Iklan
10 Pertanyaan Penting

10 Pertanyaan Bikin Penasaran Pengin Kalian Tanyakan Pada Anggota Freemason

Rich James asal Selandia Baru menjelaskan apa itu Freemason dan kenapa prinsip melindungi pengetahuan secara rahasia dipertahankan organisasinya.

oleh Aleyna Martinez
20 Desember 2018, 12:30pm

Semua foto oleh Aleyna Martinez

Dengan reputasi terbalut kerahasiaan, ketika kamu pernah mendengar tentang Freemason, pasti itu seputar kabar burung soal kelompok lelaki misterius yang menguasai dunia. Konon, Freemason juga berhubungan sama gerakan Illuminati. Kalau baca semua penjelasan di situs teori konspirasi, Freemason disebut antek Dajjal lah, mereka mendorong dunia menuju akhir lah. Macam-macam dan pokoknya seram.

Kesan Freemason adalah organisasi untuk menguasai dunia dipicu profil anggotanya. Tokohnya saja tidak main-main: Winston Churchill (mantan PM Inggris), Henry Ford (pendiri pabrik mobil Ford), hingga George Washington (proklamator sekaligus presiden pertama Amerika Serikat). Di Indonesia, nama macam Raden Saleh (pelukis terkenal Hindia Belanda) atau Sri Sultan Hamengkubuwono VIII juga dikenal sebagai anggota loji Freemason yang pada masa itu disebut vrijmetselarij.

Rapper sekaligus anggota Freemason asal Kota Auckland Selandia Baru, Rich James, menganggap semua teori di Internet itu omong kosong. Dia bilang Freemason hanyalah perkumpulan intelektual sekaligus badan amal yang bermula di Inggris sejak 1700-an. Sebatas itu saja. Sebuah persaudaraan. Tempat di mana laki-laki bisa bergabung, mengakses ajaran Masonik, dan melakukan perjalanan spiritual berdasarkan sistem peringkat Masonik dan melakoni proses yang didesain untuk mencapai pengetahuan sejati.

Kata Rich, satu-satunya yang rahasia dari grup Freemason adalah rincian pengetahuan soal ritual dalam persaudaraan mereka. Semua info itu bagian dari proses upacara anggota dan dianggap suci karena, menurutnya, kesetiaan adalah kebajikan terpenting bagi seorang anggota Freemason.

Kini 28 tahun, Rich menilai Masonry memberinya contoh cara menjadi laki-laki dewasa yang berbudi luhur. Lahir di Pasay City, Manila, di daerah yang dia anggap sebagai permukiman kumuh, Rich menghabiskan sepuluh tahun pertama hidupnya di Auckland dengan ketakutan dideportasi karena dia diadopsi secara pribadi, tanpa lewat proses resmi. Ibunya, orang Selandia Baru, kenal seseorang di Filipina yang ingin anaknya diadopsi.

"Ada pekerja sosial yang datang untuk memeriksa kegiatanku di Selandia Baru, lalu pernah juga ada pengacara datang melihat-lihat. Aku selalu coba mengerti situasiku dan ibuku selalu terbuka dan menceritakan apa yang sedang terjadi."

Dua tahun lalu, saat dia menemukan calon saudara-saudara barunya lewat Facebook, dia segera memutuskan jadi Freemason. "Ketika aku menemukan mereka di internet, itu sangat membantuku, karena pada saat itu dalam hidupku aku mulai merasa lebih kuat dan aku bisa mengatasi perasaanku dan pikiranku mengenai pengalamanku diadopsi dengan lebih baik."

Berikut cuplikan obrolan kami seputar apa itu Freemason:

1545079559332-IMG_9927

VICE: Halo Rich, gimana awalnya kamu bisa gabung sama Freemason?
Rich James: Jadi, ayah saudara perempuan angkatku adalah anggota Freemason. Dari dulu aku pun sudah tahu—ibuku pernah cerita. Dia kira Freemason itu kerjaannya aneh-aneh, terus aku menghubungi mereka. Mereka bilang tidak merekrut anggota secara aktif jadi kamu harus mengambil langkah pertama. Rasa penasaran datang dari hatimu sendiri, lalu kamu harus bertindak dan mencari tahu lebih banyak tentangnya. Jadi itu yang kulakukan, aku mengambil langkah pertama dan menjadi terhubung dan bergabung di sebuah loji Freemason.

Seperti apa tuh proses atau tahapan gabungnya?
Amal merupakan aktivitas paling sering dilakukan di Freemason dan sebagai organisasi kami merupakan salah satu yayasan terbesar di dunia yang mendukung banyak kegiatan sosial. Pertama kali aku pergi ke loji, aku diundang makan malam. Pada saat itu aku sedang bekerja di bidang sosial. Kalian tahu lah, LSM kan sering susah dapat pendanaan. Lalu pas aku ikut makan malam, aku melihat pengurus loji Freemason tersebut membagi banyak hibah dengan tiga komunitas dan aku duduk di sana sambil mikir, ‘Wow, aku juga pengin bisa kayak gitu.’ Jadi itu pengalaman pertamaku dengan para Freemason. Menurutku itu istimewa banget karena hal itu penting bagiku dan mereka enggak meminta apapun sebagai balasan—buat aku itu berbobot banget. Anggota senior enggak ada yang niatnya pamer-pamer, itu sangat mengesankan.

1545079576905-IMG_9909

Seberapa dekat dirimu sama anggota lelaki lain di loji?
Sangat dekat. Kami disuruh memprioritaskan keluarga, pekerjaan, lalu grup Freemason. Jadi kegiatan sehari-hariku adalah dengan keluarga, disusul pekerjaan, lalu loji. Aku cuman pernah bolos satu pertemuan. Aku punya teman-teman sesama anggota Freemason yang umurnya 90 tahun—kadang aku jemput mereka buat pergi ke loji dan kami ngobrolin hidup mereka dan aku jadi tahu banyak tentang orang-orang ini. Ada beberapa temanku yang pernah berperang: beberapa dari mereka ikut perang dunia kedua, ada juga yang pernah terlibat dalam konfrontasi Malaysia. Orang-orang ini mempunyai kehidupan dan cerita dan mendengar kisah hidup mereka dan hal-hal menakjubkan yang mereka pernah lakukan atau mencapai membantuku memeriksa kembali hidupku. Menurutku dampaknya para Freemason besar banget.

Apakah kamu pernah merasa kamu enggak dihormati atau tidak diapresiasi dalam organisasi ini?
Aku tuh ibaratnya anak jalanan bertato yang suka nge-rap dan lahir di permukiman kumuh, jadi aku merasa beruntung karena berkat Freemason aku bisa bertemu orang dari semua lapisan masyarakat dan ngobrol sama mereka—ada orang kaya dan juga orang miskin yang menjadi freemason—ada kebudayaan yang mengizinkan kami melihat satu sama lain secara setara, bagaimanapun juga kekayaan atau pencapaian kami karena kami berada di sini untuk tumbuh bersama.

Apa jawabanmu ketika seseorang bertanya Freemason itu sebenarnya apa?
Freemason itu sebenarnya cuma organisasi amal untuk membantu kita menjalani hidup lebih baik. Buat aku, menjadi Freemason sukses memperbaiki hidupku dan membantuku memahami diriku sendiri, dunia, dan orang lain. Ada ratusan tahun sejarah yang sudah jadi bukti nyata kiprah organisasi ini. Mereka bisa menghasilkan hal-hal baik. Luar biasa rasanya bisa menjadi bagian dari garis keturunan Freemason.

1545079607581-IMG_9865

Kalau niatnya mulia, kenapa kerahasiaan itu penting banget bagi Freemason dari dulu?
Ada tradisi ritual dan tradisi lisan, terus ada juga warisan kebijaksanaan dan pengetahuan suci—itu sebuah proses, jadi Freemasonry adalah semacam gerbang menuju kebijaksanaan dan pengertian. [Pengetahuan] diwariskan dan kami menganggapnya suci, jadi dia hanya bisa diwariskan langsung dan harus dilakukan dengan kesetiaan.

Bagaimana anggota Freemason memilih siapa yang layak diberi bantuan oleh organisasi?
Loji kami bisa ditemukan di banyak kota di seluruh dunia. Loji nantinya akan menggalangkan dana untuk gerakan, kelompok, atau apa saja yang ada di sekitar lokasi. Kebanyakan loji punya pengurus amal yang akan mengidentifikasi segala isu. Kami selalu menunjuk Pemimpin Loji (atau Grand Lodge-red) dari sebuah negara, tempat atau yurisdiksi juga aktif dalam kegiatan amal. Kami juga menawarkan beasiswa. Jacinda Ardern, Perdana Menteri Selandia Baru, adalah penerima beasiswa Freemason. Dia sering dibahas di majalah internal kami. Freemason di Selandia Baru sering memberi sumbangan dana riset ke bidang ilmu syaraf. Anggota Freemason di Selandia Baru banyak yang merupakan ahli syaraf terkemuka.

Ada biaya masuk enggak sih kalau mau jadi anggota Freemason?
Ada. Kamu harus bayar pemeliharaan loji sepanjang tahun. Istilahnya seperti iuran anggota. Sebagian besar uangnya akan dipakai untuk mencukupi kebutuhan loji, seperti listrik dan tagihan lain-lain. Lalu sisanya akan disumbangkan. Semua anggota bayarnya sama, dan ini menjadi bagian dari sistem kehidupan yang egaliter.

1545079638026-IMG_9855

Apakah orang dari semua agama bisa bergabung ke Freemason?
Kamu tentu harus percaya pada konsep ketuhanan. Kamu enggak perlu jadi umat agama yang terdaftar resmi. Yang paling penting, kamu percaya kalau ada sesuatu yang lebih besar di alam semesta karena pemahaman dan pencarian terhadap entitas itu lah yang menghubungkan kita semua dalam keanggotaan Freemason. Untuk urusan iman atau keyakinan, setiap orang punya caranya sendiri dalam menjalaninya. Kita enggak bisa memaksa orang mengikuti suatu keyakinan. Akan tetapi, kita akan dibimbing untuk mendalami keyakinan kita melalui Freemason.

Kenapa Freemason hanya buat laki-laki?
Aku rasa perkara karena tradisi sejak dulu saja. Sekarang mulai berubah kok. Di Inggris, kami punya anggota Freemason yang isinya cuma perempuan. United Grand Lodge of England bahkan sudah mengakuinya. Ini berarti serius, karena kamu baru sah dianggap Mason kalau Grand Lodge-mu diakui oleh Grand Lodge lain. Saat ini di Inggris, sesuai perubahan undang-undang yang mengizinkan orang mengganti gendernya, apabila ada Mason laki-laki yang mengubah jenis kelaminnya menjadi perempuan, maka mereka masih anggota Freemason. Kamu tidak berhak mengeluarkannya dari loji. Di Amerika Serikat, kami memiliki masalah—aku memperhatikannya terjadi di kawasan selatan Amerika—dengan beberapa loji. Ada loji yang tidak menerima laki-laki gay, ada juga yang tidak mengakui Prince Hall Masonry. Masonry ini didirikan saat era perbudakan supaya orang Afrika-Amerika bisa bergabung.


Follow Aleyna di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Selandia Baru

10 Pertanyaan Penting adalah kolom VICE yang mengajak pembaca mendalami wawancara bersama sosok/profesi jarang disorot, padahal sepak terjangnya bikin penasaran. Baca juga wawancara dalam format serupa dengan topik dan narasumber berbeda di tautan berikut:

10 Pertanyaan Bikin Penasaran yang Ingin Kalian Sampaikan Pada Ahli Kung Fu di Jakarta

10 Pertanyaan Unik yang Ingin Kamu Ajukan Kepada Seorang Cenayang

10 Pertanyaan Penting yang Ingin Kamu Ajukan Untuk Pawang Harimau