Tidur

Apa Artinya Kalau Kamu Membunuh Orang dalam Mimpi?

Pokoknya kamu pasti punya dosa kecil dan perasaan bersalah di kehidupan nyata yang tak kamu hiraukan.
23 Mei 2018, 11:52am
Caspar Benson / Getty

Kalau ada yang tahu seberapa sering saya bermimpi tentang pembunuhan—dalam hal ini, saya membunuh seseorang, barangkali orang itu bakal menyangsikan kalau saya punya kompas moral sama sekali. Kadang, dalam mimpi, saya berperan sebagai pembantu tersangka pembunuh. Kali lain, sayalah yang jadi pembunuhnya. Kadang kali saya menganjurkan rekan saya yang ikut-ikutan membunuh untuk kabur. Kadang saya juga yang mendesak mereka untuk menyerahkan diri.

Detail-detail pembunuhannya sendiri biasanya sumir atau tak ada sama sekali. Makanya, kadang saya tak yakin kalau saya sedang lari atau benar-benar melakukan pembunuhan? Yang jelas perasaan kurang nyaman di perut saya mengindikasikan kalau saya sudah melakukan sebuah tindakan yang mengerikan. Kadang, meski cuma dalam mimpi, saya selalu gamang: saya dihantui rasa bersalah karena melakukan kejahatan yang tak pernah terlintas dalam otak saya dalam keadaan sadar.

“Mimpi ini seakan menunjukkan jika kamu sebenarnya sedang kabur dari kesalahanmu di kehidupan nyata,” kata Antonio Zadra, dosen departemen psikologi di Université de Montréal dan peneliti di Center for Advanced Research in Sleep Medicine. “Kesalahannya bisa saja sesepele ‘Aku berusaha menjaga tetap diet tapi semalam aku makan coklat dan aku tahu itu salah.’ Atau di tempat kerja kamu pernah kepepet bikin laporan, kamu mengerjakannya sekenanya lalu akhirnya kamu merasa bersalah.”

Tentu saja, analisis sebuah mimpi akan berbeda dari satu orang ke orang lain sebab pengalaman dan memori yang dimiliki juga berlainan. Meski demikian, metafora-metafora yang diciptakan oleh otak kita saat kita terlelap bisa menyimbolkan emosi yang sedang kuat-kuatnya dan berdasar pada kejadian dan perasaan dalam kehidupan nyata kita, ujar Zadra. Mimpi yang menimbulkan perasaan bersalah mungkin cuma salah satu opsi yang diambil oleh alam bawah sadar kita guna mewanti-wanti akan penyesalan di dunia nyata yang tak kita sadari.

Di luar mimpi-mimpi yang muncul karena kejadian-kejadian traumatis, ada beberapa cara untuk menyusuri akar masalah dari mimpi buruk yang kita alami. Memang, tindakan ini tak serta merta mengenyahkan mimpi-mimpi yang menimbulkan rasa bersalah. Setidaknya, kita memiliki beberapa opsi untuk membongkar apa yang sebenarnya terjadi dalam otak kita di malam hari.

Perhatikan Apa Saja yang Kamu Rasakan di Siang Hari
Di titik ini, kamu harus mengenali momen-momen atau ketakutan yang kamu rasakan dalam keseharianmu. Misalkan, kamu bermimpi ikutan membantu terlaksana pembunuhan, coba telaah kemungkinan-kemungkinan ketika kamu pernah berkomplot dengan orang lain untuk melakukan suatu tindakan yang tak kamu ridhoi—dan bagaimana perasaanmu tentang hal itu.

“Coba cek lagi apakah kamu pernah membantu seseorang melakukan hal yang membuatmu merasa bersalah?” kata Deirdre Barret, asisten dosen psikologi di Harvard University. Pertentangan dengan nilai-nilai pribadi dalam kehidupan nyata kita inilah yang bakal termanifestasikan sebagai mimpi di mana kamu “merasa bersalah lantaran mendukung orang melakukan tindakan yang seharusnya tidak kamu lakukan.”

Jika kamu sedang berusaha berhenti merokok dan kamu mimpi kamu mencoba rokok dan akhirnya kembali berkubang dengan rokok, rasa bersalah dalam alam tak sadar yang kalian rasakan saat tidur bisa berubah menjadi rasa lega dan berfungsi sebagai motivator untuk kita tetap menjaga kegigihan untuk tidak merokok saat kita bangun, jelas Zadra.

Begitu juga dengan ketakutan akan kegagalan di sekolah dan tempat kerja. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada 2013, siswa yang bermimpi dirinya lupa jawaban ujian yang diselenggarakan esoknya justru memiliki performa lebih baik selama ujian. Mimpi macam ini memang bisa memicu tindakan-tindakan positif. “Mimpi-mimpi itu memotivasi mereka untuk berusaha lebih keras,” ungkap Zadra tentang mimpi yang berakar pada stres menghadapi ujian. “Mimpi itu seakan menjadi jendela yang memperlihatkan apa jadinya kalau mereka tak menganggap serius ujian yang mereka hadapi.”

Selain itu, kalau kamu kebetulan menonton dokumenter kasus kriminal atau membaca novel-novel misteri, tema-tema dalam novel dan dokumenter itu akan meresap sampai ke mimpi-mimpimu.

Bicaralah dengan Orang-Orang Yang Kamu Impikan
Kalau mimpimu berisi kondisi yang bikin kamu frustasi bersama pasanganmu—misalnya, kamu mimpi terjebak dalam mobil ketika badai salju—menurut Zalda, ini menyimbolkan ketegangan antara kalian berdua. “Jika saya sedang mengalami masalah dalam hubungan saya dengan pasangan, mimpi yang kita alami akan jadi metafora betapa saya ingin mengarahkan hubungan kami ke satu titik dan saya tak mampu melakukannya,” tutur Zadra.” atau kamu dalam mimpimu merasa tak diperlakukan secara adil oleh pasangan.”

Bintang dalam dunia bawah sadarmu juga bisa menuntunmu menuju realisasi pribadi yang penting. Barret pernah membimbing seorang pria gay yang tak kunjung melela. Pasiennya itu kerap bermimpi dirinya membunuh seseorang yang tak dia kenal dan dihantui rasa bersalah besar saat berusaha menyembunyikan mayatnya. Setelah beberapa kali bermimpi, pria itu akhirnya mau tak mau harus menghadapi seksualitasnya. Keberadaan bibi sang pasien—yang kebetulan juga gay—dalam mimpinya membantunya tetap merasa nyaman. “Dia menganggap ucapan bibinya dalam mimpi ‘Aku sih tak memedulikannya’ sebagai impresi bahwa bibinya sudah nyaman dengan seksualitasnya,” terang Barret. “Mimpi-mimpi pria itu mewakili rasa tak nyaman yang dia rasakan. Dia merasa mimpinya telah mengubah sesuatu.”

Kamu perlu memastikan apa perasaanmu terhadap orang yang muncul di mimpi. Apabila kamu merasa bersalah, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan kembali bagaimana hubunganmu dengan mereka selama ini. Kira-kira ada yang membuatmu kurang sreg atau tidak?

Cari tahu apa yang membuatmu merasa bersalah
Menurut Barrett, apa yang kita perbuat di mimpi bisa dipicu oleh kesalahan kecil yang pernah kita perbuat dan takut orang lain tahu. Misalnya, kamu sudah janji akan berhenti merokok dan kemudian melanggarnya. Ini membuatmu takut dengan konsekuensinya nanti. Barrett menyarankan sebaiknya kamu tentukan masuk kategori yang mana: a) merasa bersalah karena sudah melanggar janji, atau b) takut dicerca kalau orang lain tahu apa yang kamu perbuat. Kalau ternyata karena malu, kamu bisa cari tahu apa rasa bersalah itu menyiratkan perasaanmu sebenarnya atau murni karena takut konsekuensinya saja.

“Biasanya orang yang pernah mimpi bunuh orang lain itu takut ketahuan saja,” lanjutnya. “Rasa bersalah muncul bukan karena kamu takut beneran bunuh orang itu, atau malu karena pernah mimpi begitu. Otaklah yang membuat kita merasa harus bersalah atau malu.”

Membunuh memang perilaku keji, tapi rasanya tenang mengetahui bahwa hanya karena saya bermimpi membunuh seseorang bukan berarti saya memiliki niatan buruk yang bersembunyi dalam batin.