gerakan subversif

Pembelaan Buat Orang Yang Suka Nyelundupin Makanan ke Bioskop

Ada yang bilang bawa makanan sendiri ke bioskop “norak” dan “malu-maluin.” Menurut saya, justru penonton kayak gitu keren banget.
03 Mei 2018, 7:53am
Foto komposisi via Wikimedia Commons.

Hidup menyenangkan ketika kamu melanggar peraturan, dan tidak ada aturan yang lebih menyenangkan untuk dilanggar daripada menyelipkan makanan ke bioskop.

Menyelundupkan camilan dari luar ke dalam bioskop terlalu sering dianggap tabu. Dalam banyak kasus, ini karena hal tersebut memang dilarang oleh pihak bioskop. Terserah deh. Saya telah mengatakan ini sebelumnya, dan saya akan mengatakannya lagi: Hukum kadang-kadang ada untuk mendorong kita menjadi orang yang sangat membosankan, dan oleh prinsip-prinsip saya sendiri, inilah yang saya sarankan: selundupkanlah makanan ke bioskop, sebanyak-banyaknya yang kamu bisa.

Saya mempertahankan pendirian ini dengan teguh sejak ibu saya dan saya merobek sekantung Lays selama The Road to El Dorado pada tahun 1999 (jangan salahkan kami—kami satu-satunya orang di teater!). Tapi saya di sini untuk mempromosikannya lebih gencar lagi setelah Seth Abramovitch, reporter The Hollywood Reporter, ngetwit pada hari Sabtu, yang isinya menentang praktik ini.

“Membawa camilan dari supermarket ke bioskop adalah tindakan putus asa dan norak,” tulisnya di Twitter.

Ah, kasihan banget Abramovitch, kutipan-kutipan yang merespon tweet-nya jauh lebih viral daripada twitnya sendiri. Saya hanya bisa merasa kasihan pada Abramovitch, karena dia luar biasa, dan sepenuhnya:

Jangan membawa makanan ke bioskop! adalah permohonan para konformis membosankan lainnya yang dibuat sepanjang sejarah. Saya tidak bermaksud untuk menganggap tweet Abramovitch dengan terlalu serius, tetapi ada sesuatu yang secara samar-samar klasis tentang pelabelan penyelundupan makanan ringan sebagai “norak” dan “putus asa”, bahkan jika itu bukan maksudnya.

Setelah semua itu, alasan yang paling kuat untuk menyelundupkan makanan ke bioskop biasanya adalah makanan ringan yang dijual di bioskop cenderung terlalu mahal. Siapa yang mungkin mampu membayar Rp70 ribu untuk burger yang rasa dagingnya kayak baru 15 menit lalu keluar dari freezer. Siapa yang rela ngabisi 1% gaji untuk popcorn ekstra besar yang ternyata bumbunya garem doang?

Please deh. Tidak semua penikmat bioskop “ece-ece” dapat meminta camilan kami direimburs perusahaan. Kita harus menggulingkan tirani kapitalis yang menyesakkan ini secara bertahap.

Mulai dari hal yang kecil dulu; letakkan beberapa permen di saku celana belakangmu. Bikin strategi. Kalau butuh bantuan, silakan simak WikiHow ini yang menjelaskan cara membawa makanan ke dalam bioskop.

Tapi, saya tidak menyarankan kamu melupakan kepatutan karena kamu telah terlibat dalam tindakan pembangkangan sipil yang diam-diam radikal ini. Begitu kamu berada di dalam teater yang sebenarnya, bersikaplah sopan! Tetap diam saat kamu mengunyah. Jangan membuka kantong kripik kencang-kencang. Tahan diri untuk membawa satu atau dua camilan saja; jangan langsung membawa nasi padang.

Omong-omong, Abramovitch, ngeri melihat tanggapan untuk tweetnya, menekankan posisinya pada hari Senin. “Aturan teater JELAS-JELAS menyebutkan tidak boleh bawa makanan dari luar! Kalian semua pelanggar aturan!!!" dia berteriak.

Itu benar, kawan. Kami adalah pembangkang. Bergabunglah dengan kami.

Photo via Pixabay user ArtsyBee.

Don’t sneak food into a movie theater! is a plea many other nauseatingly boring conformists have made throughout history. I don’t mean to take Abramovitch's innocuous tweet too seriously, but there’s something vaguely classist about labeling snack-smuggling as “tacky” and “desperate,” even if that wasn’t the intention.

After all, the most compelling reason to sneak food into a movie theater is usually that snacks sold in movie theaters tend to be overpriced as shit. Who can possibly afford to regularly pay $10 for some hideously overpriced gummy slugs, or dish out wads of hard-earned income for some obscenely small bags of stale popcorn?

Please. Not all of us plebeian moviegoers can expense our snacks on a company's dime. We must topple this suffocating capitalistic tyranny, one act of Utz-smuggling at a time.

Start small; put some Pop Rocks in your back pants’ pocket. Strategize. For example, remember that seasonality matters. Is it winter? Perfect. Stick those Jaffa cakes in your jacket. The colder it is outside, the better; you’ll probably be wearing a coat, and with layers come endless possibilities for snack storage on your person. (See this WikiHow entry for more tips on how to carry foods into the theater furtively.)

Now, I'm not suggesting you throw propriety out the window once you engage in this quietly radical act of civil disobedience. Once you're inside the actual theater, be courteous! Keep quiet while you chew. Don't rustle chip bags needlessly. Restrain yourself to one snack or two; don't bring a fucking six-course lunch.

Anyway, Abramovitch, horrified to see the response his initial tweet engendered, doubled down on his stance on Monday. "Theater rules CLEARLY state no outside food! You are all outing yourselves as rule breakers!!!" he shouted.

That’s right, man. We are. Join us.

This article originally appeared on VICE US.