Nasionalisme

Deretan Nasgor Paling Ikonik dari Sabang Sampai Merauke

Ada magelangan, nasgor aceh, sampai nasgor merah. VICE menjelajah kuliner nasi goreng khas nusantara, merasakan langsung kekayaan dan keberagaman rasa rempah dari setiap daerah.

oleh Muhammad Ishomuddin
16 Agustus 2019, 3:39pm

Semua foto oleh penulis.

Tak banyak yang bisa mengalahkan Bahari Simamora soal kecintaannya pada nasi goreng di Indonesia. Pemuda 25 tahun asal Jember ini biasa menyantap nasi goreng sampai lima kali dalam seminggu. Andai ada olimpiade makan nasi goreng, Bahari sangat layak menjadi pesertanya. “Soalnya nasi goreng itu solusi banget kalau sudah bingung mau makan apa,” ujarnya.

“Selama nasi gorengnya pedas, terus pakai telur ceplok setengah matang. Wah, bisa tidur nyenyak saya setelah menyantapnya.” Celetukannya disambut tawa Wahidin yang sedang memasak pesanan nasi goreng pesanan Bahari. Pemuda yang sering dipanggil Bahari ini pelanggan setia, nyaris saban hari sepulang dari kerja dia mampir makan nasi goreng dulu di kedai Wahidin. “Kebetulan juga searah jalan pulang, jadi enggak ribet,” imbuhnya sambil mengudap kerupuk saat menunggu pesanannya matang.

Wahidin sejak 1986 setia menjual nasi goreng di kawasan Blok M, Jakarta. Dia mengaku bisnis yang dilakukannya ini sangat menguntungkan, bumbu-bumbu yang dibutuhkan berjualan nasi goreng juga mudah didapat. “Alhamdulillah, dari dagang nasi goreng, awal tahun kemarin saya sekeluarga bisa berangkat umroh.”

Berkat nasi goreng pula, Wahidin sanggup membuka lapangan pekerjaan untuk saudara-saudaranya dari Tegal, Jawa Tengah. Ada delapan gerobak nasi goreng keliling yang dikelolanya di Jakarta. Sekalipun bisnis kuliner semakin bermacam-macam Pak Wahidin tetap memilih berjualan nasi goreng saja. Dia tak pernah terpikat tren masakan kekinian, atau berbisnis pecel lele, soto ayam, hingga sate. “Usaha nasi goreng gampang dan dagangan terjamin laku. Biar usaha makanan lain jadi rezekinya orang-orang yang lain aja,” kata Wahidin.

Saat ditanya kunci lain dagangannya laris, Wahidin menjawab simpel: “margarin.” Rasa gurih khas margarin, kata Wahidin, memperkuat kelezatan bumbu racikannya saat membuat nasi goreng bercampur mi yang jadi andalannya. Wahidin memang tak sekadar membuat nasgor—julukan khas nasi goreng. Dia spesialis meracik nasgor magelangan—sebuah genre yang menunjukkan keragaman tipe nasgor di Tanah Air. Jejak gurih ala margarin juga bisa dilacak dalam proses memasak penjual nasi goreng putih khas Kediri, nasi goreng Bali, teri Medan dan cakalan Manado. Banyak sekali ya tipe nasgor itu, apalagi langgam nasi goreng mentega yang supergurih.

Faktanya, nasgor memang kuliner nusantara yang paling aman untuk diterima lidah semua orang yang menyantapnya. Nasgor bahkan bisa mengalahkan sate ataupun rendang, yang sering disebut makanan terlezat sedunia itu. Kenapa? Karena ada orang tidak makan daging. Bagi yang berpantang daging, pilihan universal itu berupa kombinasi sederhana antara nasi yang ditumis, ditambah rempah dan saus kecap lalu dihidangkan dengan topping apa saja membuat siapa saja lahap menyantapnya.

Selain itu, nasi goreng merupakan simbolisasi terbaik keragaman Sabang hingga Merauke. Popularitas nasgor, julukan akrabnya, sudah kesohor hingga mancanegara. Berdasarkan hasil polling internet yang diikuti oleh 35.000 orang, responden menempatkan nasi goreng khas Indonesia pada peringkat kedua dalam daftar 50 makanan terlezat sejagat.

Nasi goreng dalam kebudayaan masyarakat sampai menjadi ide judul lagu lho, simak saja lagu Louisa Johanna Theodora “Wieteke” van Dort, yang akrab disapa dengan nama Tante Lien. Perempuan keturunan Belanda yang lahir di Surabaya pada 1943 ini membuat lagu berjudul “Geef Mij Maar Nasi Goreng” (Berikan aku Nasi Goreng saja) yang direkam 1979. Lagu ini menyuarakan pesan orang-orang Belanda yang sangat rindu dengan nasi goreng dari bekas wilayah kolonial di masa lampau. Kita pun harus ingat, Presiden Amerika Serikat yang ke-44, Barrack Obama, memilih nasi goreng sebagai menu makan malam saat kunjungan kenegaraannya ke Indonesia pada 2010.

Sebagai makanan yang resepnya ditengarai berasal dari Tiongkok, kearifan lokal dan akulturasi berabad-abad akhirnya mengubah nasgor. Tiap daerah mengembangkan variannya masing-masing. Setiap daerah memiliki langgam khas tersendiri, terpengaruh racikan bumbu dari selera penduduknya.

Menurut Profesor Murdijati Garjito, pakar kuliner yang juga sebagai guru besar ilmu dan teknologi pangan Universitas Gadjah Mada, diperkirakan ada lebih dari 100 ragam nasi goreng khas nusantara. Baru 30-an saja yang diketahui asal muasalnya. Jika ditilik lebih lanjut, strategi pakai margarin seperti yang dipakai Wahidin bisa dilacak di resep nasgor nusantara lainnya.

Lantas, di Indonesia ada nasgor jenis apa saja sih? Untuk menjawab rasa penasaran betapa banyaknya variasi nasi goreng Indonesia, VICE mencoba menjelajah kuliner nasi goreng khas nusantara, merasakan langsung kekayaan dan keberagaman rasa rempah dari setiap daerah sekaligus membahas tentang asal muasalnya.

Nasi Goreng Padang

1565969354918-DSC07885

Kuliner minang memang selalu berhasil membuat siapa saja lahap memakannya, seperti nasi goreng Padang dengan bumbu kari yang khas Sumatra Barat ini. Rasa yang diberikan hampir mirip seperti rendang, tapi dengan rasa yang berbeda. Nasi goreng Padang ini dua kali lipat nikmatnya karena tambahan potongan lauk dendeng sapi kering yang menambahkan kriuk di setiap gigitannya. “Awalnya ada nasi goreng Padang itu karena penggunaan bumbu-bumbu khas masakan minang yang dicoba ditumis dengan nasi, ternyata cocok” ujar Ratna Wilis, yang mengolah nasi goreng Padang sesuai resep keluarganya untuk bisnis sejak 2010. Jangan lupa, harus ada kerupuk merah yang tidak pernah ketinggalan menjadi ikonik di setiap masakan Minang. Biasanya nasi goreng padang bisa kalian temui di kedai yang menjual sate dan soto Padang di sekitar tempat tinggal kalian, cepat cobain deh. Lamak Bana! Tambuah Ciek! (Enak Sekali! Tambah Lagi!)

Nasi Goreng Merah Makassar

1565969392557-DSC07971

Warna dan aroma nasi goreng merah yang satu ini memang juara, otomatis kalian pasti tergiur saat melihat warna merah meronanya. Aroma khas saus tomat asam manis yang identik dengan seafood langsung terbayar tuntas saat kalian memakannya, karena cumi dan udang yang berukuran besar akan memenuhi isi mulutmu. Mantap. Nasi goreng bumbu khas Makassar, Sulawesi Selatan, ini awalnya menggunakan bahan-bahan yang banyak dipakai di kalangan masyarakat Chinese di sana. Oiya, meski warnanya yang mencolok, bukan berarti cita rasa nasi goreng ini pedas, malah nasi goreng khas Makassar ini rasanya cenderung sangat gurih.

Nasi Goreng Bali

1565969555991-DSC07951

Bayangkan suwiran ayam betutu yang aduhai sedapnya, dimakan bareng gorengan nasi dengan bumbu khas bali. Pecah! Tapi Pulau Dewata punya sentuhan khas lain. Sate ayam yang dipanggang dengan kematangan yang pas. Sebagai koki muda yang sudah tiga tahun menekuni masakan Bali, Fahrul Rozi Agustian meracik nasi goreng ini menggunakan bumbu-bumbu khas. “Dinikmati saat sarapan lebih cocok, apalagi kalau suasananya di pinggir pantai” ujarnya setelah menaruh sepiring nasi goreng hasil masakannya di atas meja. Penyajiannya juga sangat otentik, nasinya selalu dibentuk kerucut, dan satenya bersandar di nasinya. Jegeg sajan puk! (Cantik sekali)

Nasi Goreng Cakalang Manado

1565969673776-DSC08077

Sajian a la kota Manado yang satu ini terasa sangat khas, ikan cakalang asap yang sudah dikeringkan dipadu dengan nasi goreng yang pedas adalah kombinasi yang pas, karena rasa dari ikan cakalang sendiri yang gurih dan manis. Apalagi aroma asap dari ikan cakalang saat nasi goreng baru saja disajikan, buat makan siang kalian lebih lahap tuh. Buat kalian yang tinggal di Ibu kota, nasi goreng ini bisa kalian beli di restoran Tude Manado, tepatnya berada di kawasan Menteng. Karena jarang ditemukan yang jual di tempat lain, jadinya nasi goreng ini belum dikenal banyak orang, dan buat kalian yang hobinya kuliner bisa banget loh dimasukin ke list kalian, nasi goreng yang harus dicoba.

Nasi Goreng Teri Medan

1565969738214-DSC07902

Salah satu jenis nasi goreng favorit masyarakat Indonesia nih. Rasanya yang asin dan gurih membuat siapa saja menyukainya, karena resep membuatnya juga ‘anti repot repot club’, bisa menjadi andalan saat masak bareng keluarga tercinta. Teri Medan sangat cocok dipadu nasi panas, karena rasanya yang tidak kelewat asin dan ukuran ikannya kecil-kecil, menjadi perpaduan yang sempurna saat dimasak. Sejatinya masyarakat Indonesia memang sangat suka dengan lauk ikan asin, inilah yang membuat nasi goreng teri Medan selalu tertulis di daftar menu kedai-kedai makanan Indonesia. Dipadu dengan telur dadar dan kerupuk buat siapa saja lahap saat memakannya. Nyam~

Nasi Goreng Magelangan

1565969763760-DSC07850

Kalau kalian tinggal di pulau Jawa bagian timur, mungkin lebih sering mendengar sebutan nasi goreng ‘Mawut’, daripada ‘Magelangan’ yang lebih dikenal di dataran Jawa bagian tengah, tidak hanya di Jawa saja loh nasi goreng ini populer, ternyata orang Sumatera memberi sebutan lain untuk nasi goreng yang dijual dimana-mana, mereka menamainya ‘Minas’, singkatan dari mie dan nasi. Nasi goreng ini memang sangat cocok buat kalian yang memiliki nafsu makan besar, karena perpaduan mie dengan nasi membuat siapa saja yang memakannya adalah jaminan kenyang, bagaimana tidak, porsi yang disuguhkan nasi goreng Magelangan ini tidak pernah sedikit, apalagi perpaduan karbohidrat mie dan nasi dengan mudahnya memenuhi ruang lambung kalian. Pak Wahidin, yang sejak 1986 sudah jualan nasi goreng Mawut di kawasan Blok M, Jakarta, ini mengakui kemunculan resep nasi goreng Mawut awalnya tidak sengaja, karena menuruti keinginan salah satu pelanggannya yang pesan nasi goreng dicampur dengan mie. Tanpa diduga malah banyak sekali peminatnya. Wareg polll. (Kenyang Banget)

Nasi Goreng Abu Pontianak

1565969891422-DSC08090

Kalau kalian berkunjung ke Pontianak, Kalimantan Barat, cobain nasi goreng yang tidak pernah sepi dari pembeli ini, banyak yang bilang kalau yang satu ini paling enak di tanah Borneo, dengan andalan lauk daging sapi yang empuk atau bisa pilih suwiran ayam goreng. Nasi goreng ini warnanya lebih gelap, tidak seperti nasi goreng kebanyakan, karena saus yang digunakan campuran kecap asin dan manis, aroma yang tercium pun bau asap dan bumbu akan langsung semerbak saat mau dimakan, racikan bumbu khas Pontianak benar-benar meresap ke nasinya. Kerupuk tetap menjadi pelengkap di nasi goreng khas Pontianak ini.

Nasi Goreng Aceh

1565969793690-DSC07843

Kelebihan dari nasi goreng Aceh yaitu bumbu rempah yang lebih aromatik, sangat gurih, dan citarasa hangat setelah dimakan. Rempah yang digunakan juga ternyata sama dengan mie goreng Aceh, seperti cabai keriting kering, pala, kemiri, ketumbar, kayu manis, bawang merah dan bunga lawang. Karena bumbu yang digunakan sama, menjadi awal adanya nasi goreng Aceh dimana-mana, satu racikan bumbu khas Aceh bisa menjadi dua jenis makanan, mie goreng dan nasi goreng. Lauk dari nasi goreng Aceh juga lebih komplit, ada telur dadar, daging sapi, udang, dan cumi, yang lebih spesialnya lagi adanya tambahan kacang goreng, tidak ketinggalan juga emping dan acar. Agar lebih sedap saat disantap, nasi goreng Aceh selalu disajikan menggunakan alas daun pisang dan yang terakhir ditaburi bawang goreng diatas nasi gorengnya. Nè’mat!

Nasi Goreng Putih Kediri

1565969833189-DSC08031

Sedapnya nasi goreng putih yang satu ini tidak ada yang bisa menandingi, cobain sendiri deh, karena teknik memasaknya memang beda dengan nasi goreng lainnya. Nasi goreng Kediri dimasak menggunakan batu bara loh, bukan gas biasa, jadi aroma yang diberikan juga khas, dengan tambahan sayur secukupnya, membuat nasi goreng putih khas Kediri ini terlihat menawan. Soal rasa tidak perlu diragukan lagi, gurih banget. Ditambah suwiran ayam goreng, acar dan krupuk, sepiring nasgor putih ini bisa kita sebut sempurna!


Artikel ini adalah kolaborasi antara VICE X Blue Band dalam seri 'Nasionalisme', membahas berbagai kuliner berbasis nasi yang merefleksikan keberagaman bangsa kita