Investigasi Mencari Adakah Soundtrack Lagu Bercinta 'Terbaik'
Musik

Investigasi Mencari Adakah Soundtrack Lagu Bercinta 'Terbaik'

Demi artikel ini, saya dan pacar menjajal sekian lagu menemani kami di atas ranjang, guna mencari mana yang bisa 'memanaskan' suasana.
30.8.17

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey.

Manusia tidak pernah puas dan terus mencari kepuasaan berikutnya. Ini adalah bagian dari tabiat manusia. Kadang kita merusak keadaan hanya karena kemarukan dan keegoisan—beginilah manusia, cacat dan bodoh. Kita mengambil hal-hal yang diberikan alam semesta dan mengacaukannya hingga tidak lagi bisa dinikmati. Kenapa sih kita begini? Mungkin ini misteri terbesar dunia.

Iklan

Di tengah semua kehancuran alam akibat manusia, untungnya seks masih bisa kita nikmati. Tapi prinsip tidak puas yang sama pun berlaku. Kita selalu ingin lebih. Kita ingin pengalaman seks yang lebih memuaskan. Musik yang memuaskan untuk menemani kita di atas ranjang. Masalahnya ada banyak kisah ketika musik dan seks dikawinkan, hasilnya malah kacau. Tapi berhubung saya pribadi yang optimis, saya percaya pasti ada lagu-lagu yang memang ditulis bertujuan menjadi soundtrack ngewe yang sempurna. Untuk benar-benar bisa tahu, hanya ada satu solusi: mencoba sendiri demi menjadi jurnalis yang baik dan teladan.

Atas nama sains, saya meyakinkan pacar untuk berhubungan intim ditemani berbagai lagu demi menjawab misteri dunia lainnya: Emangnya ada soundtrack bercinta yang sempurna?

ROBBIE WILLIAMS – "ROCK DJ"

Untuk memulai investigasi, kami tentunya tidak bisa meninggalkan Raja Seks Robbie Williams. Guna meresapi gaya hidup Robbie, kami memainkan "Rock DJ" lewat ponsel saya tergeletak di samping ranjang, dalam kondisi pusing akibat basian, di siang bolong dengan korden terbuka dan sinar matahari menghantam langsung. Saya memilih lagu ini karena: a) Robbie Williams adalah satu-satunya seleb Inggris keren yang tersisa dan; b) Pacar saya lebih cinta Robbie Williams dibanding saya, jadi mestinya ini lagu yang manjur untuk menjaga gairahnya menyala dalam pengalaman seks teraneh kami.

Setelah chorus pertama, musiknya terasa seperti musik latar belaka. Suara Robbie perlahan terdengar seperti paduan suara malaikat, membawa kami terbang dengan setiap penetrasi, seolah-olah Robbie Williams sedang menyoraki kami. Dia supportive banget sih. Di momen inilah saya paham bahwa "Rock DJ" bisa jadi apapun yang kamu mau. Saya tidak mengerti makna lagu ini sebelum ngewe, dan sekarang pun saya semakin tidak mengerti. Tapi paling enggak seksnya enak, dan setelah kami selesai saya membayangkan Robbie Williams melayang di langit seperti malaikat, melihat ke bawah penuh rasa bangga—dengan air mata menetes di pipinya.

CELINE DION – "MY HEART WILL GO ON"

Semua yang umurnya di atas 24 tahun dan mengaku adegan seks Titanic bukanlah "pengalaman seksual" pertama mereka itu tukang boong. Bayangkan rasa seru menyelinap masuk ke mobil mewah punya orang, dan bertatapn dengan wajah imut dan lembut Leonardo DiCaprio diiringi lagu hit 1997 milik Celine Dion "My Heart Will Go On"; tangan Kate Winslet meninggalkan bekas di kaca mobil yang beruap—ini semua adalah skenario sempurna untuk memadu cinta.

Sialnya, memandu cinta ternyata hanya konsep dalam film semata. Biarpun saya ingin mengingat semua pengalaman seks kami seindah Leo and Kate, kenyataannya tidak semanis bayangan. Seks kami dimulai dan diakhiri dalam posisi missionary, seakan-akan ada semacam energi yang menghalangi kami untuk lebih berani bereksperimen. Seakan-akan kami malu berbuat macam-macam karena ditemani lagu Titanic. Pengalaman ngewe kami tidak terlalu berkesan, tapi saya nyanyi bareng dalam kepala saya. Ya lumayanlah.

BERLIN – "TAKE MY BREATH AWAY"

Ini adalah satu-satunya track Berlin yang gak kedengaran seperti lagu seks parodi dengan bagian drum dramatis di tengah lagu atau tembang indie om-om yang membosankan. Lagu ini lumayan mengawang, penuh atmosfir dan agak romantis, tapi enggak murahan. Kami tanpa sadar mencoba menciptakan ulang adegan seks ikonik dari film Top Gun—termasuk bagian ketika Tom Cruise dan Kelly McGillis saling menjilat mulut pasangan perlahan-lahan—awal yang tidak buruk. Tapi karena komitmen kami yang rendah terhadap peran yang dimainkan, ujung-ujungnya balik ke missionary lagi deh. Saya keram kaki di tengah seks, mengambil posisi di atas, berteriak "fuck this song" dan harus "main sendirian" sementara pacar saya yang malang tergeletak disana kebingungan. Pengalaman kami gak parah banget, tapi juga gak ok. Lanjut ah.

BRYAN ADAMS – "SUMMER OF 69"

Ngewe ditemani lagu terbaik sepanjang masa memberikan tekanan sendiri. Apakah gue akan nyanyi karaoke menggunakan titit pacar sebagai mikrofon? Apakah ritme penetrasi kami akan menyesuaikan dengan tempo musik? Apakah kita akan high five setelah selesai?

Biarpun saya akhirnya tidak menggunakan titit pacar sebagai mikrofon, nyatanya kami menyesuaikan tempo gerakan dengan lagu. Sesuai dengan judul lagu, kami pun mempraktekan 69 (heheh), dan melakukan doggy style sepanjang lagu. Setiap kali chorusnya tiba, pacar saya mencium bibir saya, seakan berusaha mengucapkan terima kasih membiarkan dia ngewe saya ditemani lagu Bryan Adams.

Iklan

Ngewe dengan lagu "Summer of 69" hanya bisa digambarkan sebagai pengalaman yang mencerahkan: tidak ada logika, tidak ada kekangan, hanya gairah untuk meloncat ke atas panggung karaoke, dan bernyanyi sesuka hati. Tanpa gagal, kami berdua selalu bersenang-senang ketika lagu Bryan Adams diputar, di atas atau di luar ranjang.

CHARLIE PUTH – "MARVIN GAYE" FEAT. MEGHAN TRAINOR

Ini adalah lagu tentang senggama yang paling alim. Enggak ada seksi-seksinya. Lagu ini adalah versi musik dari titit yang lemas. Lagu ini menggambarkan ketertarikan seksual antara Charlie Puth dan Meghan Trainor—MINIM. Detil dari pengalaman ngewe kami dengan lagu ini agak kabur—mungkin karena otak saya berusaha memblok semuanya—dan saya bahkan terkejut kami bertahan hingga akhir lagu. Ini adalah lagu paling tidak terseksi sepanjang masa, dan saya pernah ngewe mendengarkan The Phantom of the Opera sebelumnya.

KINGS OF LEON – "SEX ON FIRE"

Lagu "Sex on Fire" sampah. Lagu ini tidak memiliki banyak kata dan Stereophonics sudah pernah menulis versi lebih baik lagu ini berjudul "Dakota". Tantangan ngewe mendengarkan Kings of Leon adalah mencapai klimaks. Ketika saya hampir sekali ngecrot, saya mendengar lirik "hot as a fever / rattle of bones" dan langsung gak pengen. Ternyata secara fisik tidak mungkin mencapai orgasme sambil mendengarkan "Sex On Fire" lewat ponselmu. Kesimpulan: payah.

KESIMPULAN

Setelah eksperimen tak ilmiah ini selesai dilakukan, saya sadar ngewe ditemani musik ternyata pengalaman yang tidak menyenangkan. Seks ditemani musik latar masih gak papa, tapi ya fungsinya itu, sebagai musik latar doang. Tidak akan ada hal positif yang muncul dari pemilihan lagu ketika berhubungan seks. Ngewemu tidak akan seperti adegan film, orgasme tidak akan terasa lebih nikmat. Yang ada malah hubunganmu terganggu, karena di tengah kamu lebih fokus bernyanyi bareng lirik daripada memuaskan pasangan.

Follow Rachel di Twitter tapi jangan harap dia mau melayani lagi obrolan soal lagu bercinta.