The VICE Guide to Right Now

Pesawat Kanada Nyaris Mendarat di Taxiway, Bisa Jadi Tragedi Penerbangan Terparah

Air Canada detik-detik akhir batal menghantam landas pacu berisi 4 pesawat. Seandainya insiden tak terhindarkan, korban bisa mencapai lebih dari 600 jiwa, terbanyak sepanjang sejarah.
Mack Lamoureux
Toronto, CA
12.7.17

Seorang pilot Air Kanada akhir pekan lalu terhindarkan dari potensi kecelakan terbesar dalam sejarah penerbangan. Dia nyaris menabrakkan Airbus 320-nya ke arah empat pesawat dipenuhi penumpang di taxiway pinggir landas pacu. Sebagaiman dilaporkan The Mercury News, pilot Air Canada itu hampir mendaratkan pesawat di tempat parkir yang padat, alih-alih lintasan pendaratan di Bandara Internasional San Francisco. Insiden ini terjadi pada Jumat malam—bisa didengarkan lewat rekaman audio di Live ATC, terdengar suara pengontrol lalu lintas udara sudah sangat panik. Pilot ini, mencoba mendaratkan pesawat dengan melihat ke lokasi parkir alih-alih lintasan pendaratan yang dijadwalkan, mulanya bertanya mengapa dia melihat lampu-lampu pesawat di lintasan tersebut. Alasannya adalah, dia memang melihat lampu-lampu pesawat—berada di lokasi parkir adalah empat pesawat dipenuhi penumpang dan bahan bakar, menunggu giliran lepas landas. Menara kontrol berkata pada pilot bahwa lintasan pendaratannya kosong ketika suara lain—mungkin pilot United—masuk bertanya apa yang dilakukan pilot Air Canada. Si pengontrol, menyadari apa yang akan terjadi, menyuruh si pilot "putar balik"—yang berarti tidak melanjutkan pendaratan—yang kemudian dilakukan si pilot. Ross Aimer, pensiunan pilot dan CEO Aeri Consulting Experts, berkata pada The Mercury News bahwa situasi ini bisa menjadi bencana besar, sebuah sentimen yang terulang pada wawancaranya bersama VICE. "Sebagai seseorang yang telah menghadapi situasi-situasi ini selama lima belas tahun terakhir, hal ini bisa dikatakan nyaris banget," ujar Aimer saat dihubungi VICE. "Kalau saja pilot United tidak mengontak menara kontrol tepat waktu, ini bisa jadi kecelakaan terbesar dan paling mengerikan dalam sejarah penerbangan."

"Sejauh ini, yang terburuk dalam sejarah adalah kecelakaan Tenerife di mana 600 sekian orang tewas saat dua 747 saling bertabrakan. Yang tadi, kalau kejadian, akan menjadi yang terburuk, menurut opini saya." Ketika pesawat itu sudah amat dekat, salah satu pilot United menyadarinya dan mengontak menara kontrol, berkata "United One, Air Canada terbang persis ke arah kami." Setelah menyelesaikan putar balik, yang berarti mengelilingi bandara satu kali lagi, pilot tersebut mendarat dengan aman di lintasan daratan paralel dengan lokasi parkir. Air Canada secara relatif adem ayem soal bakal-insiden ini. "Penerbangan Air Canada AC759 dari Toronto sedang dalam persiapan mendarat di bandara San Francisco pada Jumat malam saat pesawat itu menginisiasikan putar balik," ujar Air Canada dalam keterangan tertulis kepada VICE. "Pesawat tersebut mendarat dengan normal tanpa insiden." Pensiunan pilot lainnya, John Cox, berkata pada CBC News bahwa alasan kecelakaan bisa dihindari adalah, semua orang dari pilot hingga pengelola lalu lintas udara, mengikuti protokol yang ada. Aimer berkata pada VICE bahwa dia percaya titik balik situasi tersebut adalah ketika pilot United menanyakan apa yang sedang terjadi. "Kami punya ungkapan di penerbangan, bahwa 'jika kamu melihat sesuatu yang tidak kamu sukai, ungkapkanlah," ujar Aimer. "Saya bangga sekali dengan kawan-kawan pilot United yang tidak menunda-nunda [untuk berkata sesuatu] ketika mereka melihat lampu menuju arah mereka." Terlepas dari tak adanya korban, penyebab kesalahan pendaratan sedang diselidiki oleh Otoritas Penerbangan Sipil setempat. Air Canada juga menambahkan bahwa mereka sedang "menyelidiki penyebab insiden tersebut."