Fenomena Tragis Saat Siberia Dikepung Salju Hitam

"Masa depan anak-anak kami benar-benar kelabu," ujar salah satu penduduk setempat. Salju hitam adalah lambang ketamakan manusia.

|
21 Februari 2019, 6:13pagi

Salju hitam menutupi beberapa kota di Siberia akibat aktivitas tambang batu bara. Foto dari laporan media sosial

Salju tebal hitam menutupi beberapa kota di Siberia sejak pekan lalu. Turunnya salju yang sangat aneh itu mengubah kawasan tersebut menjadi mirip kondisi "nyaris kiamat" seperti dilansir media Rusia.

Fenomena alam tak biasa ini disebabkan bocornya selubung tambang batubara di Cekungan Kuzbass. Kawasan ini dihuni 2,6 juta jiwa penduduk dan memiliki cadangan batubara terbesar di dunia, membentang seluas lebih 16.000 km persegi.

Penduduk Kota Prokopyevsk, Kiselyovsk, dan Leninsk-Kuznetsky sekarang rutin mengunggah foto dan video timbunan salju di pepohonan atau halaman rumah—semuanya berwarna gelap dan kelabu.

"Tak ada inisiatif dari pemerintah membersihkan timbunan salju hitam ini. Semua limbah dan kotoran dibiarkan berserakan," kata salah satu penduduk, seperti yang dikutip oleh Siberian Times Jum’at (2/15) pekan lalu. "Kami dan anak-anak kamu harus menghirup udara bercampur kotoran tambang batubara. Benar-benar mimpi yang buruk."

"Masa depan bagi anak-anak kami benar-benar kelabu," imbuh seorang warga lainnya.

Anatoly Volkov, Direktur tambang batu bara Prokopyevskaya, saat diwawancarai TV lokal, mengatakan bencana ini diakibatkan lepasnya “selubung” (maskudnya, penutup yang menahan debu tambang batubara menyebar) tambang akibat gangguan teknis. Kini, kasus ini tengah diselidiki oleh pihak berwenang setempat.

Selubung tambang yang terlpas itu ada di daerah Kuzbass. Tambang itu sendiri sejak lama disinyalir membahayakan kesehatan penduduk sekitarnya, seperti yang dilaporkan CBS News senin lalu (2/18). Saking berbahayanya pengelolaan tambang di sana, Kuzbass dijuluki “jantung Rusia yang paling dingin dan mematikan” dalam laporan organisasi lingkungan Ecodefense pada 2015 silam.

Menurut data Ecodefense, terdapat 120 fasilitas pertambangan serta 52 pabrik pengayaan di Kuzbass saat itu. Kini, 99 persen dari batubara yang diekspor ke Inggris dari Rusia berasal dari Kuszbass, seperti yang dilansir dariThe Guardian.

Tahun lalu, pihak berwenang Rusia berusia menghilangkan salju hitam di kota Mysky memakai cat putih. Akal tolol ini terbongkar, setelah seorang perempuan menyentuh salju tersebut dan kaget mendapati tangannya berlumur cat putih, seperti yang dilaporkan surat kabar Moscow Times.

"Kami lebih sering salju hitam daripada saljut putih pada musim dingin,” ujar Vladimir Slivyak dari Ecodefence kepada The Guardian. "Terlalu banyak debu tambang yang menguap ke udara. Debu-debu ini baru terlihat saat salju turun. Selebihnya, kami tak bisa melihatnya dengan jelas, meski debu-debu masih membumbung di udara."

Selain bertanggung jawaba sebagai salah satu faktor yang mempercepat perubahan iklim, tambang batubara juga sangat berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Logam berat dan silika yang terkandung dalam debu batubara bisa menyebabkan asma dan peradangan. Malah, beberapa penelitian menyebutkan debu tambang sebagai penyebab kanker paru-paru, stroke, sakit jantung dan gangguan saluran pernafasan.

Penelitian yang dilakukan Ecodefense menunjukkan angka kasus TBC, cerebral palsy, dan beberapa jenis kanker di Kuzbass lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan Rusia lainnya. Di samping itu, angka harapan hidup penduduk Siberia lebih rendah tiga sampai empat tahun dibanding data nasional, menurut Ecodefense.

Kuzbass juga pernah mengalami sebuah tragedi akibat tambang batubara pada 2007. Saat itu, 107 orang tewas dalam ledakan di tambang batubara Ulyanovskaya.

More VICE
Vice Channels