The VICE Guide to Right Now

Ogah Bertanggung Jawab, MGM Resorts Gugat Balik Korban Penembakan Las Vegas

Menurut pengacara korban, gugatan balik dari pihak hotel ke korban itu sangat “keterlaluan.”
19.7.18
Photo by ROBYN BECK/AFP/Getty Images.

MGM mengambil jalur hukum agar mereka tidak terseret dalam kasus penembakan massal di festival musik country Las Vegas dari lantai 32 Mandalay Bay yang menewaskan 58 orang dan memakan 851 korban luka-luka. Pasalnya, banyak keluarga korban yang menuntut pihak hotel atas kerugian dari insiden tersebut. Las Vegas Review-Journal melaporkan bahwa manajemen hotel, MGM Resorts International, menggugat balik 1000 korban karena mereka tidak mau disebut terlibat dalam peristiwa yang terjadi Oktober lalu.

Seperti yang dilansir dari Review-Journal, MGM sebagai penggugat tidak menginginkan uang dari korban. Pihak hotel yakin mereka tidak berhak bertanggung jawab karena petugas keamanan yang mereka sewa untuk festival musik Route 91 sudah disetujui oleh Department of Homeland Security. Mengutip UU SAFETY 2002, pihak hotel berpendapat mereka sudah memakai jasa keamanan bersertifikat untuk mencegah “serangan massal” sehingga mereka terbebas dari tuntutan hukum.

“Sementara menunggu litigasi, kami berharap para korban bisa segera pulih dan mendapatkan penyelesaian. Pengadilan Federal adalah tempat yang tepat untuk mengurus kasus seperti ini. Mereka bisa memberikan penyelesaian secara tepat waktu. Persidangan dan litigasi yang diulur-ulur hanya akan merugikan korban.”

Iklan

Afiliasi CBS 8 News Now melaporkan bahwa korban tidak bisa mengajukan gugatan perdata kepada pihak hotel apabila hakim federal memutuskan bahwa MGM dilindungi oleh UU 2002. Itu artinya hampir 250 tuntutan yang telah diajukan akan dianggap tidak sah.

“Ini sangat memalukan dan rendahan. Mereka menggugat para korban demi mendapatkan hakim yang mereka sukai,” kata Robert Eglet, pengacara para korban, kepada Review-Journal.

Sejak peristiwa penembakan 1 Oktober lalu, penegak hukum setempat bekerja sama dengan FBI untuk mengungkapkan motif serangan Stephen Paddock. Pihak berwenang menemukan bahwa Paddock, yang bunuh diri setelahnya, telah menimbun senjata selama bertahun-tahun dan suka berjudi. Sayangnya, mereka belum berhasil menemukan alasan dibalik serangannya. Menurut Review-Journal, FBI tak menyebut pembunuhan massal ini sebagai aksi terorisme.

Follow Lauren Messman di Twitter.