Virus Corona

Ngeyel Gelar Resepsi Saat Pandemi? Polisi Indonesia Bisa Bubarkan Pesta Pernikahan

"Love on the time of corona" tak bikin semua orang parno. Pernikahan di Purwokerto dibubarkan, hajatan di Samarinda ditunda, tapi ada yang jalan terus. Kemenag sampai bikin aturan khusus akad nikah di tengah wabah.
23 Maret 2020, 6:40am
Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan di Purwokerto Tapi Banyak Resepsi di Indonesia Jalan Terus Saat Pandemi COVID-19
Foto hanya ilustrasi. Ini pasangan di Malaysia yang tetap menggelar pesta terbatas dan pakai masker gara-gara pandemi Corona. Foto oleh Mohd Rafsan/AFP

Dua pekan terakhir menjadi saat-saat paling dilematis bagi siapa pun yang punya rencana menikah atau malah tinggal nunggu hari-H resepsi. Di satu sisi, mereka tentu ingin banyak orang terdekat datang merayakan hari spesial tersebut. Di sisi yang lain, masa iya sih mengumpulkan banyak orang di tengah pandemi COVID-19? Sepekan setelah imbauan isolasi diri dirilis pemerintah, sejumlah pengantin merasakan nasib yang berbeda-beda.

Di Purwokerto, Jawa Tengah, misalnya. Pesta pernikahan dipaksakan tergelar pada Minggu (22/3) kemarin. Seorang warga yang parno melapor dan polisi langsung tancap gas mendatangi lokasi. Acara dihentikan, para tamu dipulangkan. Hajatan ini dinilai tidak memiliki izin karena semua acara yang mengumpulkan orang banyak memang sedang dimoratorium.

"[Acara] langsung berhenti. Dengan seperti itu langsung berhenti. Begitu kami datang, langsung berhenti. Katanya ngunduh mantu, tidak ada permintaan izin ke kami, kalau ada permintaan izin pasti tidak kami berikan," kata Kapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka kepada Kompas.

Saat polisi datang, acara sudah dihadiri ratusan orang. Bahkan, ada empat bus kerabat dari Wonogiri yang hadir. Whisnu lantas menghentikan acara sembari memberi edukasi kepada sang empunya hajat bahwa saat ini kita dalam situasi genting. Sebelum dipulangkan, tempat hajatan disemport cairan disinfektan. Begitu juga dengan bus dan rombongan tamu. Polisi juga mengawal perjalanan pulang empat bus itu ke Wonogiri, tujuannya biar mereka enggak mampir ke mana-mana dulu.

"Kami tutup jalan, kami lakukan penyemprotan. Tamu-tamunya kami semprot, busnya juga kami semprot, semua barang disemprot. Setelah keluar, tamu diperiksa suhu badannya, Alhamdulillah sehat semua," jelas Whisnu.

Bupati Banyumas Achmad Husein merasa polisi telah melakukan hal yang benar. Tindakan tersebut diharapkan memberikan efek jera kepada siapa saja yang masih punya rencana menggelar kegiatan acara di tengah pandemi. FYI, Bupati Husein lumayan care soal virus corona lho. Minggu lalu doi yang punya ide kontroversial membuat cairan pembersih tangan menggunakan ciu.

"Saya sangat mendukung tindakan Pak Kapolreta. Dan untuk dasar hukum yang akan datang saya juga akan buat surat edaran kepada seluruh warga untuk tidak membuat kerumunan massa pada waktu kondangan hajatan. Kalau itu terjadi, maka akan diperlakukan seperti itu," kata Husein.

Kalau di Purwokerto dihentikan paksa, acara resepsi pernikahan putri Wakil Wali Kota Samarinda Muhammad Barkati mengalami penundaan. Setelah sebelumnya terkesan agak ngeyel untuk tetap lanjut pesta, pada Sabtu malam (21/3), Barkati menyampaikan keputusan menunda resepsi pernikahan putrinya.

Pesta itu seharusnya digelar pada hari Minggu kemarin (22/3). Ia menjelaskan keputusan ini diambil dari hasil rapat keluarga besar, bukan intervensi siapa pun. "Dengan hati yang tulus dan ikhlas kami putuskan untuk menunda di waktu yang berbeda dan tempat yang disesuaikan,” kata Barkati.

Tadinya, sekitar 50 ribu undangan diperkirakan akan datang. Kebayang sih betapa murkanya netizen Indonesia kalau doi memutuskan tetap lanjut menggelar.

Tapi, tentu bukan Indonesia namanya kalau enggak ada orang ngeyelnya. Di Sidoarjo, Jawa Timur, pandemi enggak sanggup menghentikan niatan cinta Revindia Carina untuk melangsungkan resepsi pernikahan. Wanita 24 tahun yang juga Miss Global Beauty Queen Indonesia ini memilih lanjut terus.

Untuk meminimalisir kontak antarundangan, doi menyediakan alat pengukur suhu badan dan menyebar cairan pencuci tangan. Ruangan juga diklaim sudah disterilkan oleh petugas. Entah kenapa di kasus ini, aparat setempat enggak memutuskan ngebubarin.

"Kami dibantu dari tim medis AL dan dari Polda Jatim. Petugas akan memakai alat t__hermo g__un untuk mengetahui suhu badan setiap tamu undangan. Dan menyediakan hand sanitizer ke sejumlah titik. Ini cara kami agar tamu undangan tetap steril dan virus," kata sang punya hajat Dian Yuliantini yang juga ibu dari Revindia, kepada Detik. Padahal menurut ilmuwan, seorang pembawa virus corona bisa jadi tidak menunjukkan gejala demam. Yang jelas, ia mesti siap disalahkan kalau dari dua ribu tamu undangan malam itu sampai ada yang terjangkit.

Meski bukan dari pernikahan Revindia, di Twitter sempat tersebar video resepsi pernikahan di tengah pandemi. Panitia pernikahan siaga di pintu kedatangan untuk menyemprotkan hand sanitizer ke tangan tamu undangan.

Jadi, gimana sebenarnya aturan menikah di tengah pandemi ini? Kementerian Agama (Kemenag) punya jawabannya. Kemenag mengatakan akad akan tetap berjalan seperti biasa, tapi ada syaratnya, kayak peserta akad tidak diperbolehkan lebih dari 10 orang, para peserta ini termasuk pengantin diwajibkan memakai masker, lalu petugas, wali nikah, dan calon pengantin laki-laki wajib menggunakan sarung tangan saat ijab.

Meski sekilas kita akan bingung ini sebenarnya akad nikah terbatas kayak gini bukan kebijakan lebay lho. Kalian pasti enggak mau kan kasus pernikahan di Australia pekan lalu yang menyebabkan 37 orang tamu terinfeksi corona sampai terjadi di Indonesia.