Sering Pamer Gaya Hidup Mewah, Selebgram Inggris Dirampok dan Ditusuk

Kieran Hamilton adalah korban perampokan jenis baru, sengaja menyasar orang yang senang pamer barang mewah di media sosial.
28 Mei 2020, 8:22am
kez the guru selebgram Inggris dirampok karena suka pamer harta di medsosnya
Semua foto via akun @profitwith_keztheguru

ketika sedang tidur di rumahnya di Manchester, Inggris, Kieran Hamilton yang berumur 21 tahun terbangun setelah mendengar suara-suara aneh, seperti langkah kaki di tangga. Kedua anjing French Bulldog miliknya sering berkelahi, dan bisa saja salah satu dari mereka lolos dari kandang dan berlari naik tangga.

Mata setengah terbuka dan mengenakan celana boxer, Kieran — yang biasa dipanggil “Kez” — beranjak keluar dari ranjang untuk menyelidiki sumber bunyi. Sialnya, dia justru disambut dua lelaki memegang golok yang berteriak-teriak menuntut uang, narkoba, dan jam tangan miliknya. “Aku ditusuk akibat postingan-postingan Instagramku,” ujarnya saat dihubungi VICE lewat telepon. “Rumahku hancur berantakan setelah mereka pergi.”

Sebelum perampokan terjadi, Kez merupakan seorang trader mata uang kripto. Tidak lulus SMA, dia belajar sendiri lewat coba-coba dan tutorial YouTube, bagaimana caranya berinvestasi menggunakan tabungan dari pekerjaannya sehari-hari di toko ponsel. Dia sempat sial di awal upayanya ini. Akun dia diretas dan dia kehilangan Rp54 juta yang tadinya akan digunakan untuk investasi.

Seiring waktu, dia semakin lihai mencari uang. Dia mengklaim memiliki pendapatan sekitar Rp905 juta sebulan, dan tidak lama kemudian akun Twitter dan Instagramnya mulai merefleksikan gaya hidup barunya yang mewah: foto rumah baru yang besar, foto-foto liburan, tumpukan tas belanja, mobil mewah, sampanye, jam tangan Rolex dan satu set gigi yang putih mengkilap.

Rumor mulai bertebaran tentang bagaimana Kez bisa mendapatkan begitu banyak uang dalam waktu yang singkat. “Aku datang dari latar belakang kelas pekerja, dan beberapa orang merasa tidak mungkin aku bisa sekaya ini tanpa terlibat dalam penjualan narkoba,” ujarnya. “Aku sering ditanya dari mana asal uangku, dan banyak orang mengatakan, “Enggak mungkin kamu bisa bikin uang dari internet.’ Rumor kemudian menyebar cepat dan orang-orang mulai menciptakan teori konspirasi mereka sendiri-sendiri.”

Kez meyakini rumor-rumor inilah—ditambah dengan tampilan gaya hidupnya di internet—yang membuatnya dikira sebagai pengedar narkoba kaya raya. Kedua pencuri tadi memintanya mengosongkan isi kotak brankas, dan menyerahkan uang yang disimpan di bawah ranjang. “Aku enggak jualan narkoba, aku enggak punya brankas dan pastinya aku enggak menyimpan uang di bawah kasur,” ujarnya. “Dari situlah aku sadar mereka telah menerima informasi yang enggak akurat.”

Kasus Kez mungkin angka ekstrem, karena ada elemen kekerasan dalam insiden yang dia alami, tapi sesungguhnya pengalaman dia bukan hal baru. Menurut laporan yang terbit 2018, satu dari 12 penduduk Inggris telah melaporkan kasus kemalingan setelah mengunggah foto di media sosial, dan lebih dari setengah orang mengaku mereka menyalakan fitur lokasi mereka. Survei lainnya menyimpulkan bahwa 78 persen maling menggunakan media sosial untuk melacak siapa yang akan mereka jadikan target.

Sebuah jaringan maling di AS bahkan menggunakan media sosial untuk melacak orang kaya yang mengunggah foto koleksi karya seni mahal mereka online. Seorang kandidat walikota di Houston, AS kemalingan karya seni Andy Warhol, Picasso dan Monet setelah dia mengadakan acara gala seni di rumahnya, membuat mudah para maling untuk tahu apa yang dia miliki dan lokasinya.

Influencer asal Arab Saudi, Hitham dirampok ketika keluar dari sebuah restoran di London, sementara rumah bintang YouTube, PewDiePie kemalingan tepat sebelum perayaan Hari Natal tahun lalu. Ini terjadi setelah dia mengunggah sebuah video meminta para penggemarnya berhenti menyambangi rumahnya, karena dia takut orang-orang tahu di mana dia tinggal. Beberapa tahun lalu, mantan atlet sepakbola John Terry mengumumkan ke 3,4 juta follower Instagramnya bahwa dia dan keluarga sedang liburan ski. Ini disambut manis oleh para maling yang kemudian menyerbu rumah kosongnya dan mencuri barang-barang senilai Rp7,2 milliar.

Kejahatan yang diakibatkan oleh unggahan foto-foto online gaya hidup seseorang—seringkali disebut “Insta-Bragging” (Pamer Di Instagram)—telah menjadi sebuah isu serius hingga MoneySupermarket memperingatkan bahwa pihak asuransi mungkin saja akan mulai berhenti mengcover kasus-kasus kemalingan macam ini.

Hal ini terjadi karena kontrak asuransi memiliki pasal “reasonable care” atau “tidak melakukan hal-hal ceroboh”. Mengumumkan ke dunia bahwa rumahmu penuh dengan barang-barang mewah ketika kamu lagi asik-asik duduk di kapal yacht di negara lain bisa saja dianggap sebagai tindakan ceroboh.

Kim Kardashian pernah ditodong pistol di Paris pada 2016 setelah jejaknya dilacal online—tapi yang mengkhawatirkan soal kasus Kez adalah, dia tidak sekaya atau setenar selebritas. Dia punya angka follower yang lumayan, tapi bukan level seleb (dia menghapus akun Instagram lamanya, tapi masih memiliki 50,000 follower di Twitter). Kemudian dia mulai punya sedikit uang lalu tiba-tiba harus berhadapan dengan sambitan golok di rumahnya sendiri.

Sifat sarkastik Kez sendirilah yang membuat nasibnya malang. “Si maling teriak-teriak dan mengancam,” ingatnya. “Dan aku memang orangnya sarkastik. Mereka mengatakan, ‘Kami mau ini, kami mau itu,” dan aku hanya menjawab, “Ya aku enggak punya.’ Aku menawarkan mereka beberapa botol sampanye, yang nilainya sekitar Rp5,4 juta per botol, dan mereka menjawab, ‘Kami enggak mau, kami mau jam tangan dan narkobamu,’ Jadi aku balas saja, ‘Berarti kalian di rumah yang salah, kawan.’”

Salah satu malingnya—yang sudah dipenjara—sempat menusuk Kez dengan pisau ketika sedang menuntut barang-barang yang ia inginkan. “Aku mendapat kesan bahwa dia enggak benar-benar berani,” ujar Kez. “Dia menusukku beberapa kali, tapi enggak sampai menembus kulit.” Tidak lama kemudian, frustrasi karena Kez enggak punya narkoba dan uang kas yang mereka cari, si maling menonjok muka Kez.

“Enggak sakit tapi, jadi kemudian dia menonjokku lagi, dan aku pikir, ‘Wah ini kalo terus-terusan aku bakal bonyok nih,’” ujar Kez. “Dia punya pisau jadi aku enggak berani membela diri, jadi ketiga kalinya pukulan si maling mendarat di wajah, ‘aku bakal pura-pura pingsan.’ Jadi aku jatuh ke lantai, tapi dia tahu aku pura-pura. Kemudian setelah itu, dia menikamku beberapa kali. Aku bisa menghindari beberapa tusukan, tapi ada juga yang kena. Begitu aku mulai membuat dia kesal, dia mulai serius.”

Akhirnya, si maling mengambil laptop, ponsel, dan anjing Kez, Rambo. Kez membuat poster dan menawarkan hadiah Rp18 juta agar Rambo dikembalikan, tapi dia baru mendengar kabar beberapa tahun kemudian. “Aku mendapat telepon suatu hari mengatakan seekor anjing dengan microchip yang didaftarkan atas namaku telah ditemukan,” ingatnya. “Aku senang sekali bisa mendapatkan dia kembali.”

Kez kini lebih aktif mengelola properti dibanding crypto, dan biarpun dia tidak seaktif dulu di Instagram, dia merasa orang cenderung menyalahartikan foto-foto yang dia unggah.

“Beberapa orang mengira kamu mengunggah foto untuk pamer,” ujarnya. “Padahal bukan. Kenapa juga aku ingin pamer dan disamperin maling? Aku mengunggah foto untuk mendokumentasikan kesuksesanku, untuk menunjukkan bahwa orang dari kelas pekerja pun bisa sukses, dan bahwa ada banyak cara untuk mencari uang di internet. Media sosial adalah bagian dari pekerjaanku. Aku bukan mengatakan semua foto online itu palsu ya, tapi kamu memang hanya mengunggah bagian terbaik dari hidupmu. Akun Instagramku adalah brandku.”

Apa pelajaran yang bisa dipetik? “Kamu harus selalu berhati-hati,” ujarnya. “Ketika kamu aktif di media sosial, kamu harus selalu siap, jadi sekarang setiap hari aku siap.” Siap bagaimana? “Aku enggak bisa bilang, tapi semuanya dalam batas legal kok. Aku punya sistem pengamanan yang jauh lebih baik. Kalau-kalau ada setan yang berani mampir lagi.”

Follow penulis artikel ini di akun Twitter @DanielDylanWray

Artikel ini pertama kali tayang diVICE UK.