Game ‘Design Home’ Telah Benar-benar Mengambil Alih Hidup Saya
Game

Game ‘Design Home’ Telah Benar-benar Mengambil Alih Hidup Saya

Saya curiga game ini mengandung pelet makanya saya ketagihan.

Hai, mari saya jelaskan model permainan Design Home untukmu. Ini akan memakan tiga paragraf, karena game ini anehnya kelewat ribet. Padahal intinya sih kamu tinggal memilih furnitur pirus Ottoman mana yang cocok diletakkan dalam ruang makan outdoor di sebuah villa Turki.

Dalam Design Home, kamu adalah seorang desainer yang diberikan beberapa tugas: “Townhouse on Beacon Hill,” “Goodbye UK, Hello Singapore! Atau “Palace by the Sea.” Ini semua intinya hanyalah ruangan dengan kertas dinding yang jelek. Biarpun gamenya yang menentukan posisi furnitur, kamulah yang berhak memilih gaya furniturnya, atau dengan kata lain: nuansa dari ruangan.

Iklan

Kamu membayar furnitur menggunakan entah uang tunai atau berlian, karena game ini memiliki dua mata uang, dan nilainya sama. Ini artinya biarpun kadang kamu memiliki jumlah harta kolektif yang cukup untuk membeli sesuatu, kamu tetap tidak bisa membeli karena kedua jenis pembayaran ini tidak bisa digabung. Tidak jelas kenapa beberapa hal menuntut pembayaran menggunakan berlian, sementara lainnya menggunakan dolar.

Untuk melengkapi desain, kamu harus memenuhi beberapa persyaratan sederhana, misalnya, “gunakan dua item Luxe,” atau “gunakan sebuah kursi berlengan floral.” Begitu desain diajukan, kamu akan mendapat $500. Nah tapi ini nih masalahnya—kursi berlengan floral tersebut harganya $1.200, jadi kamu malah akan merugi.

Inilah inti dari permainan Design Home: ilusi bahwa kamu bisa menghasilkan profit. Ini tidak akan mungkin. Ini hanya sebuah kebohongan besar. Hoax. Tidak peduli seberapa konservatifnya pengeluaranmu, kamu akan menghabiskan uang yang diberikan Design Home, dan kamu akan mulai membeli meja putih yang paling murah, dan sebuah gajah keramik kecil yang entah kenapa harganya $300, tapi harus kamu pilih untuk menyelesaikan tantangan game.

Kamu memulai game ini penuh dengan harapan dan semangat, membuat keputusan kreatif yang berani dan menggambarkan kepribadianmu. Kamu baru saja mulai mengembangkan suara yang jelas, koheren dan unik dalam dunia desain. Namun tidak lama kemudian, tugas yang diberikan ke kamu mulai menjadi bosmu. Dulu kamu menggunakan replika Eames. Sekarang kamu harus membeli beanbag karena mereka satu-satunya kursi berwarna krem yang sesuai dengan budget. Nasib.

Iklan

Nah itu tadi satu sisi negatif Design Home. Jadi mari kita simak apakah game ini secara keseluruhan positif atau negatif?

Positif: 0, Negatif: 1

Inti dari Game ini Secara Paling Sederhana

Design Home itu kurang lebih sama seperti bagian dari The Sims ketika kamu menaruh furnitur ke dalam rumah yang baru kamu bangun—bagian yang paling menyenangkan.

Skor: Positif: 1, Negatif: 1

“Tugas”nya

Entah kenapa game ini selalu memberikan cerita latar belakang ruangan dengan detail yang lebay. Cerita-cerita ini menjadi alasan kenapa kamu dipekerjakan, dan sesungguhnya tidak relevan dengan tugas itu sendiri. Cerita-cerita ini juga sepertinya ditulis oleh Carrie Bradshaw (dari Sex and The City), dan ini masuk akal, karena dia pasti butuh pekerjaan komersil sampingan. Mana bisa seorang kolumnis punya gaya hidup wah seperti dia?

Skor: Positif:1, Negatif: 2

NJIR KATHY KUO MULU

Kalau kamu memainkan game ini, kamu pasti mengerti maksud saya. Perempuan ini ada di mana-mana. Sekitar 80 persen furnitur dalam game ini adalah buatan brand Kathy Kuo, dan sepertinya dia masih gak jelas deh arah estetikanya mau ke mana. Beberapa furnitur mengadopsi gaya rustic kekinian, beberapa lagi terbuat dari kayu apung sepenuhnya, dan lainnya malah terbuat dari perspex dan beton. KATHY INI SIAPA SIH? Kayaknya Kathy ini seorang populis di dunia Design Home deh, yang penting dia memuaskan semua pihak. (TAKTIK YANG SAMA YANG DIGUNAKAN TRUMP AGAR TERPILIH).

Perlu diingat bahwa semua furnitur yang digunakan nyata. Desainer game tidak menciptakan furnitur ini sendiri, dan mereka merupakan salinan 3D dari produk sungguhan—dan kamu diberikan tautan untuk membeli produk sesungguhnya di dunia nyata. Jadi Kathy mungkin sudah tajir sekarang. Dia pasti menyewa perusahaan Humas yang pinter untuk memastikan game ini mempromosikan produk-produknya.

Iklan

Skor: Positif:1, Negatif: 3

Biayanya

Kalau kamu tidak berhenti bermain dalam waktu dua hari setelah mengunduh Design Home, kamu pasti akan merugi. Ini karena semua furnitur bagus harganya $2.000 ke atas, dan game ini didesain agar kamu tidak bisa mendapatkan untung dari tugas. Biaya memainkan Design Home selama beberapa minggu tidak jauh berbeda dengan biaya belajar desain interior selama tiga tahun di RMIT.

Kamu memulai game ini dengan uang $18.000 dan mimpi besar, dan ujung-ujungnya mendesain ruang tamu medioker di Portland sambil sibuk memilih dudukan kaki yang paling murah biayanya.

Skor: Positif: 1, Negatif: 4

Sistem Voting

Kamu pikir ini semua cuman buat seneng-seneng doang? Salah. Ini semua demi ketenaran. Setiap ruangan di Design Home diberikan nilai dari, dan kalau kamu bisa mendapat di atas angka 4, game ini akan memberikanmu sebuah furnitur gratis. Kalau kamu benar-benar sukses, ruanganmu akan dipertontonkan dalam feed bergaya Instagram dalam game, agar semua orang bisa melihat.

Masalahnya, kamu dinilai oleh para pemain dalam game desain interior virtual, yang artinya, sekitar 97 persen dari mereka adalah ibu-ibu yang foto displaynya adalah anak mereka, atau swafoto di dalam mobil. Selera interior mereka tentu saja akan berbeda. Lagian, kayaknya game ini curang soalnya yang selalu disandingkan adalah dua desain yang sangat bagus, atau dua yang sangat jelek. Jadi entah kamu harus downvote sebuah desain yang baik, atau terpaksa memberikan ruangan jelek 4.6 bintang padahal karpet aja gak ada (karpet itu keharusan, dan membuat ruanganmu lebih menyatu, plis deh). Setelah bersusah-payah, kamu hanya diberikan nilai 3.8—biarpun kamu menggunakan empat tanaman yang berbeda untuk menambahkan warna dan suasana.

Skor: Positif:1, Negatif: 5

Skor Akhir

Skor: Positif: 1, Negatif: 5. Wuanjir. Gak imbang bener. Memainkan Design Home itu seperti pergi ke Ikea niatnya beli satu barang, terus pulangnya harus panggil Uber Van karena kamu akhirnya belanja ini itu, dan menghabiskan 6 bulan ke depan makan kornet setiap hari.