Musik

Mungkinkah Musisi Bisa Kaya Lewat Spotify? Berikut Ulasannya

Dibutuhkan niat yang besar untuk menyaingi kesuksesan finansial musisi setenar Drake di layanan streaming musik itu.
9.2.21
Ilustrasi perangkat memutar lagu di Spotify
Ilustrasi: Lily Lambie-Kiernan

Tahun lalu, Bad Bunny mengumpulkan lebih dari 8,3 miliar streaming di Spotify, jauh lebih banyak dari jumlah populasi di dunia ini. Pada 2019, Drake meraup 12,1 juta dolar AS atau setara Rp170 miliar hanya dari streaming lagu. Sementara musisi papan atas seperti mereka mengandalkan konser dan iklan sebagai penghasilan utama, meraup pemasukan tambahan dari jumlah putar bukanlah ide buruk.

Iklan

Masalahnya adalah royalti yang diterima musisi dari pendapatan streaming sangat sedikit. Seperti dikutip The Guardian, layanan streaming musik ini hanya menyisihkan $3,18 (Rp44 ribu) per 1.000 streaming. Hasil survei The Musicians’ Union menunjukkan 82 persen responden menghasilkan kurang dari £200 (Rp3,9 juta) sepanjang tahun.

Melihat ini semua, saya bertanya-tanya apakah tidak ada cara lain agar musisi — atau orang biasa seperti saya — memperoleh keuntungan sebesar-besarnya hanya dengan bermodalkan Spotify. Ternyata ada. Bintang pop macam Justin Bieber pun pernah melakukannya. Kalian cukup mengakali platform untuk meningkatkan jumlah streaming.

Saya mulai memperkirakan apa saja yang mesti dilakukan setelah merilis lagu di layanan streaming tersebut. Dari perhitunganku, kita bisa mengantongi miliaran rupiah dalam setahun asal mengikuti langkah-langkahnya dengan cermat. Jangan ada yang terlewat satu pun.

Iklan

Penasaran? Simak panduannya berikut ini:

LANGKAH PERTAMA: PUTAR LAGUNYA NONSTOP

Kalian harus tahu, musik di Spotify ditentukan pada 30 detik pertama. Itu berarti kalian bisa menerima bayaran meski durasi lagunya cuma beberapa puluh detik. Dengan kata lain, kalian tidak perlu berbakat untuk menjadi kaya.

Setelah membuat lagu sependek mungkin, kalian selanjutnya mencari distributor yang akan merilisnya di Spotify dan mengumpulkan royalti dari sana.

Begitu lagu dirilis, kalian perlu menambahkannya ke playlist. Memainkan lagu berdurasi 30 detik seharian tanpa henti bisa mengumpulkan kira-kira 2.880 stream. Jika menggunakan perhitungan The Guardian, keuntungan yang kalian dapatkan setiap harinya mencapai £7,89 (Rp152 ribu). Dalam setahun, total royalti kalian melebihi £2.800 (Rp54 juta).

Kalian bisa memaksimalkan keuntungan dengan mendaftar Spotify Premium Family. Enam pengguna di satu alamat rumah bisa mengakses platform ini. Dengan tambahan enam akun, kalian akan menghasilkan £17.279 (Rp332 juta) per bulan. Bisa dibayangkan betapa banyak uang yang masuk ke rekening dalam setahun.

Kalian tidak akan dapat bayaran jika aplikasi atau perangkatnya di-mute. Jadi, lagu jelekmu itu harus diputar ulang selama 24 jam setiap hari dari enam sumber berbeda dengan suara cukup keras.

LANGKAH KEDUA: MANFAATKAN TEKNOLOGI CANGGIH

Raspberry Pi Zero W memang tidak punya monitor, keyboard, hard drive internal dan mouse. Akan tetapi, komputer papan tunggal ini bisa tersambung ke jaringan WiFi. Kalian bisa menjalankan Spotify dengan menggunakan kartu SD. Berhubung tidak ada colokan earphone di sini, kalian sepertinya bisa memainkan lagu sekencang-kencangnya tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.

“Pengaturannya tidak gampang, tapi masih mungkin dilakukan,” ujar Cal King, pengguna Raspberry Pi yang sering menghubungkannya ke berbagai perangkat, seperti layar yang menampilkan surat kabar dan playlist shuffler.

Iklan

“Kalian harus mengatur satu per satu ketika menyalakannya. Begitu perangkat menyala, playlist Spotify akan diputar otomatis. Kalian perlu menggabungkan kode, lalu menyiarkannya ke setiap kartu SD dan mengubah detail login.”

Jika kalian punya 12 komputer Raspberry Pi, kalian bisa mengumpulkan £94,68 (Rp1,8 juta) sehari dan lebih dari £34.000 (Rp653 juta) per bulan. Apabila jumlahnya masih belum cukup, silakan ikuti jejak kakek di Taiwan yang punya 64 HP untuk main  Pokémon Go.

LANGKAH KETIGA: MAINKAN LAGUNYA DI MANA SAJA

Ukuran Raspberry Pi kecil banget, jadi kalian bisa memasukkan 360 buah komputer ke dalam satu lemari besar. Dengan tekad dan kesabaran yang tinggi, kalian bisa mengumpulkan hingga jutaan streaming setiap harinya.

Memang akan mencurigakan jika ada banyak akun Premium Family yang memutar satu lagu. Tapi tenang saja, platform ini lebih mempermasalahkan akun dengan alamat berbeda dalam satu paket. Kalian sepertinya akan aman-aman saja kalau menggunakan satu alamat rumah. Jadi manfaatkan paket ini sebaik-baiknya. Dari perhitunganku, enam akun memutar lagu 30 detik setiap hari selama satu tahun di 360 komputer akan menghasilkan 1.036.800 streaming. Dengan kata lain, kalian bisa menerima lebih dari £1.000.000 (Rp19 miliar) dalam setahun. Kerja keras kalian akhirnya terbayar juga. Kalian sekarang resmi menjadi miliarder.

TAPI APAKAH SEMUA UANG ITU BISA KALIAN NIKMATI SUNGGUHAN?

Ya, tidak lah. Semua yang kalian lakukan di atas melanggar peraturan Spotify. Kalian telah memanipulasi Spotify “menggunakan proses otomatis”.

Jika kalian niat mengikuti semua langkah di atas, kalian akan menghasilkan cukup uang untuk membeli empat set-up setiap bulan yang akan meningkatkan output. Akan tetapi, Spotify hanya memiliki keuntungan £67 miliar (Rp1,3 kuadriliun), sedangkan kalian akan menghasilkan £167 miliar (Rp3,2 kuadriliun) pada akhir Oktober. Spotify takkan mampu menyerahkan semua royalti kalian. Perusahaan itu akan gulung tikar. Perekonomian dunia hancur. Kalian menjadi satu-satunya orang terkaya di planet ini.

Intinya, kalian cuma bisa mimpi jadi musisi kaya di Spotify. Industri musik tidak semenarik kelihatannya. Kekayaan terbesar hanya dimiliki segelintir musisi papan atas, sedangkan musisi skala kecil cukup menerima remah-remahnya saja. Tidak peduli kalian sudah banting tulang merilis lagu bagus di Spotify, kerja kerasmu itu tidak menghasilkan apa-apa selama kalian tidak setenar Drake. Kesenjangan ini akan semakin membesar seiring berjalannya waktu, dan takkan ada yang bisa kalian lakukan untuk mengatasinya.

@MikeRampton