Can't Handle the Truth

Belantara Hoax Pekan Ini Diramaikan Intel Berjenggot Hingga Chat Mesum Bibib

Hoax-hoax yang ramai dibicarakan di medsos sepekan terakhir cenderung serius, kurang lucu, walaupun tetap tolol seperti biasa.
21.5.17
Ilustrasi agen rahasia pakai celana cingkrang oleh Ilham Kurniawan.

Selamat datang kembali di Can't Handle the Truth, kolom VICE Indonesia berisi kompilasi hoax dan berita palsu yang beredar di sosmed dan grup whatsapp kalian selama sepekan.

Ada banyak berita sepanjang pekan ini yang membuat kita cemas membayangkan masa depan umat manusia. Serangan ransomware terhadap komputer di lebih dari 150 negara, termasuk Indonesia, sempat menjatuhkan sistem jaminan kesehatan Inggris. Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal. Walau dunia gaduh, kita di Tanah Air tampaknya tak terlalu khawatir terhadap ancaman global. Media massa dan publik kita lebih tertarik pada perkara selangkangan.

Iklan

Cerita paling ramai sepekan terakhir adalah mangkirnya Rizieq Shihab dari pemeriksaan polisi atas kasus chat mesum dengan seorang perempuan bernama Firza Husein. Sang pengacara memberi alasan yang berubah-ubah mengapa Pendiri Front Pembela Islam itu berada di Arab Saudi, singgah di Malaysia, lalu kembali lagi ke Saudi (atau dalam bahasa yang lebih sederhana: dia kabur laiknya kriminal kebanyakan). Tak perlu heran jika salah satu hoax paling ramai dibicarakan publik pertengahan bulan ini terkait skandal Rizieq dan Firza.

Seakan tak mau kalah dari beragamnya peristiwa sepekan terakhir, belantara hoax Indonesia menampilkan kabar bohong tak kalah serunya yang tak semuanya berurusan dengan perkara selangkangan sebagai hak pribadi seseorang dan tak sepatutnya diurusi negara. Mau bukti? Sudah dengar Intel Indonesia kini akan diatur dress codenya? Tim peretas anonymous di balik pembocoran chat mesum Bibib? Hmm. Hoax-hoax yang ramai dibicarakan di medsos sepekan terakhir cenderung serius, kurang lucu, walaupun tetap tolol seperti biasa. Berikut sepilihan berita palsu dan kabar bohong yang menarik minat pengguna Internet di Tanah Air. Di luar perkiraan, kolom ini tampaknya akan punya cukup pasokan hoax setiap pekan. Hadeh….

Anonymous ikut mengurusi isu chat sex Bibib

Mari kita mulai dulu dari keributan di Jakarta (konon) yang menyeret kelompok peretas Anonymous. Setelah menyerang situs pemerintah Amerika Serikat, Israel, serta berkoalisi dengan Wikileaks, kelompok ini tiba-tiba dituding menjadi pembocor percakapan Whatsapp bernuansa mesum antara Rizieq Shihab dan Firza Husein. Apa keuntungan jaringan hacker ini mengurusi kehidupan pribadi Imam Besar FPI? Bahkan tim Anonymous turut mempertanyakannya. Beredar video mengklaim sebagai perwakilan kelompok hacker tersebut di Indonesia membantah adanya keterlibatan mereka dalam perkara chat mesum. Anonymous merasa dicatut namanya oleh kelompok buzzer pendukung Basuki Tjahaja Purnama, yang kecewa idolanya dipenjara atas penistaan agama, lalu mencari pelampiasan memfitnah Rizieq. "Jangan berani lagi membawa nama kami untuk kepentingan permusuhan kalian," kata jubir anonymous lewat video pendek diunggah di Youtube. Bikin bingung beneran nih. Siapa memangnya yang bilang pertama kali kalau Anonymous terlibat dalam pengungkapan skandal chat mesum antara Rizieq dan Firza?

Setelah dicek ke Kepala Humas Kepolisian Jakarta, Argo Yuwono, dia meluruskan maksud kata-katanya. Polisi memang sempat mengaku kesulitan melacak siapa penyebar chat mesum Imam Besar FPI. Rupanya polisi tak ada niat mengkambinghitamkan Kelompok Anonymous. "Engga ada alamatnya, (akun) anonymous toh, kami sudah lacak," kata Argo saat dihubungi media massa Rabu (17/5) pekan ini.

Iklan

Ah elah, ternyata semua ini gara-gara salah paham istilah anonymous. Maksudnya akun yang tak diketahui pemiliknya, bukan kelompok peretas internasional.

Ya sudah deh, tanpa adanya campur tangan hacker, skandal chat mesum ini sudah absurd kok. Polisi memastikan rekaman percakapan Whatsapp itu asli. Lalu berdasarkan Pasal 8 UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi, yang harus dihukum adalah… Firza dan Rizieq. Aneh engga sih, kalaupun harus ada yang dihukum, kenapa bukan yang menyebar saja? Begitulah. Sang Imam Besar FPI kini senasib dengan Nazril Irham alias Ariel Noah yang divonis penjara dua tahun karena merekam proses senggamanya dengan artis Luna Maya.

Raibnya Rizieq memicu hoax soal polisi dan Interpol

Ada terlalu banyak meme hoax dan berita palsu melibatkan Rizieq Shihab. Tapi kita pilihkan satu yang paling banyak dibicarakan. Apalagi kalau bukan rumor sang Imam Besar FPI itu masuk daftar cekal interpol. Hoax ini seakan valid, karena beredar gambar-gambar Rizieq di lama polisi internasional.

Tak jelas di mana Rizieq Shihab, sang imam besar Front Pembela Islam, sekarang berada. Mangkirnya sang imam besar FPI dari pemeriksaan polisi atas kasus chat mesum membuat pengguna Twitter melempar candaan dan sempat meroketkan tagar #RizieqPulang ke puncak trending topic. Omong-omong, seriusan Interpol kini ikut memburu pendiri FPI? Ternyata, seperti biasa, kabar itu cuma isapan jempol. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan gambar red notice atas Rizieq adalah hoax, seperti dikutip dari Detik.com. "Red notice itu kan kalau statusnya tersangka. Habib Rizieq kan masih saksi," ujar Argo. Ya sudah. Cepat pulang Bib, sudah banyak yang menunggu….

Intel Indonesia tak boleh memelihara jenggot dan pakai celana cingkrang

Dua 'versi' edaran BIN yang tersebar di Internet.

Di tengah hiruk pikuk politik Jakarta, muncul kehebohan kecil yang beredar di grup whatsapp serta laman facebook pegiat sayap kanan. Badan Intelijen Negara (BIN) diklaim melarang pegawainya yang bertugas di kantor pusat memelihara jenggot dan celana cingkrang di atas mata kaki. Gaya busana itu khas dikenakan oleh pemeluk Islam dari aliran salafi. Surat edaran yang 'terbit' awal pekan ini tersebut sekilas meyakinkan, dilengkapi kop dan stempel yang rasanya sulit dipalsu. Tokoh agama dan pun merespons negatif kebijakan ini karena dianggap anti-Islam. Salah satunya adalah Asrorun Niam Sholeh, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Apa urgensi larangan memelihara jenggot? Itu kan tidak terkait estetika. Jenggot tidak masalah asal rapi," ujarnya seperti dikutip CNN Indonesia.

Setelah memicu kritik dari kanan-kiri, BIN membantah para intel dan karyawan lainnya dilarang mengekspresikan gaya busaya yang mereka yakini. Melalui keterangan tertulis,Sekretaris Utama BIN Zaelani menyatakan foto capture yang beredar di medsos tidak benar. Pihaknya mengakui menerbitkan aturan internal agar pegawai di kantor pusat menaati panduan pakaian dinas.

"Namun dalam surat itu, tidak bertuliskan tentang aturan berjenggot, rambut panjang, atau celana cingkrang."

Sayang Indonesia belum punya sosok intel karismatik seperti James Bond di ranah fiksi. Bolehlah kita bayangkan, sosok itu sehari-hari mengenakan celana cingkrang, dengan wajah penuh jenggot tebal, tangkas dan gesit, tapi tidak minum alkohol seperti James Bond. Ajib!