Bisnis Anyar di Cina: Orang Diet Bayar Netizen Merekam Video Makan Untuk Diceritain Rasanya

Netizen di Tiongkok yang bikin video format mukbang bisa dapat bayaran tiap makan McDonald’s, atau menyantap 'hidangan tinggi kalori' di depan kamera. Pelanggannya rata-rata orang yang sedang diet.

|
18 April 2019, 6:47am

Foto ilustrasi oleh Getty Images 

Malam minggu kemarin, aku makan bareng teman di sebuah restoran cepat saji. Aku cuma pesan satu burger jumbo, sedangkan temanku memesan dua cheeseburger. Pas aku udah selesai cuci tangan, dia baru bersiap melahap burger keduanya. Temanku ini makan penuh nafsu, sambil sesekali nyeruput Fanta.

Aku sebenarnya pengin makan burger lagi, tapi habis nontonin dia sedang makan lahap, godaan itu hilang. Wah, aku seharusnya membayar dia, karena melihatnya makan sudah cukup membuatku puas. Aku tidak perlu repot-repot pesan burger kedua.

Menurut South China Morning Post, sejumlah netizen Tiongkok melakoni model bisnis seperti yang kubayangkan di atas. Mereka dibayar setiap kali makan McDonald’s, minum bubble tea, atau menyantap hidangan penuh kalori sesuai permintaan klien. Pembuat video ala mukbang itu meyakinkan orang-orang yang berdiet untuk memfoto atau merekam momen sedang makan, supaya kliennya juga bisa merasa puas secara tidak langsung.

Jasa macam ini sering memasang iklannya ke internet. Mereka bersedia menyantap apapun demi imbalan sebesar biaya makanan dan jasa makan. Sebagai gantinya, penerima jasa bisa tetap diet sambil mendengarkan penjelasan si pelaku mukbang seputar deskripsi betapa lezat makanannya.

"Aku bersedia makan dan minum apa pun demi kamu! Makanannya bebas sesukamu! Kamu tidak perlu khawatir gemuk, kena diabetes, kolesterol atau darah tinggi. Aku siap mengambil semua risikonya untukmu!" demikian contoh iklan yang ditemukan SCMP. "Aku akan memakan pesanan yang kamu beli. Aku bisa merekam dan meyakinkan seakan-akan kamu makan di sebelahku. Kalau hasilnya kurang memuaskan, aku akan makan hal yang sama lagi!"

Pemberi jasa mukbang lantas memfoto makanan atau merekam momen saat makan dari setiap sudut. Setelah itu, mereka menulis esai tentang rasa santapannya secara menyeluruh. Mereka juga akan makan dengan pose sangat lahap.

Fenomena tersebut mulai ngetren awal 2019, ketika orang-orang mulai mengiklankan jasanya di “situs-situs e-commerce besar” Tiongkok, meskipun hanya si penyedia jasa yang tahu seberapa sukses bisnis macam ini. SCMP berusaha menghubungi penyedia jasa mukbang yang selama ini cuma minum bubble tea. Dia tidak pernah disuruh menyantap makanan atau minuman lain.

Tren di Tiongkok ini jelas mirip mukbang di Korsel, meskipun yang satu ini terdengar jauh lebih personal. Mukbang adalah fenomena dari Korea Selatan, di mana vlogger akan merekam diri sendiri saat makan dalam porsi besar. Video itu nantinya diunggah ke akun media sosial, supaya penonton bisa menyaksikan mereka makan.

Setiap orang punya alasan tersendiri kenapa suka nonton video mukbang. Beberapa orang beralasan mereka menikmati makanannya, ingin menjadi bagian dari penonton dan komentator, atau biar tidak merasa kesepian saat makan sendirian.

Ada juga orang yang suka menonton orang lain melahap makanan yang sedang mereka hindari akibat diet. "Penggemar bilang mereka suka menonton videoku karena aku selalu makan penuh semangat dan membuat hidangannya tampak sangat enak," kata penyiar mukbang Park Seo-Yeon yang lebih dikenal dengan julukan The Diva kepada CNN. "Banyak penontonku yang sedang diet, dan mereka merasa puas hanya dengan menonton videoku. Ada juga yang sedang dirawat. Mereka menonton karena bosan dengan makanan rumah sakit."

Ada yang tertarik menawarkan jasa serupa di Indonesia?

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES