Bali United Menghadirkan Harmoni Sesungguhnya Dari Lapangan Hijau
Selebrasi gol pemain Bali United. Foto diunggah seizin Miftahuddin Halim.

Bali United Menghadirkan Harmoni Sesungguhnya Dari Lapangan Hijau

Berulang kali selebrasi gol para pemain Tri Datu menampilkan pesan kerukunan umat beragama. Inspirasi jernih di tengah suasana politik Indonesia yang ruwet.
6.6.17

Sepakbola ibarat dua sisi mata pisau. Olahraga terpopuler sedunia ini bisa menjadi alat pemersatu warga dari bermacam kelas sosial paling efektif, namun di saat bersamaan sekaligus mampu menjadi penyulut konflik sektarian paling ampuh. Lihat saja dari konflik paling legendaris, 'Old Firm' antara dua klub berbasis di Glasgow, yakni Celtics versus Rangers yang menjadikan sepakbola bukan sekadar rivalitas ketangkasan, tapi juga adu serangkaian konflik agama (katolik–protestan), politik, identitas sosial (British–Irish-Scots), hingga ideologi.

Di kancah sepakbola Indonesia kondisi setali tiga uang. Setelah terlalu sering kita mendengar rivalitas antar suporter yang berujung pada perkelahian hingga kematian, muncul kabar baik. Kabar yang jelas-jelas bisa mempersatukan semua orang yang masih percaya pada pentingnya nilai kebhinekaan negara ini. Semacam angin segar sesudah sentimen berbalut agama dan ras memanas akibat Pilkada DKI Jakarta.

Kabar baik itu datang dari klub Bali United di Pulau Dewata.

Akun Facebook resmi klub berjuluk 'Tri Datu' itu akhir pekan lalu mengunggah foto perayaan gol setelah Irfan Bachdim mencetak gol ke gawang Perseru Serui. Pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, ini berujung skor 3-1 untuk kemenangan Bali United.

Dalam foto yang diambil oleh fotografer Radar Bali, Miftahuddin Halim, akhir pekan lalu tampak tiga pemain Bali United masing-masing meluapkan rasa syukur kepada Tuhan sesuai kepercayaan masing-masing. Dari sisi kiri Ngurah Nanak menunjukkan ekspresi syukur dalam ritual Hindu, diikuti Yabes Roni berdoa dalam cara Kristen, sementara Miftahul Hamdi bersujud layaknya gerakan salat. Selebrasi gol sambil mengucap syukur sesuai agama para pemain ini sudah menjadi tradisi awak Bali United. Beberapa pemain bahkan mengaku rutin melakukannya sejak memperkuat tim U-19.

"Saya setiap cetak gol selalu sujud syukur. Kalau kita minta ke Tuhan untuk cetak gol, pasti Dia akan kasih lebih," ujar Yabes saat dihubungi awak media. "Walaupun beda suku dan agama, kita NKRI. Jaga persaudaraan dan tetap bersatu."

Foto Miftahuddin segera viral di dunia maya dua hari terakhir. Sang fotografer merasa beruntung berhasil mengabadikan beberapa momen selebrasi gol pemain Bali United yang inspiratif. Tak hanya sekali dua kali saja.

"Perasaan saya senang kalau itu bisa menjadi contoh. Jadi sepak bola bisa pemersatu bangsa," ujar Miftahul saat dihubungi media mengenai foto-fotonya selama meliput Bali United.

Suasana politik-sosial di Tanah Air memang sedang tak kondusif. Cukup banyak perdebatan sisa ketegangan pilkada DKI Jakarta yang memakai narasi kebencian bernuansa agama dan ras. Belum lagi persekusi yang menimpa warga sipil dari berbagai kota akibat teror ormas intoleran yang merasa tak terima pemimpin mereka diejek selama kabur dari pemeriksaan polisi atas kasus persebaran foto cabul.

"Subhanalloh adem liatnya klo begini Min. Jaga Bali min, jangan sampai kayak di Jakarta," tulis pemilik akun Facebook Mohammad Komaruddin saat mengomentari foto viral Bali United. "Walaupun saya bukan dari bali tapi saya angkat topi buat kerukunan umat di sana. Semoga Bali tetap jaya."

Selebrasi gol adalah bagian tidak terpisahkan dari sepakbola. Beberapa selebrasi bahkan lebih dikenang daripada golnya. Pemain kelas dunia seperti Gareth Bale sampai mendaftarkan properti intelektual untuk perayaan gol tangannya yang membentuk hati. Pesepakbola Italia Mario Balotelli dikenal karena membuka kaos dalam bertuliskan 'Why Always Me?' selepas mencetak gol. Intinya, selebrasi gol dikenang berkat pesan-pesan subtil yang disampaikan oleh para atlet untuk publik. Di dalam maupun luar stadion.

Setidaknya kita bisa yakin bahwa pesan dari Bali United akan lebih lestari dibanding selebrasi gol lainnya dalam sejarah sepakbola negara kita. Pesan dari Pulau Dewata untuk bangsa Indonesia.