Memfilmkan Komodo untuk Dokumenter ‘Planet Earth II’ Ternyata Sangat Berbahaya

Memfilmkan Komodo untuk Dokumenter ‘Planet Earth II’ Ternyata Sangat Berbahaya

Komodo, hewan asli Indonesia, kadal terbesar di muka bumi ini selalu punya pesona mengejutkan.
9.2.17

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Dokumenter tentang alam menampilkan hal-hal yang menawan—semacam kompilasi "greatest hits" dari kecantikan planet Bumi. Kadang kecantikan ini sering kita lupa hargai. Contohnya adalah seri dokumenter Planet Earth II yang akan ditampilkan perdana di BBC America pada 18 Februari. Direkam dalam resolusi 4K dan menggunakan teknologi stabilisasi ringan (MoVI dan DJI Ronin), Planet Earth II menampilkan adegan indah lokasi-lokasi planet Bumi yang sulit dieksplor bagi manusia pada umumnya. Namun berdasarkan tata kerja kamera dan pengeditan yang sangat mulus dari satu adegan ke adegan berikutnya, mudah sekali untuk mengira bahwa ini pekerjaan mudah.

Mari gunakan adegan Komodo yang direkam juru kamera Mark McEwen untuk episode premiere berjudul "Islands" sebagai contoh. Di episode berdurasi 60 menit ini, adegan yang menampilkan dua komodo jantan berkelahi memperebutkan komodo betina itu hanya berlangsung tidak lebih dari 5 menit.

"Untuk mendapatkan adegan itu, saya harus mendedikasikan waktu saya selama tiga setengah minggu," kata McEwen di sebuah interview dengan Motherboard. "Semua elemennya harus sempurna agar saya bisa mendapatkan adegan tersebut."

McEwen dan timnya mengunjungi Pulau Komodo di musim kawin untuk bisa mendapatkan adegan komodo berkelahi. Para ilmuwan setempat membantu McEwen mewujudkan misinya tersebut. Ada sekitar 2.000 ekor komodo terdapat di pulau, dan para ilmuwan yang sudah bertahun-tahun menghabiskan waktu di pulau tersebut hafal nama-nama mereka.

Sumber gambar: BBC America

"Tanpa ilmuwan-ilmuwan luar biasa ini, tidak mungkin kami bisa mendapatkan adegan tersebut," jelas McEwen. "Bagi orang awam, membedakan komodo jantan dengan betina sangatlah sulit."

Komodo betina biasanya berukuran lebih kecil, sementara yang jantan besar. Ukuran komodo jantan juga bervariasi. Umumnya, komodo jantan panjangnya 2.4-2.7 meter dan beratnya 70 kilogram. Namun pernah juga terlihat komodo jantan sepanjang 3 meter dan berbobot lebih dari 158 kg. Karena adanya variasi ini, tidak ada kepastian bahwa McEwen akan dapat merekam sebuah pertarungan komodo yang epik. Komodo jantan yang lebih kecil pasti akan menghindari perseteruan dengan yang lebih besar.

"Coba bayangin kamu membuka pintu toilet, terus ada komodo sepanjang 2 meter di hadapanmu? Gue sih pasti langsung pipis di celana."

Pencarian adegan komodo berlangsung berhari-hari, mulai dari matahari terbit hingga terbenam. Jam 5 pagi, McEwen dan kru diturunkan di pulau Komodo dan dijemput pukul 7.30 malam. Ini berarti mereka harus menghabiskan 14 jam sehari di lingkungan alam yang suhunya bisa mencapai 40 derajat celsius.

Ada beberapa tempat penginapan di pulau tersebut andaikala McEven dan krunya harus bermalam di situ. Sialnya buat McEwen, di salah satu kamar ini, dia dikagetkan oleh kehadiran seekor Komodo yang menyelinap masuk ke kamar mandi dan sedang bersantai-santai di atas lantai ubin yang dingin. McEven merekam kejadian tersebut lewat sebuah video yang nantinya diunggah oleh BBC. Tidak heran jika video ini belakangan menjadi viral.

"Ketika lagi panas-panasnya, kami biasanya berlindung di penginapan tersebut," kata McEwen sambil tergelak. "Coba bayangin kalau kamu buka pintu toilet terus ada komodo sepanjang 2 meter di hadapanmu? Gue ketakutan setengah mati."

Anda harus berhati-hati ketika sedang memfilmkan komodo. Biarpun mereka tidak secara aktif menerkam manusia, sudah banyak terjadi insiden-insiden komodo menyerang manusia. Di 2007, seekor Komodo menyerang bocah berumur delapan tahun yang sedang buang air di belakang semak-semak. Bocah tersebut meninggal akibat pendarahan parah—ini adalah serangan fatal pertama yang dilakukan komodo terhadap manusia dalam 33 tahun. Di 2009, seorang pria berumur 31 tahun jatuh dari pohon ketika sedang memetik apel. Kurang beruntung, sesampainya di tanah, dia diserang dua ekor komodo secara brutal. Maka dari itulah McEwen selalu ditemani petugas keamanan yang siap sedia menghadang komodo menggunakan tongkat khusus.

"Kadang-kadang komodo-komodo itu mendekati saya," ingat McEwen. "Tapi ada juga saat-saat dimana mereka diam seperti gelondongan kayu dan tidak mempedulikan kehadiran manusia sama sekali."

"Komodo dragon adalah predator yang doyan menyergap, anda tidak boleh merasa terlalu aman di sekitar mereka," sambung McEwen. "Tiba-tiba mereka bisa bergerak cepat. Kukunya yang besar, kulitnya yang keras—mereka adalah predator paling mengerikan. Komodo adalah makhluk yang luar biasa."