Iklan
Kriminalitas

Ogah Bayar Utang, Lelaki Culas Lapor Aparat Mengaku 'Saudara Kembarnya' Hilang

Setelah tiga hari melakukan pencarian orang hilang, polisi dan tim SAR di Australia baru sadar telah dikelabui pelaku.

oleh Gavin Butler; Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
26 Agustus 2019, 8:53am

Foto via  ilustrasi pencarian orang hilang di laut via Facebook/Westpac Life Saver Rescue Helicopter 

Pekan lalu, lelaki asal Australia melapor ke aparat kalau saudara kembarnya hilang ketika sedang berenang di pantai terpencil di selatan New South Wales. Lelaki 42 tahun itu mengaku sudah janjian bertemu saudaranya di Pantai Gillards, Taman Nasional Mimosa Rocks. Akan tetapi, dia cuma menemukan pakaian sang saudara sesampainya di lokasi.

Tim SAR langsung dikerahkan ke tempat kejadian. Mereka melakukan misi pencarian udara dan laut selama tiga hari. Petugas gagal menemukan orang hilang itu, karena laporan tersebut ternyata cuma bohongan.

"Hasil penyelidikan kami menyimpulkan laporan orang hilang itu palsu," kata juru bicara Kepolisian NSW menyatakan, seperti dikutip dari Fairfax. Pihak berwajib meyakini kasus ini hanyalah akal-akalan pelapor, supaya dia tak perlu membayar utang jutaan dolar kepada beberapa pihak.

Lelaki penipu dan tukang berutang yang identitasnya dirahasiakan itu ingin menjalani hidup baru sebagai "saudara kembar" dan meninggalkan masa lalunya yang bermasalah. Diduga saat ini pelaku masih berada di Negara Bagian Victoria. Polisi kawasan South Coast mengeluarkan surat panggilan sidang kepada pelaku, karena telah membuat laporan palsu yang mengakibatkan penyelidikan sia-sia polisi. Usut punya usut, Kepolisian Victoria ternyata juga tengah melacak keberadaannya atas tuduhan penipuan.

"Lelaki itu menjadi buronan di dua negara bagian," ujar Kepala Inspektur Polisi NSW Peter Volf. Peter menambahkan bahwa proses pencariannya melibatkan klub selancar penyelamat lokal, Penyelamatan Laut Merimbula dan Bermagui, sukarelawan SAR Bega Valley, ambulans NSW, PolAir sampai Helikopter SAR Westpac. Upaya pencarian ini menghabiskan biaya lebih dari 1 juta Dolar Australia (Rp9,6 miliar). Helikopter Westpac-nya saja membutuhkan sekitar AU$33.000 (Rp317 juta).

"Banyak sumber daya yang terlanjur kami kerahkan untuk pencarian orang hilang ini," kata Stephen Leahy selaku kepala tim SAR Westpac. "Biaya yang dikeluarkan tak sedikit. Sukarelawan, tim penyelamatan laut dan petugas lainnya harus bekerja lebih keras untuk mencari orang itu."

Jennifer O’Leary, sukarelawan dari klub selancar penyelamat, mengatakan kepada ABC kalau dia sudah merasa janggal lelaki tersebut langsung melapor “saudara kembarnya” hilang padahal belum ada 24 jam.

Setelah dua hari menemani tim SAR, sang pelapor dikabarkan menghindari polisi dan menghilang tak jelas rimbanya.

Follow Gavin di Twitter atau Instagram

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia.