelvin akan didasarkan pada konstanta Boltzmann. Mol akan menggunakan konstanta Avogadro, dan candela dihubungkan dengan konsep yang disebut efikasi bercahaya spektral fotometri

Nilai-nilai baru ini mewakili pergeseran penting menuju metrologi universal. Kalian tak perlu khawatir, karena perubahan pakem kilogram tak akan memengaruhi kehidupan sehari-hari. Saat berbelanja telur, misalnya, kalian bakalan tetap dapat 1 kg telur. Timbangannya akan tetap sama.

Para ilmuwan lah yang akan menyadari perubahannya, terutama yang mengandalkan pengukuran super tepat seperti ahli farmakologi. Mereka harus menentukan dosis obat secara tepat. Fisikawan terkemuka Max Planck, yang menginspirasi konstanta Planck, juga telah memprediksi perubahan ini dapat membantu manusia berkomunikasi dengan alien (jika memungkinkan).

“Konstanta fundamental memungkinkan kita membangun satuan panjang, waktu, massa, dan suhu yang dapat mempertahankan signifikansinya untuk semua budaya, baik untuk kepentingan manusia maupun bukan,” kata Planck pada 1900 silam.

Le Grand K akan tetap disimpan di brankas Paris.

“Artefak bersejarah ini telah dipelajari selama 140 tahun dan akan terus diminati meskipun massanya tak lagi menentukan kilogram,” International Bureau of Weights and Measures menyatakan.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard