Olahraga

Tonton Video Anak 12 Tahun Setinggi 2 Meter Hancurkan Lawan-Lawannya di Lapangan Basket

Ini anak harusnya main dengan anak-anak yang lebih tua. Kok bisa-bisanya dia diperbolehkan main lawan anak-anak sepantarannya yang tingginya paling mentok 150 cm?
Drew Schwartz
Brooklyn, US
26 Juni 2018, 6:00am

Coba bayangkan: umurmu baru 12 tahun dan kamu terlampau bersemangat menyambut pertandingan bola basket pertamamu. Kamu masuk lapangan dan mulai melakukan pemanasan. Untuk beberapa saat, kamu mencoba menembakkan bola dengan tepat. Sembari terus melakukan pemanasan, kamu melirik ke arah tim yang akan jadi lawanmu. Tak disangka, kamu melihat pemandangan seseram ini:

Dicuplik via BasketCantera.TV / YouTube

Catat ya, sosok menjulang yang berdiri di tengah itu bukan pelatih tim basket bocah itu. Namanya Olivier Rioux. Dia adalah bocah 12 tahun dengan postur tubuh setinggi 205 cm. Dengan postur tubuhnya, logikanya Rioux harusnya enggak boleh lagi bertanding lawan anak-anak seusianya, yang paling banter cuma setinggi udel Rioux.

Nyatanya, Rioux diperkenankan main bersama timnya Frenchy Phenom. Bermodal tinggi badan Rioux, Frenchy Phenoms cuma memainkan satu strategi yang sederhana: kasih bola ke Rioux dan serahkan segalanya pada bocah jangkung itu. Tak pelak, di lapangan, rekan-rekan Rioux cukup senang jadi pelengkap tim dan menyaksikan Rioux melewati siapa saja yang berani menghalanginya menjebloskan bola ke ring basket. Oh iya, tinggi ring basket dalam pertandingan basket anak 12 tahun itu cuma 2,4 meter. Cemen bangetlah buat Rioux. Saking cemennya, Rioux bisa ngedunk tanpa harus melompat sedikitpun.

Screengrab via BasketCantera.TV / YouTube

Untungnya, biar kelihatan lebih ramai—atau mungkin lantaran menurut Rioux hal itu keren keren, bocah 12 tahun ini kadang masih melakukan lompatan saat ngedunk—padahal sebenarnya mubazir. Alhasil, sosok jangkungnya membumbung di antara anak-anak yang paling banter tinggi cuma 150cm. Pemandangan ini mengingatkan kita pada pertandingan lawan Monstar di film Space Jam.

Screengrab via BasketCantera.TV / YouTube

Lalu, siapa dong yang menikmati permainan basket macam ini? Yang jelas bukan anak-anak yang bertinggi normal yang tetap turun bertanding dan bertampang ceria meski mereka tahu peluang mereka menang lawan Rioux nyaris nihil. Bukan juga rekan-rekan Rioux yang bisa dibilang cuma ongkang-ongkang kaki sementara Rioux mempecundangi lawan mereka. Pun, Rioux rasanya enggak ikut menikmati banget pertandingan ini. Pasalnya, bagi Rioux bikin poin sebanyak rata-rata raihan poin LeBron James dalam pertandingan ini sama gampangnya dengan mengikat tali sepatunya.

Selain menyerang, bertahan adalah hal yang kelewat enteng bagi Rioux. Coba tebak siapa yang mendapat bola rebound di gambar di bawah in?

Screengrab via BasketCantera.TV / YouTube

Bola ini bakal diblok Rioux enggak ya menurut kalian?

Screengrab via BasketCantera.TV / YouTube

Yang menarik menurut saya sih adalah saban kali Rioux memasukkan bola ke keranjang, ada seseorang di bangku penonton yang lekas meniup terompat, seakan-akan apa yang dilakukan Rioux itu sebuah prestasi luar biasa. Padahal mah, biasa saja.

Screengrab via BasketCantera.TV / YouTube

Kamu mungkin membayangkan kalau si peniup terompet ini adalah salah satu orang tuanya. Ini mungkin bikin kamu bertanya-tanya. Kok bisa-bisanya orang tua Rioux membiarkan anaknya bertanding dengan anak-anak yang postur tubuhnya mirip liliput di depan Rioux? Atau, kenapa mereka enggak mendorong anaknya bertanding melawan anak-anak yang setinggi dirinya? Untungnya, orang tua enggak berpikir sekritis kita, sebab jika iya, kita enggak akan bisa menyaksikan video di awal artikel ini dan saya enggak akan memenuhi kuota tulisan mingguan saya dengan menulis berita ini.

Jujur saja, saya kagum akan capaian Oliver Rioux. Cuma saya akan lebih kagum bila nanti Rioux masuk NBA dan bersemuka dengan pemain-pemain yang sama jangkungnya. Jadi, sampai jumpa lagi Rioux, saat umurmu 20 tahun dan tinggimu sudah sampai, hmm, 3 meter!

Colek Drew Schwartz di Twitter .