komik

Komik Henry Rollins/Glenn Danzig Membuatku Kembali Percaya Pada Cinta

Kenapa muncul komik menggambarkan percintaan dua ikon musik punk sepanjang masa itu? Berikut hasil investigasi kami.
22.5.17

Artikel ini pertama kali tayang di The Creators Project.

Salah satu panel komik Henry & Glenn Forever & Ever. Digambar oleh Tom Neely. Foto diunggah seizin Microcosm Publishing sebagai pemegang hak cipta.

Apa sih makna cinta sejati? Bisakah kita bilang momen katakan cinta seperti di film-film dengan iringan orkestra megah mendayu adalah cinta yang sebenarnya? Atau, mungkinkah cinta sejati hanya bisa diungkapkan lewat momen senyap, misalnya berjanji pada Glenn Danzig untuk mengenyahkan sang ibu yang cerewet? Dalam komik underground Henry & Glenn Forever & Ever , Tom Nelly sebagai ilustrator utama berusaha mengksplorasi perjuangan berat bagi setiap pasangan untuk menanggung momen suka maupun duka saat berkomitmen menjalin asmara. Caranya? Dengan menjadikan dua tokoh ikonik musik punk Henry Rollins dan Glenn Danzig sebagai insan yang dimabuk cinta. Komik ini dibuat pertama kali pada 2004, hingga akhirnya bermuara pada buku perdana Henry & Glenn Forever & Ever: Completely Ridiculous Edition yang rencananya mulai masuk rak-rak toko buku September tahun ini. Buku itu menjadi titik puncak komik nyeleneh ini, selain cerita tentang karakter Henry dan Glenn, buku tersebut juga diisi 20 komik pendek lainnya, serta ilustrasi-ilustrasi segar dari kedua tokoh utama.

Salah satu panel komik Henry & Glenn Forever & Ever. Digambar oleh Mari Naomi. Dimuat seizin Microcosm Publishing.

Ide membuat komik percintaan memakai sosok Henry dan Glenn muncul pertama kali suatu malam ketika Neely sedang mabuk bersama kawan-kawannya dari kolektif seni Igloo Tornado. Gagasan ini lantas diseriusi, melalui metode klasik fotokopi dan distribusi DIY. "Selanjutnya komik tersebut mendapat momentum yang tidak disangka-sangka," kata Neely saat dihubungi The Creators Project. "Kami ternyata sekarang memperoleh penerbit yang bersedia mencetaknya dan semua mengalir begitu saja. Komik ini sudah punya basis penggemar dan mereka sejak lama ingin ada versi cetak yang resmi, jadi sekalian saja saya menghubungi kawan-kawan ilustrator dan komikus lainnya untuk terlibat, mengembangkan ide cerita Henry dan Glenn, serta menambah gambar-gambar di dalamnya."

Cuplikan panel komik Henry & Glenn Forever & Ever. Digambar oleh Alex Chiu. Dimuat seizin Microcosm Publishing.

"Saya tidak menyangka komik sederhana ini bisa begitu populer di Amerika," kata Neely. "Saya sempat ingin menjadi seniman serius, tapi ternyata karir saya dihabiskan untuk membuat komik tolol ini. Mau bagaimanapun, orang-orang suka, seniman komik lain juga suka, jadi sudahlah saya terima saja nasib ini. Saya mengubah orientasi karya saya, menyeriusi komik Henry dan Glenn. Sekarang saya merasa bangga komik ini terus berkembang sampai di titik sekarang."

Cuplikan panel komik Henry & Glenn Forever & Ever. Digambar oleh Geoff Vasile. Dimuat seizin Microcosm Publishing.

Komik ini dibuka dengan cerita Henry meminta Glenn membersihkan halaman depan rumah kontrakan mereka. Kabarnya, Neely terinspirasi kisah nyata saat menulis ceritanya. "Saya tinggal di Los Angeles, semua orang sekota kayaknya tahu deh kalau ada tumpukan bata tak terurus di halaman depan rumah Danzig di kawasan Los Feliz," kata Neely. "Selama 10 tahun lebih, bata-bata itu tergeletak begitu saja, tak terawat, membuat rumahnya terkesan angker dan tak berpenghuni. Tak ada yang tahu alasan [bata-bata] itu menumpuk sekian lama. Jadi, saya coba menulis cerita yang bisa menjelaskan keberadaan puing-puing tersebut."

Cuplikan panel komik Henry & Glenn Forever & Ever. Digambar oleh J. Bennett and Brunofsky. Dimuat seizin courtesy of Microcosm Publishing.

Bagaimana respon komunitas LGBTQ melihat komik ini menggambarkan dua tokoh punk lelaki saling jatuh cinta? Ternyata sambutannya meriah. "Saya mendapat tanggapan positif dari kawan-kawan LGBTQ, banyak dari mereka turut berkontribusi dalam komik ini. Tujuan saya sejak awal memang ingin menampilkan gambaran hubungan percintaan yang positif, normal, dan sama sekali tak ada nuansa homofobik. Kalau tokoh utama komik saya gay, ya itu bukan bahan candaannya. Memang sudah dalam skenario awal. Tujuan saya justru ingin menampilkan betapa hubungan asmara itu selalu ada naik-turunnya. Tak penting apa orientasi seksualnya, kalian pasti akan mengalami berantem sama pasangan!"

Cuplikan panel komik Henry & Glenn Forever & Ever. Digambar oleh Justin Hall. Dimuat seizin Microcosm Publishing.

Pertanyaan terbesar untuk komik ini, tentu saja, seperti apakah tanggapan Henry dan Glenn yang menjadi model bagi dua tokoh utamanya? Henry Rollins pernah membahas komiknya dalam kolom opini surat kabar LA Weekly. "[Henry] saat itu membahas kebebasan berpendapat dan parodi merespons serangan teroris yang menyerang kantor majalah satir Charlie Hebdo di Paris. Dia bilang, komik saya ini belum pernah dia baca, tapi membayangkannya ada di dunia saja sudah menggelikan baginya."

Di sisi lain, respons negatif datang dari Glenn. Dia menyebut Neely 'oportunis' dan 'tolol' dalam sebuah wawancara beberapa tahun lalu. "Beliau ternyata tidak punya selera humor, saya sedih saat mengetahuinya. Tapi kalau dipikir-pikir, seandainya beliau suka dengan komik saya, mungkin proses penggarapannya tidak akan seseru yang saya alami selama ini."

Cover to Henry & Glenn Forever & Ever . Cover illustrated by Jim Rugg. Photo courtesy of Microcosm Publishing.

Henry & Glenn Forever & Ever resmi terbit pada 23 September mendatang, tapi kalian bisa melakukan pre-order sejak sekarang, serta mencari karya-karya menarik lainnya dari Microcosm Publishing lewat tautan inii.