hoaks

dunia online

Facebook Bayar Pengguna Muda Hampir Rp300 Ribu Demi Mendapatkan Data Ponsel dan Internet Mereka

Duh, Facebook kalau sudah berurusan dengan pengumpulan data memang suka nakal ya. ckckck!
David Gilbert
1.31.19
Internet

Penelitian: Generasi Baby Boomer Alias Ortumu yang Paling Rajin Bagikan Hoax di Facebook

Kayaknya kesimpulan yang sama bakal muncul ketika penelitiannya digelar di Indonesia. Apalagi kalau yang diteliti grup WhatsApp.
Sarah Emerson
1.11.19
Pemilu

Kami Menemui Dedengkot Buzzer di Balik Debat Politik yang Bikin Panas Medsos Kita Semua

Kepada Adi Renaldi dari VICE, dia bilang sebagian besar buzzer mengaduk sentimen politik tanpa ideologi. Ini cuma perkara siapa yang berani bayar. "Profesi ini seperti pengacara yang membela klien politik."
Adi Renaldi
12.20.18
Facebook

Penyebab Facebook Masih Jadi Andalan Tim Buzzer Kampanye Mengobrak-Abrik Peta Politik

Kerja-kerja tim klandestin yang menyemai narasi tandingan di dunia maya bisa berbuah aksi-aksi nyata di jalanan. Masalahnya, tak ada yang tahu siapa tim klandestin itu, dan apa pula kepentingan mereka?
Matthew Gault
8.6.18
media sosial dan privasi data

Bos Facebook Singapura Ogah Ada Aturan Baru untuk Mencegah Persebaran Berita Hoaks

Pernyataan ini sebenarnya bertolak belakang dengan apa yang diucapkan Mark Zuckerberg. Boss besar Facebook itu malah ingin lebih banyak aturan yang meregulasi Facebook.
David Gilbert
3.23.18
Berita Hoax

Teknologi Deepfake Bikin Kampanye Hitam Makin Canggih, Juga Membuat Hidup Kita Makin Runyam

Dengan teknologi seperti deepfake, semua orang sanggup bikin video terlihat asli banget padahal palsu, kayak di serial 'Black Mirror'. Apakah Indonesia siap menghadapi kampanye hoax lebih parah dari MCA dan Saracen?
Nadine Freischlad
2.28.18
media sosial

Lebih dari Sejuta Orang Mengunduh Aplikasi WhatsApp Abal-abal

Selain WhatsApp bodong, ada ratusan aplikasi palsu di Play Store yang dibiarkan begitu saja oleh Google.
Lorenzo Franceshi-Bicchierai
11.6.17
Hoax dan Kehidupan Kita

Media Se-Indonesia Wajib Tanggung Jawab Karena Kecele Kisah Sukses Dwi Hartanto

Dwi Hartanto santai menggembar-gemborkan prestasi palsu. Berulang kali media percaya saja sama klaim temuan ilmiah sepihak. Jurnalisme kita melupakan prinsip penting: verifikasi.
Arzia Tivany Wargadiredja
10.10.17