Travel

Maskapai Kondang Berkat Pramugari Berbikini Ingin Membuka Rute Penerbangan ke Indonesia

Oke, kemarin Hooters sekarang maskapai VietJet. Kenapa ya perusahaan-perusahaan yang mengksploitasi tubuh perempuan tiba-tiba tertarik masuk Indonesia?
07 April 2017, 12:41pm
Foto oleh VietJet.

Maskapai penerbangan Vietnam, VietJet, adalah salah satu perusahaan transportasi dengan perkembangan terpesat di Asia. Dalam beberapa tahun saja, perusahaan ini telah menarik perhatian karena ekspansi mereka yang ambisius. Namun perkembangan mereka yang pesat tidak terlepas dari kontroversi, sebagaimana VietJet telah memantik komentar kalangan konservatif di Vietnam karena strategi pemasaran yang cenderung cabul.

Sorotan terbesar terhadap merk ini adalah metode-metode kehumasan yang kontroversial, seperti para pramugari yang mengenakan bikini ketat. Meski membuat publik mengernyit, dan bahkan dikenakan denda, VietJet telah menargetkan ekspansi ke tujuan yang paling tidak disangka; mayoritas publik Indonesia yang konservatif.

Tarif penerbangan yang murah langsung menarik hati kelas menengah Vietnam, dan menyebabkan kompetisi sengit dengan perusahaan yang telah dominan Vietnam Airlines di pasar domestik mereka. VietJet kini beroperasi di dalam 60 rute domestik dan internasional, dan target selanjutnya adalah penerbangan langsung dari Hanoi ke banyak lokasi turisme di Indonesia.

"Dari aspirasi warga Ho Chi Minh dan sejumlah travel agent yang ada, mereka ingin menuju obyek wisata Indonesia dengan penerbangan langsung. Sampai saat ini belum ada pesawat yang melayani penerbangan dari Vietnam langsung ke lokasi wisata," kata Jean Anes.
Pada tahun 2015, terdapat 44.000 wisatawan Vietnam yang memasuki Indonesia, dan angka tersebut terus bertambah menurut Menteri Pariwisata.

Peningkatan tersebut mencapai 60.000 wisatawan, menurut data pemerintah tahun lalu. Jika rute penerbangan langsung diresmikan, hal itu akan sesuai dengan salah satu rencana Menteri Pariwisata Arief Yahya, yakni konektivitas nasional 2017.

Perusahaan penerbangan ini, terlepas dari pendekatannya yang mengeksploitasi karyawan perempuan, didirikan oleh Ngyuen Thi Phuong Thao; satu-satunya milyader perempuan di Asia Tenggara, satu dari dua miliarder di Vietnam. Thao sekarang berada di peringkat 46 pada daftar Asia's Power Women oleh Forbes. Kini perusahaan penerbangan VietJet telah mendominasi 40 persen dari keseluruhan penerbangan di Vietnam.