Kepribadian

Cara Kita Berjalan Bisa Nunjukin Seberapa Agresif Kepribadian Kita

Sebuah penelitian baru menilik korelasi antara kepribadian dengan cara kita berjalan.
18 Desember 2017, 4:20am

Cara seseorang berjalan boleh jadi menunjukkan apakah dia memiliki kecenderungan agresif, menurut sebuah penelitian eksploratif yang dirilis awal bulan ini pada Journal of Nonverbal Behavior. “Bagi sebagian besar orang, berjalan kaki adalah perilaku yang otomatis,” tulis para peneliti dari University of Portsmouth di Inggris Raya, “namun ternyata hal itu bisa merefleksikan psikologi seseorang.”

Mereka meminta pada 29 peserta penelitian untuk berjalan di atas treadmill selama 60 detik, menggunakan gaya dan kecepatan alami mereka, sambil mengenakan penanda pada bagian atas dan bawah tubuh, betis, dan kaki. Dengan bantuan teknologi perekam, mereka merekam gerakan setiap orang dan menciptakan model tiga dimensi untuk menganalisa pergerakan thorax dan pelvis, serta kecepatan berjalan mereka.

Peserta kemudian melengkapi kuisioner kepribadian; para peneliti menggunakan Buss–Perry Aggression Questionnaire, yang mengukur sifat agresi, dan Big Five Inventory, yang mengukur kesadaran, kesesuaian, neurotisme, keterbukaan terhadap pengalaman, dan ekstraversi.
Setelah membandingkan jawaban-jawaban peserta dengan ciri berjalan mereka, peneliti menetapkan bahwa “peningkatan gerakan relatif dari thorax (bagian atas tubuh) dan pelvis (bagian bawah tubuh) mencerminkan agresi fisik yang meningkat.”

“Saat berjalan, tubuh kita berotasi sedikit secara alami,” tulis para peneliti. “Saat seorang individu berjalan dengan kaki kiri, bagian kanan pelvis akan maju dengan kaki dan bahu kiri akan mundur dan bahu kanan akan maju untuk memertahankan keseimbangan. Intinya, cara berjalan yang agresif adalah yang rotasinya berlebihan.”

Kecepatan seseorang berjalan tampaknya tidak memiliki pengaruh banyak dalam menentukan kepribadian. Meski “ada korelasi moderat antara kecepatan berjalan dan agresi di kalangan laki-laki,” tidak ada hubungan antara kecepatan berjalan dan agresi di kalangan perempuan atau sampel perempuan secara keseluruhan.

Dalam hubungan antara kecepatan berjalan dan Big Five, kesadaran dan kesesuaian ditemukan memiliki korelasi paling besar, namun para peneliti menganggapnya “menantang” untuk dijelaskan. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah kecepatan berjalan memengaruhi kepribadian atau sebaliknya.

Pada intinya, peneliti utama Liam Satchell berkata pada Broadly, penelitian ini mengonfirmasi bahwa bahasa tubuh bisa mengungkap banyak hal. “Dari yang kami telah lakukan di sini, kami telah mendemonstrasikan bahwa agresi dan kepribadian lainnya ada dalam matematika berjalan,” ujarnya.
Menurut para peneliti, hal ini bisa dijadikan salah satu pencegah tindak kriminal: kemungkinan melatih pengamat TV dan mendeteksi “kecepatan berjalan yang relevan dengan agresi.” Satchell bilang bahwa bahasa tubuh juga dapat membantu pejabat “mendeteksi agresi ‘berisiko tinggi’ di kerumunan orang.”

Orang-orang yang kesulitan mendeteksi agresor mungkin dapat mengambil manfaat dari membaca gerak-gerik orang asing, ujar Satchell. “Banyak orang pada umumnya pernah mengalami intimidasi oleh orang yang sedang berjalan ke arah mereka,” ujar Satchell. “Mereka kemudian mencoba mengamati apakah orang tersebut akan menyakiti mereka. Jika informasi agresi dapat ditemukan dari cara seseorang berjalan, maka kita bisa melatih orang-orang untuk mengenali calon agresor dari jarak jauh.”
Penelitian ini juga mengungkapkan pentingnya kesan pertama. “Kamu bisa dipandang dari cara kamu berjalan,” ujar Satchell. “Kamu selalu memberikan sinyal soal kepribadianmu, dan ini bisa memengaruhi bagaimana orang lain bertindak dan beraksi terhadapmu.”