Nostalgia Masa Kecil

Nostalgia Anak '90-an & 2000-an Rupanya Mirip, yang Senior Jangan Merasa Lebih Bahagia

Kami bertanya pada anak-anak yang besar di pertengahan 2000-an, tentang kegiatan luang, film, sampai musik apa yang mereka rindukan dari masa kecil. Hasilnya ga jauh beda dari kakak-kakak mereka.
23 Juli 2020, 8:50am
Nostalgia Anak '90-an & 2000-an Ternyata Mirip Kok Hari Anak Nasional 27 Juli
Kolase oleh VICE. Sumber foto: main game online di warnet [paling kiri] via akun Flickr Mike Coghlan/CC 2.0; screengrab Nickelodeon; petak umpet via Wikimedia Commons/lisensi CC 4.0

Jurnalis Bruce Horovitz pertama kali mengenalkan istilah generasi Z pada 2012, tanpa rentang tahun kelahiran yang jelas. Lalu, presentasi agen pemasaran Sparks and Honey viral pada 2014 saat mengelompokkan generasi Z sebagai mereka yang lahir dari 1995 sampai 2014.

US Chamber of Commerce Foundation malah bikin kategori sendiri dengan menempatkan generasi Z sebagai yang lahir pada tahun 2000 ke atas. Biar enak, pada tulisan ini kita sebut mereka sebagai generasi 2000-an aja. Sejujurnya, istilah gen Z dan millenial saja masih sering dicampuradukkan oleh mereka yang berusia di atas 40, seakan-akan semua anak muda masuk kategori millenial.

Sebagai anak generasi ‘90-an, saya sendiri sering banget mengenang gimana serunya nonton kartun di Minggu pagi, tukar-menukar kertas binder, sampai pinjam-pinjaman disket saat ketemu teman-teman lama. Lalu, tentu saja, sebagian yang overproud membuat konten seperti ini:

Terus, kami jadi penasaran, apa sih yang anak 2000-an kangenin semasa kecilnya? Apa mereka sudah mulai suka bernostalgia juga?

Sebab, absurd juga sih nasib anak-anak generasi yang besar di era 2000-an. Mereka sudah sering kena rundungan dari para milenial, terutama karena diasumsikan kurang main di luar rumah semasa kecilnya.

Maka putuskan mengambil jalan nirkekerasan nan bersahaja di momen Hari Anak yang di Indonesia jatuh pada 23 Juli: kami tanya aja pada mereka yang berusia 16-20 tahun, tentang hal-hal yang kerap mereka rindukan semasa kanak-kanak?

Berikut cuplikan obrolan kami:

ARDIYANTO PUTRA, 19 TAHUN, MAHASISWA, KOTA YOGYAKARTA

VICE: Apa sih yang kamu kangenin dari masa kecil kamu?
Kalau kangen pulang sekolah atau pulang les bahasa inggris terus diajak makan bareng sama bonyok [bokap-nyokap] masuk enggak?

Bisa sih, makan siang?
Makan sore, Kak. Sekolah generasiku kan full day. Aku kangen main ke rumah teman terus nelpon-nelponin nomor sembarang. Kangen main polisi-polisian. Kangen nunggu giliran main GTA San Andreas di rumah teman. Kangen ujan-ujanan. Banyak, tapi bingung juga kalau disuruh nginget.

Kamu ngerasain nonton kartun Minggu pagi?
Nah, ini mainstream sih, tapi aku kangen juga nonton kartun di hari Minggu meskipun sekarang aku bisa Netflix-an sampai mataku meledak. Aku dulu juga langganan majalah, kalau enggak beli majalah Bobo, beli XY Kids apa ya namanya? Kangen sih momen beli majalah ini. Oh, aku juga kangen ketiduran nonton tivi di ruang tamu, bangun-bangun udah di kasur.

Kalau kenangan sama teman-teman?
Aku kangen berteman tanpa harus curiga circle temen kita itu sehat atau enggak.

Maksudku, kegiatan sama teman-teman sekitar rumah.
Rumahku tuh di pinggir jalan, sampingnya kos-kosan. Otomatis di rumah terus [enggak ada anak kecil sekitar rumah yang bisa diajak main]. Rumahmu banyak temannya, Kak? Kalau aku mau main harus nunggu hari minggu. Abis nonton kartun, dianterin ke rumah temen.

Di rumah ada komputer dan drum. Aku enggak boleh sepedaan keluar rumah. Aku enggak suka main PS. Aku mager sejak kecil. Kalau bisa di rumah ya di rumah. Pas SMP akhir barulah mulai keluar-keluar, soalnya waktu itu bapakku bingung aku kok enggak kenal siapa-siapa.

Aku abis tanya keluargaku barusan, mereka mengakui aku kurang sosialisasi. Oh ya, aku juga suka beli kertas binder, ngerti enggak sih? Kalau dapat yang rare, _pride_-nya dapet sih. Ah kangen juga ultah dirayain sih! Pake badut, di McD.

Gimana soal musik, lagu-lagu kayak apa yang suka kamu dengerin waktu kecil?
Avenged Sevenfold sama jazz s__tandard. Karena aku main drum, aku sering banget denger lagu minus one yang enggak ada drum-nya. Dulu suka banget juga sama Radja dan Michael Jackson.

Radja yang mana?
“Cinderella”.

FAJAR PRAYOGI, 19 TAHUN, MAHASISWA, BANDAR LAMPUNG

VICE: Apa yang kamu kangenin dari masa kecil kamu?
Kebanyakan tentang main. Main layang-layang terus main wayang [bukan wayang tradisional, tapi wayang kartu yang disawer]. Main kelereng abis itu mancing di sawah. Patok lele, uber hem [kejar-kejaran], terus sumputan [petak umpet].

Patok lele?
Patok lele itu permainan mirip s__oftball gitu, tapi pakai kayu, bukan bola. [Fajar mengirimkan saya tautan ini untuk mempelajari aturannya]. Terus, aku kangen main engklek, lompat tali, sama main gasing. Tapi, aku dulu gasingnya yang besi, bukan yang kayu. Main bola juga dulu sering apalagi pas habis hujan biar sambil main lumpur. Terus, main ular naga, sama pas SD itu aku main yoyo sering banget, tapi seringnya sih kalah.

Emang yoyo ada menang kalah? Bukannya cuma muter-muter trik gitu?
Ada, Kak. Jadi taruhan gitu, yang menang dapat yoyo lawannya. Ini yoyo dari kayu ya, Kak, bukan dari plastik atau besi. Nentuin pemenangnya tuh kaya yang pecah yoyonya, dia yang menang.

Astaga, dibenturin?
Iya.

Soal kartun gimana?
Kalau film yang aku kangenin nonton itu Doraemon, Spongebob, Huba-Huba [maksudnya _Marsupilami_], dan Rudy Tabuti [maksudnya _Chalk Zone_]. Itu aja.

Waktu kecil, kamu suka dengerin lagu kayak apa sih?
Yang aku inget itu Radja - “Jujur”, Saykoji - “Online”, Peterpan, Mbah Surip, SamSonS, Ungu, Hijau Daun, ST-12.

APRILIA INTAN, 20 TAHUN, MAHASISWI, KOTA SLEMAN

VICE: Apa yang kamu kangenin dari masa kecil kamu?
Apa ya? Aku tuh soalnya masa kecilku enggak banyak main sih, Mas. Kayak lebih sering belajar, aktif lomba-lomba, les gitu. Tapi aku menganggap itu menyenangkan, sampai sekarang juga masih suka tak lakukan. Kalau di SD dulu, kan aku dari playgroup udah di sekolah swasta, terus ya pelajarannya fun gitu. Ada outbond, field trip, ada open house. Ada lab science sendiri jadi sering praktikum kayak liat mikroskop.

Mantap amat sekolahmu…
Ho-oh. Makanya aku ngerasa fun belajar, enggak spaneng [stres].

Kalau main yang beneran main pernah?
Kalau waktu istirahat aku suka main benteng atau kalau enggak, mumi-mumian.



Apa pula ini mumi-mumian…
Hahaha… kejar-kejaran gitu loh. Ada satu yang jadi mumi, nanti semua dikejar mumi. Yang kena [sentuh] gantian dia yang jadi mumi.

Kalau di rumah ngapain?
Nonton Spacetoon! Terus dulu suka nonton Ronaldowati juga. Kalau enggak ya nari-nari sesuka hati gitu. Nyalain tape terus nari-nari sendiri, hehehe.

Emang lagu yang kamu dengerin pas kecil apa, Tan?
Project Pop, terus lagunya Sherina yang “Cinta Pertama dan Terakhir”, The Changcuters, SamSonS, D’Masiv, sama lagu-lagunya AFI Junior juga sering banget aku dengerin.

SURYO NUGROHO, 16 TAHUN, SISWA SMA, PURWOKERTO

VICE: Kalau udah berumur 20-an kelak, hal-hal apa dari masa kecil dan masa remaja yang bakal jadi bahan nostalgiamu?
Kegoblokan pas SMP, masa nakal, masa cinta-cintaan.

Gimana soal budaya pop? Misalnya, musik gitu.
[Bakal kangen] Lo-Fi, EDM, Imagine Dragon, Twenty One Pilot.

Kalau kami di generasi 2000-an, kan ada budaya pop legendaris kayak binder dan sepatu S**tarmon....** [Kalau generasiku] ada distro, terus motor. Jangan lupakan boba juga.

Kalau boba kan termasuk baru ya. Gini deh, pas kamu SD, inget enggak barang, produk, musik, atau film yang ngetren. Yang kalau kumpul sama temen, kadang suka dibahas.
Sinetron Ganteng-Ganteng Serigala. Aku nonton itu sama Mahabharata.

Musik yang paling legendaris apa pas kamu SD atau SMP gitu ?
Avenged Sevenfold, Peterpan, Coboy Junior, Linkin Park.

Kamu ingat meme itu rame pas kamu kelas berapa?
Kelas 4 SD, ngeliat di 1cak.com dan 9gag. Sampe sekarang masih rame banget.


Maka, bisa disimpulkan sementara: kayaknya generasi ‘90-an ama generasi 2000-an enggak beda jauh masa kecilnya. Mereka yang lebih tua dikit dari gen Z dan suka mengklaim masa kecilnya lebih bahagia, kayaknya perlu muhasabah diri deh.