Kecanduan Naik Pesawat

Nenek Satu Ini Kecanduan Menyusup ke Pesawat

Marilyn Hartman ditangkap di Bandara Chicago, hanya sepekan setelah dia dipulangkan karena terbukti menyusup penerbangan menuju London. Nenek slebor...
Drew Schwartz
Brooklyn, US
Foto Marilyn Hartman dari arsip Kepolisian Chicago via AP.

Marilyn Hartman, 66 tahun, telah ditangkap kepolisian Amerika Serikat berulang kali karena mencoba menyusup naik pesawat tanpa membeli tiket. Bisa dibilang, dia adalah penyusup berantai yang bikin otoritas penerbangan kalang kabut. Si nenek slebor sudah beraksi terbang ke LA, dan Jacksonville, Florida tanpa beli tiket. Lalu, awal Januari lalu, dia berusaha terbang ke London dari Bandara O'Hare International Kota Chicago, tapi berhasil digagalkan polisi. Hartman oleh polisi Chicago dilarang mendekat ke area bandara akibat ulahnya.

Iklan

Rupanya ancaman polisi tak mempan. Si nenek itu benar-benar kecanduan menyusup naik pesawat (lagi). Berdasarkan laporan surat kabar Chicago Tribune , Minggu akhir pekan lalu Hartman ditangkap polisi karena menyelinap ke Terminal 3 Bandara O'Hare dan berusaha masuk ruang tunggu keberangkatan. Ulahnya kali ini cuma berjarak sepekan dari upaya terbang gratisan ke London. Dia langsung dibawa ke pengadilan. Hakim menyatakan dia akan mendapat vonis berat karena sudah melanggar hukuman percobaan sebelumnya.

Kenapa si nenek bisa senekat itu sih? Rupanya karena dia memang mahir naik pesawat tanpa beli tiket. Surat kabar Tribune melaporkan sepanjang 2015, Hartman berhasil naik delapan penerbangan tanpa membayar. Di tahun itu, dia ditahan di Los Angeles, setelah menyelinap ke pesawat dari Bandara San Jose California. Hartman selalu mengincar kursi kosong dan masuk ke boarding area tanpa check in sama sekali.

Jaksa, dalam persidangan tiga hari lalu, menyatakan Hartman mengksploitasi kelengahan petugas tiket dan bea cukai terhadap lansia. Perempuan tua cenderung tak terlalu diperiksa. Memanfaatkan keuntungan usianya itulah, Hartman nyaris mengibuli staf British Airways rute Chicago ke London, sempat duduk di kursi kosong kelas bisnis yang harga tiketnya di musim normal saja US$2.400 (setara Rp32 juta).

Keterangan yang sama disampaikan Hartman terhadap penyidik kepolisian. "Dia bilang begini saat menjelaskan modusnya menyelinap: 'aku kan perempuan tua kulit putih, mana ada yang berani mencegatku waktu masuk ke boarding area,'" kata Cara Smith, petugas dari Kantir Kepolisian Cook County. "Kalau saya lihat sih dia menderita gangguan jiwa."

Menurut hakim, gila atau tidak, yang jelas si nenek harus masuk penjara dulu sampai jadwal persidangan berikutnya (kemungkinan vonis jatuh pekan depan). Surat kabar New York Times, menyatakan Hartman memang punya riwayat gangguan jiwa.

Otoritas Penerbangan Amerika (TSA) mengaku akan bekerja sama dengan maskapai dan aparat keamanan untuk mencari tahu di mana titik lemah yang membuat Hartman bisa leluasa menyelinap, bahkan naik pesawat gratisan berulang kali. Sebenarnya, kalau melihat riwayat TSA yang ceroboh dan lalai, insiden kayak gini memang sudah seharusnya terjadi.

Follow Drew Schwartz di Twitter.