Jadi Konsumen Cerdas

Jangan Terperdaya Tanggal Kedaluwarsa yang Bikin Kita Buang-Buang Makanan

Terbiasa buang makanan karena mengira tanggal kedaluwarsa kadung lewat adalah hal mubazir yang jarang kita sadari kerugian ekonominya. Nih kami kasih panduan batas aman makanan yang sebenarnya.
28.8.18
Foto ilustrasi via Stocksy / Suzanne Clements

Pastinya kamu pernah bertanya-tanya, apakah mengonsumsi susu setelah tanggal kadaluarsa atau sop kalengan yang tersimpan di dapur selama bertahun-tahun akan membuatmu sakit? Jawabannya akan mengejutkanmu. Konsumen di berbagai negara terbiasa membuang hampir setengah dari produksi makanan senilai US$218 triliun (setara Rp3.100 triliun) hanya karena mengira makanan yang hendak dikonsumsi terlanjur kadaluarsa sesuai tanggal kemasan.

"Sebagian besar konsumen berpikir kita sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang sudah lewat tanggal kadaluarsa," ujar Michael Hansen, aktivis senior di Consumers Union. "Padahal tindakan macam itu tak tepat karena label kedaluwarsa sebetulnya mengindikasikan kapan makanan tertentu paling baik dikonsumsi, bukan soal keamanannya buat tubuh kita."

Tentu saja kita sebaiknya tak memakan makanan berjamur atau sudah dipenuhi lalat. Kalau yang kayak gitu sudah jelas isinya bibit penyakit-penyakit e.coli, Listeria, dan Salmonella yang dipicu kebersihan makanan kadung tercemar. Tapi itu tadi bukan terkait masa kedaluwarsa. Kalau sakit perut habis makan sesuatu penyebabnya lebih sering makanan itu dimasak tidak benar, kamunya lupa cuci tangan, atau kalian mengonsumsi daging yang kurang matang.

Iklan

Sebagian besar makanan aman untuk dikonsumsi lebih lama dari yang kita duga. Makanan beku dan makanan yang bisa disimpan di rak dapur bisa bertahan selamanya, jadi membuang pizza beku dari tahun lalu adalah pemborosan besar. Sama dengan makanan kering, seperti pasta, biskuit, dan kacang. Kalau ragu, gunakan indra penglihatan, penciuman, dan peraba untuk menentukan apakah makanan ini masih bagus, menurut keterangan Jessica Crandall, ahli gizi di Denver, Colorado.

Berikut adalah kombinasi saran akurat dari Mayo Clinic, New York Times, dan Dr. Sanjay Gupta dari CNN, tentang durasi masa penyimpanan yang aman untuk barang konsumsi sehari-hari. Ada juga kiat-kiat agar makanan tetap segar, dan kapan sebaiknya dibuang.

  • Bacon: aman sampai satu minggu setelah bungkusnya dibuka
  • Roti: buang kalau sudah berjamur. Supaya lebih awet, simpan di freezer dan panggang rotinya supaya bisa dimakan.
  • Semua Makanan kalengan: aman sampai dengan lima tahun
  • Keju: keju keras seperti cheddar atau swiss aman dikonsumsi bahkan kalau ada jamur (potong aja jamurnya). Sebaliknya kalau keju lembut sebaiknya segera dibuang kalau ada jamur.
  • Sereal: aman sampai kapanpun.
  • Ayam: dada ayam mentah bisa disimpan di kulkas sampai dua hari, dada ayam yang sudah dimasak bisa bertahan empat hari. Kalau sudah bau atau terlihat berlendir, langsung buang ya.
  • Telur: bisa disimpan di kulkas selama lebih dari satu bulan (ini adalah cara untuk mengetahui apakah telur masih bagus).
  • Buah dan sayur mayur: kecuali memang ada lendir atau jamur, gak perlu dibuang.
  • Salami keras: potong bagian yang berjamur, lalu konsumsi sisanya.
  • Madu: aman untuk dikonsumsi sampai kapanpun. Beneran sampai kapanpun.
  • Saus sambal: bisa disimpan selama setahun atau bahkan lebih.


  • Daging: baru buang kalau berlendir, lengket saat disentuh, atau berbau. Perubahan warna tak selalu berarti daging sudah busuk.
  • Susu: lima hari setelah tanggal kadaluarsa yang tertera, susu asam masih bagus untuk bikin kue.
  • Minyak: minyak zaitun bagus selama satu tahun kalau disimpan di tempat gelap dan dingin; minyak sayur bisa dikonsumsi selama setahun.
  • Bumbu/Rempah: aman dikonsumsi selama bertahun-tahun
  • Yogurt: aman dikonsumsi selama beberapa minggu setelah tanggal kedaluwarsa, kalau tidak ada jamurnya.

Kalau kamu ingin mengawetkan makanan yang sebentar lagi akan kadaluarsa, simpan ke dalam freezer atau baca panduan ini untuk mengubah pisang yang sudah cokelat menjadi roti pisang, menggunakan kulit buah semangka untuk membuat sop, dan membuat teh dari tulang dan kulit apel.


Follow Gina Ragusa di Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di FREE—Situs bagian dari VICE.com membahas isu ekonomi secara nyeleneh